School Prince, Budak Cintaku

School Prince, Budak Cintaku
"Astaga, Dia lucu." [bonus visual]


__ADS_3

______________


Hari libur habis, kini murid-murid SMA Pertiwi kembali disibukkan dengan buku-buku dan praktek-praktek yang hampir membakar otak mereka.


"Sejarah dunia adalah sejarah umat manusia di seluruh dunia, semua daerah di bumi, dirunut dari era paleolitikum atau zaman batu tua. Berbeda dengan sejarah bumi, sejarah dunia terdiri dari kajian rekam arkeologi dan catatan tertulis, dari zaman kuno hingga saat ini. Pencatatan sejarah dimulai sejak aksara dan sistem tulisan diciptakan, tetapi asal mula peradaban bertolak dari periode sebelum penciptaan tulisan, atau zaman prasejarah...."


Ibu Vera selaku guru sejarah menjelaskan secara detail tentang sejarah Dunia, sampai tidak menyadari kalau semua muridnya sudah terlelap di bangkunya masing-masing.


Agra yang merasa jenuh pun mengangkat tangannya membuat Ibu Vera menghentikan penjelasannya,


"Saya izin ke Toilet, Bu." Ibu Vera membenarkan kacamatanya agar penglihatannya dapat lebih jelas.


"Saya Agra, Bu." Lanjut Agra.


"Oh, ya sudah kamu boleh ke Toilet, tapi jangan lupa balik lagi."


Ucapan Ibu Vera membuat Agra sedikit merasa tertampar oleh kenyataan.


"Iya, Bu." Meski begitu Ia bangkit dari kursinya berjalan keluar dari Ruang Kelas.


Agra memasukkan tangannya ke dalam saku celana Abu-abunya, bibirnya senantiasa mengeluarkan siulan riang. Siswa-siswa yang kebetulan berpapasan dengannya merasa tenang mengetahui Agra sedang dalam mood yang bagus,


Mereka tidak ingin menjadi sasaran murid paling berpengaruh di SMA Pertiwi itu. Sedangkan siswi-siswi yang berpapasan dengannya terlihat memandanginya merasa terpesona.


Tapi tidak ada yang berani mendekatinya secara terang-terangan karena lawan mereka Kimberly Louly siswi berwajah imut yang menjadi rebutan anak OSIS, atau Evelyn Cathleen siswi berwajah Dewi yang menjadi primadona sekolah.


Laki-laki tampan memang selalu dikelilingi Perempuan cantik bukan? Yang wajahnya medium bisa apa?


Agra melewati mereka begitu saja tanpa tau bahu mereka semuanya sudah melemah tidak bertenaga lagi.


Kaki Agra berhenti melangkah begitu berada di depan ruang kelas yang tampak ricuh, sepertinya sedang jam kosong.


Dari jendela kelas, Agra bisa melihat Kimy yang tersenyum cerah sembari mengunyel-unyel pipi Sonia.


Kedua sudut Agra ikut terangkat, tapi sedetik kemudian senyumannya luntur saat sadar hampir semua Laki-laki yang berada di kelas memandangi Gadisnya memuja.


Tangannya terkepal kuat, berani sekali mereka menatap miliknya sampai lupa berkedip.


Terlanjur kesal Agra melangkah dengan lebar menuju ruang kelas. Karena posisinya yang berada di belakang Kimy, Gadis itu tidak menyadari kehadirannya Ia masih asik mengobrol dengan kedua temannya.


"....Leo itu sebenarnya keren, Lo pada inget nggak waktu Olimpiade kimia tahun lalu, dia yang wakilin sekolah kita loh. Terus nih ya--"


Ivy menendang kecil sepatu Kimy yang berada di bawah meja, mengodenya untuk melihat ke belakang.

__ADS_1


"Apa sih? Pokoknya kalian denger dulu. Leo itu orangnya baik banget, dulu aja--" Lagi-lagi ucapan Kimy terhenti karena teguran tidak langsung dari Ivy.


tanpa suara Ivy menggerakkan mulutnya. 'A d a, A g r a. D i b e l a k a n g L o'


Kimy secepat kilat menoleh ke belakang, benar saja, Agra berdiri di belakangnya dengan raut wajah sedingin Es Kutub Utara.


"Mampus Gue," Lirih Kimy.


_______________________


Sekarang ini, rasanya Agra ingin sekali memukul wajah Leo. Amarahnya sudah tidak dapat di sembunyikan, apalagi setelah mendengar penjelasan Kimy.


"Jadi gini loh, Sonia itu tertarik sama Leo. Nah dia nanya kalo Leo itu orangnya gimana, ya udah aku jelasin sejujurnya. Kalo Leo itu manarik, pintar, baik."


Kimy menghentikan penjelasannya melihat wajah Agra yang makin memerah akibat menahan emosi. Gadis itu menggaruk pipinya kebingungan, salahnya dimana ya?


Tiba-tiba Agra berdiri membuat Kimy ikut berdiri. "Kamu mau kemana?"


"Leo."


Kimy merentangkan tangannya menghalangi pintu Rooftop agar Laki-laki itu tidak pergi dari tempatnya,


"Minggir," Usir Agra.


Kimy menggeleng ribut, setia berada di posisinya. "Kamu mau apain Leo? Dia nggak punya salah. Aku yang salah, pukul aku aja."


"Kamu anggap aku apa sih sebenarnya? Tadi Murid baru, sekarang Leo?" Agra menatap tepat pada manik coklat cerah itu.


Gadis itu memilin roknya, tidak berani menatap balik Laki-laki didepannya. Agaknya setiap Ia mengatakan sesuatu bukannya mereda masalahnya justru membesar.


Agra menghembuskan nafas panjangnya, sebisa mungkin menahan diri agar tidak meledak di hadapan Gadisnya. Ia membimbing Kimy untuk menatapnya dengan menggenggam kedua jemarinya.


"Dengar ya sayangku, jangan bicara Laki-laki lain lagi," Agra meletakkan jemari Kimy tepat di dadanya hingga Gadis itu bisa merasakan detak jantungnya. "Di sini, rasanya sakit banget. Apalagi kamu rela di pukul demi dia."


Kimy tertegun kala cairan sebening kristal itu meluncur bebas dari mata Agra. Mendadak ingatan tentang Laki-laki itu yang dengan nekadnya datang menyelamatkannya dari cengkraman Wily seorang diri, muncul di kepalanya.


Ia berjinjit kecil menggapai wajah Agra, menghapus lembut cairan bening itu.


"Maaf.. Aku janji mau belajar jatuh cinta. Demi kamu." Mata bulat itu berbinar saat mengatakannya, meyakinkan Agra kalau Ia sungguh-sungguh dengan ucapannya.


Agra tersenyum. Laki-laki itu menunduk, menelusupkan wajahnya di pundak Gadis yang lebih pendek darinya itu.


"I love you, My Baby." Suaranya tenggelam, tapi Kimy dapat mendengarnya jelas.

__ADS_1


"I know, My Boy."


Tawa Kimy mengalun begitu melihat ujung kedua telinga Laki-laki yang berada di pelukannya memerah.


Astaga, Dia lucu.


________________________


Gedung pencakar langit berlantai 70 itu berdiri dengan kokohnya, karyawan-karyawan berpakaian rapih baik Laki-laki maupun Perempuan pergi keluar dari gedung kantor karena jam yang sudah menunjukkan pukul 11:30, yang artinya Istirahat.


Seorang Laki-laki dengan kacamata hitam bertengger di hidung mancungnya memperhatikan pemandangan itu lewat jendela raksasa di hadapannya.


"Apa kau sungguh mencintainya?"


Suara Laki-laki yang berdiri di belakangnya memecah keheningan.


Dia memasukkan tangannya ke saku celana hitam yang dikenakannya, "Kalau Iya memang kenapa?"


"Dia sepupumu."


Wily melepas kacamatanya membuat manik Emerald indahnya terlihat, ada kilatan tajam dari tatapannya.


"Itu bukan urusanmu. Tugasmu hanya membereskan Laki-laki yang berada di belakangnya."


Sekretaris Dave hanya bisa menghela nafasnya panjang, "Tapi, Laki-laki itu bukan orang biasa. Ayahnya merupakan Presiden Adirata Company, juga Ibunya adalah mantan Menteri.


"Aku tidak perduli. Jika tidak bisa menyentuhnya langsung, rusak saja dari jauh."


Dave bergidik ngeri melihat Tuannya begitu terobsesi dengan Sepupunya sendiri, hingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Dalam hati Ia merapalkan Do'a agar calon anak yang berada di kandungan istrinya tidak terkena sawan.


______________________________


...FARAS AGRATA...



...****************...


...KIMBERLY LOULY...



...****************...

__ADS_1


...WILLIAM GIDEON...



__ADS_2