
________________
"Sayang.. Kamu udah bangun?"
Agra tersenyum lima jari sembari mengangguk-anggukan kepalanya, layaknya anak anjing.
"Give me a morning kiss,"
Supaya bisa menggapai pipi kiri Agra, Gadis itu menginjak kaki Agra, tapi karena masih tidak sampai Ia berjinjit kecil.
Cup!
"Disini?"
Agra menunjuk pipi kanannya, dan dengan patuh Kimy mengecup tempat yang ditunjuk nya.
Cup!
"Disini?"
Agra menunjuk keningnya, melihat Kimy yang kesusahan menggapainya Ia menundukkan wajahnya.
Cup!
"Disini?"
Agra menunjuk hidungnya, Kimy mengecup tepat di mana jari Agra menunjuknya.
Cup!
"Disini?"
Kali ini Agra menunjuk bibirnya, lagi dengan patuh Gadis mungil itu mengecup bibir Agra yang sudah maju berapa senti dari tempatnya.
Kimy turun dari kaki Agra, "Ayo, Pancake nya udah jadi." Katanya lembut.
Agra mengikuti langkah Kimy yang membawa mereka ke meja makan. Senyum manis terus tersungging di bibir Laki-laki itu.
"Mau aku siapin?"
"Mau! Mau!" Mata Agra berbinar-binar.
Bibir Agra terbuka sudah siap menerima suapan dari Kimy.
Plak!
"Awsh!"
"Eh! Maaf-maaf, habisnya kamu kaya orang kerasukan sih. Dari tadi aku panggil-panggil malah senyum-senyum sambil ngebuka mulut. " Kimy menggaruk pipinya kikuk, melihat Agra yang kini mengelus pipinya yang baru saja terkena tamparan maut.
Agra tersenyum paksa, "Iya nggak papa, nggak sakit kok." Katanya untuk membuat Kimy tenang dari rasa tak enaknya.
"K-kalau gitu aku lanjutin bikin salad nya ya?"
"Iya.."
Ketika Kimy sudah berbalik, Agra kembali mengelus pipinya yang berdenyut nyeri. Ini salahnya juga yang berkhayal kalau mereka sepasang suami istri.
Seraya bertopang dagu Agra mengawasi bagaimana Gadis itu dengan lihai memotong sayuran-sayuran, sesekali Ia akan menyelipkan anak rambut yang menghalangi pandangannya.
__ADS_1
"Cantiknya.."
Agra tersenyum merasa terhipnotis oleh pemandangan di depannya.
"Udah jadi!" Seru Kimy,
Gadis mungil itu memamerkan hasil karyanya, Ia berjalan mendekati Agra yang duduk di Bar Dapur sembari menenteng semangkuk Salad dan sepiring Pancake.
"Cobain deh," Kimy meletakkan piring Pancake di hadapan Agra.
Melihat antusiasme Kimy, Agra lekas menyuapkan potongan kecil Pancake ke mulutnya.
"Enak nggak?" Tanya Kimy harap-harap cemas.
"It's so sweet like you,"
Komentar Agra membuat Kimy melempar celemek yang sebelumnya Ia kenakan.
"Dasar gombal!"
Dengan tawa yang meledak Agra menangkap celemek yang melesat ke arahnya.
Mereka berdua makan dengan tenang, tapi Kimy mendadak teringat kejadian tadi, seketika Ia menatap Agra yang sedang memakan Pancake nya dengan lahap.
"Kamu tadi ngelamunin apa sampe senyum-senyum gitu?"
Uhuk!
Melihat wajah Agra yang memerah sembari menepuk-nepuk dadanya Kimy dengan panik menyodorkan gelas di hadapannya.
Tampa melihat Agra menyambar gelas dari Kimy lalu meminum nya, tak lama Ia menyemburkannya.
"Jus Wortel?"
"Iya."
__________________
Ruangan dengan pencahayaan redup dan diisi dentuman suara musik menjadi hal yang wajar jika berada di Club malam. Saat teman-temannya asik berjoget atau menggoda wanita berpakaian ketat, Elio justru asik dengan lamunannya.
Alan yang melihat Bos nya yang tengah duduk menyendiri di Sofa, pun berinisiatif menghampirinya.
"Lagi galau ya, Bos?"
Meski dugaan Alan benar, Elio tetap tidak ingin mengakuinya karena pasti nantinya akan menjadi bahan ledekan.
"Nggak!"
Alan yang berada di pengaruh alkohol dengan berani tertawa mengejek. "Udahlah bos, yang udah berlalu biarlah berlalu." Ujarnya sok bijak.
Ucapan Alan justru terus terngiang di kepalanya, apa Ia harus move on saja dari Kimy? Toh, melihat Gadis itu bahagia Ia sudah merasa senang.
"Dia kenapa?" Tanya Aiden pada Alan, Ia melirik Elio sekilas.
"Lagi galau." Jawaban enteng Alan membuat Elio meliriknya sinis.
"Besok, Gue beneran buat Lo babak belur." Ujar Elio sarkas.
Sedangkan Aiden yang tidak mengerti letak masalahnya pun memilih tidak ikut campur, Ia duduk di sebelah Elio.
__ADS_1
"Sorry ya El, Lo jadi nggak nyaman gara-gara anak-anak pada pengennya ke Club."
"It's okay,"
Sepertinya anggotanya yang otaknya benar hanya Aiden saja, jika saja para ilmuwan sudah menemukan alat kloning, sudah Elio gandakan Aiden.
Aiden kembali diam, tidak tahu mau bicara apalagi. Ia tidak begitu dekat dengan Ketua Midnight Devil ini. Matanya beralih memandang Alan dan Boby yang berjoget sembari berpelukan.
Ia juga sebenarnya tidak nyaman dengan tempat bising ini, Aiden lebih baik membaca dua puluh Komik di rumah, tapi karena posisinya yang sebagai wakil ketua Ia tidak bisa meninggalkan anggotanya begitu saja.
Khawatirnya mereka tidak sengaja membuat masalah, karena membiarkan mereka bebas sama saja membebaskan hewan-hewan liar tanpa pengawasan,
terutama Bobi dan Alan yang jika sudah menyentuh alkohol mereka akan di kuasai sepenuhnya oleh minuman keras itu.
Lihat saja mereka yang sudah menjadi tontonan gratis pengunjung Club karena tengkurap di lantai sembari menggerakkan tangannya layaknya sedang berenang.
Elio tertawa melihat tingkah mereka, sedangkan Gio sibuk merekam aksi mereka secara Live di Instagramnya.
"Bob, di sana ada ikan?" Kata Alan sembari menunjuk para Gadis yang tengah tersenyum geli kearah mereka.
"Ikan apa?" Boby mendongakkan kepalanya seakan sedang mengambil nafas di daratan.
"Duyung."
"Wah bagus itu," Seru Bobi.
Melihat mereka yang berniat menghampiri para Gadis, Aiden menarik paksa mereka berdua untuk menepi dari tengah-tengah hiruk pikuk orang-orang yang tengah berjoget.
"Kalian malu-maluin aja,"
"Aduh!!" Teriak mereka bersamaan merespon aksi Aiden yang menjewer telinga mereka.
Dengan setia Gio dan ponselnya mengikuti kemana mereka pergi.
"Lihat guys, ibunya udah dateng." Hebohnya sembari terkekeh geli.
Aiden menatap Gio tajam, "Matiin Yo! Atau Lo yang Gue matiin."
Gio membalikkan kamera ponselnya, sekarang layar kamera penuh dengan wajahnya. "Udah dulu ya guys, kalo nggak di matiin, kalian besok bakal tabur bunga." Katanya pada kamera.
Alan yang sudah berhasil lolos dari tahanan Aiden berteriak kegirangan.
"Aloha!!"
Ia bahkan memperagakan gerakan menggoyangkan pinggul layaknya gadis-gadis yang berada di Hawai.
Tawa Gio seketika meledak. Karena dirinya merupakan kawan yang baik, Ia merequest pada DJ untuk membawakan lagu Hawai itu.
Aiden yang sudah lelah, melepaskan Boby dari genggamannya lalu kembali duduk di sisi Elio.
Boby berlari kencang ke Alan dengan pipinya yang sengaja di kembungkan.
"Aaa! Ada Ikan buntal," Histeris Alan layaknya seorang Gadis yang butuh perlindungan.
Elio yang melihat mereka hanya bisa menghela nafas panjang, merasa frustasi. Kira-kira kapan ya semua anggotanya serius?
Saat berkelahi saja mereka sempat-sempatnya bercanda,
Ya meski candaan mereka menggelitik perut, tapi tetap saja Elio yang harus menanggung rasa malu.
__ADS_1
Ingin pura-pura tidak kenal, tapi sebelumnya Ia sudah terlanjur mengobrol dengan mereka.
___________________