
________________
Ruangan Kimy dipindahkan ke rawat inap. Dokter Elina mengatakan kalau Kimy perlu melakukan pemulihan pasca koma selama berbulan-bulan yang dialaminya, guna merilekskan anggota tubuhnya yang sudah lama tidak digerakkan.
Gadis berponi yang mengenakan piyama pasien itu berpegangan pada seorang perawat yang membantunya berjalan, untuk mengurangi resiko terjatuh.
Senyum cantik menghiasi wajah Kimy, kaki telanjangnya yang menyentuh langsung rerumputan berembun membuatnya serasa di atas awan.
Senyuman itu menular pada Laki-laki yang memperhatikannya dari lorong koridor Rumah Sakit. Ia berjalan mendekatinya secara perlahan, melemparkan kode ke Perawat yang sedang membantu Kimy agar Ia dapat menggantikan tugasnya.
Perawat menjauhi Kimy, dan menggantikan lengannya sendiri dengan lengan Laki-laki itu.
Manik coklat Kimy terus tertuju pada sepasang kekasih membuat Ia juga ikut memperhatikan pasangan itu, si Gadis berada di kursi roda lalu si Pria menyuapinya dengan mesra, sesekali mereka akan saling tertawa.
Kimy jadi merindukan Agra, tadi pagi Laki-laki itu berpamitan ingin pergi ke sekolah dan sampai sekarang Ia belum juga kembali.
Apa Dia sedang sibuk?
"Kak Rere, Agra masih belum datang ya?" Tanya Kimy tanpa melihat orang yang berada di sisinya.
Ekspresi kesepian yang terpancar dari wajah cantiknya membuat Laki-laki yang tak lain Agra, merasa bersalah. Gadis itu tidak pernah menunjukkan semua yang dirasanya selama ini didepannya.
Karena tidak kunjung mendapat respon, Kimy lantas menolehkan kepalanya.
Bukannya seorang Perawat berumur lima tahun diatasnya yang didapatinya, Kimy justru mendapati Laki-laki yang sedang dicarinya.
Agra termenung dengan terus-menerus menatap wajahnya,
"Kamu udah pulang? Kok nggak bilang-bilang dulu. Aku kan ka--"
Grep!
Pelukan tiba-tiba didapatkannya, ucapan yang sempat terlontar otomatis terputus. Ekspresi terkejutnya melunak, tangan mungil itu menepuk-nepuk lembut punggung Agra.
"Kamu kenapa, hm? Ada masalah di sekolah?"
"Maaf.."
"Kok minta maaf sih? Emang kamu salah apa?"
"Aku punya banyak salah sama kamu. Dulu aku pernah bersikap kasar ke kamu, sekarang kamu lagi dalam masa pemulihan aku malah terus-terusan ninggalin kamu."
Alis Kimy terangkat, kebingungan dengan sikap Agra yang tiba-tiba ini. "Itukan dulu, lagian kamu begitu karena ngelindungi aku. Kamu kan lagi sibuk ulangan jadi wajar aja kalau kamu ninggalin aku, akunya aja yang kangen terus."
Agra melerai pelukannya, "Sekarang masih kangen nggak?"
Pipinya menjadi merona karena pertanyaan Agra, Kimy mengangguk kecil. "Masih, mau peluk lagi.."
"Lucunya.." Agra kembali membawa Kimy ke pelukannya.
"Aw! Agra kakiku sakit."
Agra buru-buru menggendong Kimy ala bridal style, karena terlalu terbawa suasana Ia sampai melupakan fakta kalau baru tiga Minggu ini Kimy sadar setelah koma selama sepuluh bulan.
Kimy meringis antara malu dan rasa sakit, Ia menelusup di dada bidang Agra untuk menyembunyikan wajahnya dari perhatian semua pasien dan perawat yang berada di taman.
"Kenapa nggak taruh aku di kursi roda aja sih?"
__ADS_1
"Sengaja, soalnya reaksi kamu lucu mirip meow."
Sontak saja Kimy memukul dada bidang Agra, "kok kamu nyebelin!"
Agra tertawa lepas, sangat puas menggoda Gadisnya ini.
Sampai di pintu ruang rawat inap, Agra berhenti sejenak membuat Kimy menatapnya heran.
"Kenapa?" Tanyanya.
Agra menghembuskan nafas panjangnya, Ia menunduk untuk menatap Kimy yang berada di gendongannya itu.
"Kalau kamu nggak mau, nggak papa, tapi jangan coba-coba pergi dariku."
"Maksudnya apa?"
Belum sempat pertanyaannya terjawab, Agra sudah membuka pintunya. Ruang rawat inap VIP itu penuh dengan boneka kelinci dan bunga tulip ungu, pencahayaannya juga meredup memberikan kesan romantis.
Di Bed Pasien sekumpulan mawar merah yang membentuk kata-kata 'Be Mine?'
"I-ini?" Kimy didudukkan di Bed Pasien oleh Agra, Laki-laki itu mengeluarkan kotak merah dari saku seragamnya lalu menekuk salah satu lututnya menghadap Kimy.
Tutup kotak itu dibuka,
"Kimberly Louly, aku tau, aku nggak sepatutnya melamar kamu disini, tapi aku nggak mau mengulur-ulur waktu lagi. So will you be mine? Denger ya Baby. Kalau kamu belum siap, kamu boleh nolak aku, aku bakal selalu nunggu kamu, kapanpun itu."
Kimy sangat terkejut, Ia tak menyangka kalau Agra akan melamarnya.
"A-aku.."
Meski ada setitik rasa sedih, Agra menghiraukan itu. Ia beranjak dari posisi berlutut nya lalu menutup kembali kotak cincinnya.
Agra menatap Kimy, bingung karena Gadis itu mendadak menggenggam tangannya. Kimy menarik kuat tangan Agra hingga membuat Laki-laki itu terjatuh hampir menimpanya beruntungnya Ia menahannya dengan tangan.
Cup!
Kimy mengecup tepat di bibir Agra, mata Agra sontak saja melebar merasa tidak percaya dengan apa yang dilakukan Gadis itu.
Merasa tidak puas, Kimy menarik kerah seragam Agra. Bibir mungil itu memperdalam ciumannya mengecap rasa manis dari bibir Agra, matanya terpejam seakan menikmati permainannya.
Kimy menjauhkan wajahnya, sekarang Ia bisa melihat ekspresi tercengang yang ditunjukkan Agra. Laki-laki itu dengan shock menyentuh bibirnya sendiri.
Ekspresi tidak biasa itu menghadirkan gelak tawa Kimy, merasa geli dengan wajah Agra yang seakan-seakan baru saja menyaksikan keajaiban dunia.
"Kamu bisa jelasin?"
Kimy menghentikan tawanya, matanya menyelami manik coklat pekat milik Agra. "Aku mau, tapi ada syaratnya."
Senyum mencurigakan yang ditunjukkan Kimy saat mengatakan itu membuat Agra gemas dengannya.
"Apa syaratnya?"
"Give me a kiss,"
Lengan kekar Agra mengurung tubuh mungil Kimy, "Nakal banget cantiknya aku ini."
__ADS_1
Kimy yang semula menantang Agra mendadak merasa takut saat suara bariton Laki-laki itu terdengar semakin serak.
Sepertinya Ia tanpa sadar sudah membangunkan singa yang tidur.
Agra semakin mendekatkan wajahnya sampai Kimy harus menahan bobot tubuhnya sendiri agar tidak jatuh terbaring di Bed Pasien.
Wajah tampannya miring ke kiri, bersamaan dengan itu Ia memejamkan matanya.
Brak!
"Kimy! Ivy disini--"
"Eh, kita masuknya salah waktu ya?"
Agra kembali berdiri dengan tegak, sedangkan Kimy berpura-pura sibuk menata kembali bunga mawar yang di rusaknya karena posisi intim mereka tadi.
Sonia, Ivy, Leo, Andreas dan Axel saling melirik kemudian mereka meledakkan tawanya masing-masing.
"Nikah dulu woy!" Ledek Axel.
Laki-laki yang dijuluki Casanova SMA Pertiwi itu langsung merubah mimik tengilnya begitu mendapat tatapan sinis dari Agra.
"Mau apa kalian ke sini?" Tanya Agra tanpa perasaan.
Reflek saja Kimy mencubit pinggangnya, "Agra.." Peringkatnya.
Agra menunduk untuk membalas tatapan Kimy padanya. "Kenapa, Baby?" Tanyanya dengan nada lembut.
Jauh sekali saat berbicara bersama teman-temannya, mereka seperti dua kepribadian yang berbeda.
"Nggak boleh gitu," Bisik Kimy.
Agra mengetuk-ngetuk pipinya, "Cium dulu di sini." Ia ikut-ikutan berbisik.
"Tapi, ada mereka." Jawab Kimy masih berbisik.
"Anggap aja mereka patung."
"Emang bisa?"
Agra mengangguk meyakinkan, "Bisa. Coba aja dulu."
"Iya deh,"
Cup!
Kimy mengecup pipi Agra sekilas, Laki-laki yang menerima kecupan di pipinya itu terus tersenyum bodoh sampai giginya terasa kering.
Melihat interaksi mereka berdua membuat kelima orang tamu tidak diundang itu saling bergidik, mereka seperti sedang melihat Drama secara live.
Kalau sedang kasmaran. Dunia serasa milik berdua, yang lain mah cuma ngontrak. Kalau sudah begini yang dirugikan itu Axel, karena Ia sendiri yang tidak berpasangan.
Bukannya tidak punya, tapi kebanyakan sampai Axel bingung milihnya.
...〜(꒪꒳꒪)〜ƪ(˘⌣˘)ʃ〜(꒪꒳꒪)〜...
...♡•TAMAT•♡...
__ADS_1
.