School Prince, Budak Cintaku

School Prince, Budak Cintaku
Dilema


__ADS_3

_______


Ini pagi Sabtu, Kimy sudah cantik dengan kaos panjang, dan celana legging panjang, hari ini Kimy ingin pergi jogging di taman kompleks.


Begitu menyelesaikan memakai sepatunya, Kimy menuruni tangga. Mendapati Camelia yang sedang menyiapkan sarapan.


"Kamu sarapan dulu, Kim. Aunty nggak mau kamu pingsan lagi." Ujar Camelia.


"Iya, Aunty." Kimy menarik kursi untuknya duduk.


Camelia mengolesi roti dengan selai kacang lalu meletakkannya di piring Kimy.


"Aunty, nggak buat Jus Wortel?" Tanya Kimy karena Ia hanya bisa menemukan susu strawberry.


"Iya. Aunty, belum belanja jadi stok sayuran habis."


Kimy membulatkan mulutnya, Ia mulai melahap roti selai kacangnya.


"Aunty, Kim pergi jogging dulu ya.." Pamitnya saat piringnya sudah kosong.


"Jangan lama-lama ya, matahari siang panas banget."


"Iya, Aunty."


Kimy berjalan menuju pintu utama, hampir saja Ia terjengkang karena begitu membuka pintu Ia dikejutkan dengan kehadiran tamu tidak diundang.


"Agra? Ngapain Lo-- Eh, ngapain kamu di sini?" Kimy buru-buru meralat ucapannya saat reaksi wajah Agra yang berubah seram.


"Jogging,"


Kalau saja ini bukan Agra, Kimy pastikan sepatunya sudah melayang ke wajah datar Laki-laki itu. "Terus ngapain jogging ke sini?"


"Jemput kamu,"


Kimy memaksakan senyumnya, "Aku mau pergi Jogging sendiri."


"Oke,"


Kimy menatap Agra tidak percaya, kenapa semudah itu? Biasanya ucapan Agra tidak bisa dibantah. Ah masa bodo!


Kimy melewati Agra begitu saja, Ia berlari kecil di jalan lingkungan kompleksnya. Tapi kemudian Ia menengok ke belakang merasa ada yang mengikutinya, benar saja, Agra berdiri di belakangnya dengan wajah lempengnya.


"Sana pulang." Usir Kimy.


"Aku mau Jogging." Kata Agra tanpa merasa bersalah.


Kimy yang kesal kembali melanjutkan lari kecilnya, Agra mengikutinya dari belakang.


Taman kompleks ternyata ramai, banyak anak-anak yang sedang melakukan senam dan banyak orang tua muda yang membawa bayi mereka berjalan-jalan, ada juga yang membawa peliharaan mereka untuk Jogging bersama.


Mendadak Kimy merasa haus, Ia lupa membawa teperware yang sudah di siapkan nya.


Kimy menoleh merasakan sesuatu yang dingin menyentuh pipi kirinya, teperware motif panda yang sepertinya terisi air dingin ditempelkan di pipinya.


"Minum," Agra mengatakannya dengan wajah tidak ingin dibantah.


Kimy berjalan ke kursi panjang, setelah duduk Kimy memutar tutup botol teperware itu.


Agra memperhatikan Kimy yang tengah meminum air yang sebelumnya di siapkan Sava untuknya.


"Makasih ya." Kimy mengembalikan Teperware itu pada pemiliknya.


Kimy melanjutkan kembali larinya kali ini Agra berada di sisinya tidak lagi seperti penguntit mesum.


Entah sengaja atau tidak tapi Kimy merasa Agra berdiri di sisinya untuk menghalau sinar matahari yang mulai panas.

__ADS_1


Perhatian Kimy teralihkan karena ada segelintir perempuan seusianya yang juga sedang Jogging menatap Agra penuh minat bahkan ada yang membicarakannya.


"Kakaknya ganteng banget." Ujar salah satu dari mereka.


Kimy mendengus, Hei! Apa mereka tidak melihat dirinya yang jelas-jelas berada di sampingnya?


Karena kesal Kimy berlari lebih cepat, lihat saja sebentar lagi Agra akan menyusulnya lalu perempuan-perempuan centil itu akan sadar kalau Agra sudah memiliki kekasih.


Apakah ini yang dinamakan realita tidak seindah bayangan? Karena begitu menoleh ke belakang, Agra justru di kerubungi perempuan-perempuan centil itu.


Kimy menghentakkan kakinya kesal. "Sayang!!" Serunya.


Agra dan perempuan-perempuan yang sebelumnya mengerubunginya itu kompak menatap Kimy.


"Itu pacar kakak ya?" Tanya salah satu dari mereka.


Agra hanya diam tidak menjawab karena terkejut masih dengan seruan Kimy padanya. Gadis itu tidak tahu saja kalau panggilan asalnya membuat perut Agra penuh kupu-kupu.


"Iya Gue pacarnya! Jadi adik-adik yang gemes minggir ya." Sahut Kimy garang.


Kimy menarik lengan Agra yang masih menjadi patung itu.


Merasa kalau sudah jauh dari mereka, Kimy melepaskan tautan tangan mereka.


Kimy melirik Agra yang masih terkejut, "Tadi Gue nyelametin Lo dari mereka. Keren kan?"


Agra menatap Kimy dalam. "Tadi cuman pura-pura?"


Kimy yang ditatap seperti itu berkedip bingung. "Iya, nggak usah bilang makasih, Gue ikhlas."


Agra tersenyum kecut. Ia pikir Kimy merasa cemburu padanya.


Meski awan sedang cerah, tapi awan mendung hanya memayungi Agra. Dengan langkah berat Laki-laki itu melanjutkan larinya meninggalkan Kimy yang memiringkan kepalanya bingung.


_____


Camelia keheranan, sepulang Jogging keponakannya menjadi pendiam padahal sewaktu berangkat dia sangat bersemangat.


"Kamu kenapa, Kim?"


"Cuma kecapean aja, Aunty." Elak Kimy.


"Ya udah, tiduran aja di kamar, nanti Aunty bawain jus wortel."


"Makasih, Aunty."


Kimy sebetulnya sedang bingung dengan sikap Agra padanya, tadi Laki-laki itu melajukan motornya tanpa berkata apapun padanya bahkan melirik saja tidak. Aneh sekali bukan?


Drrtt..


Handphone Kimy bergetar menampilkan kontak Ivy.


"Halo?"


"Kim, Gue gabut." Lapornya.


Kimy memutar bola matanya malas, siapa lagi yang menelponnya pagi-pagi karena bosan, selain Ivy.


"Nggak jelas Lo, kaya Agra."


"Lah, emang kenapa sama Agra?"


Kimy menjatuhkan diri di kasur king size-nya, "Ya aneh, masa dia diem aja nggak pamit lagi terus pulang."


Di sebrang sana Ivy tertawa terbahak-bahak. "Itu berarti Agra lagi ngambek. Emang sebelumnya Lo ngelakuin apa?"

__ADS_1


"Jadi gini tadi--" Kimy menceritakan kejadian Agra yang di godain perempuan-perempuan centil sampai Laki-laki itu pulang tanpa mengatakan apapun.


"Pantesan ngambek. Kayanya Agra beneran suka sama Lo!"


"Masa sih Agra suka sama Gue?" Kimy menerawang, menatap langit-langit kamarnya.


"Emang Lo beneran pura-pura cemburu?"


Pertanyaan Ivy membuatnya melayang jauh pada saat itu, jujur saja Kimy merasa tidak rela saat perempuan-perempuan centil menatap Agra penuh minat apalagi mengerubungi Agra.


Ia merasa miliknya di rebut, Kimy menggelengkan kepalanya mengusir pemikiran aneh dari kepalanya.


"I-iya, Gue cuma pura-pura,"


"Gue kira cemburu beneran."


Kimy tertawa kaku, "Ya, nggak lah."


"Jadi Lo sukanya sama Elio?"


Kimy mengerutkan keningnya. "Kenapa jadi bahas Elio? Dapet konspirasi dari mana Lo?"


"Ya.. Kemarin kan Lo di gendong sama Elio kaya di Drakor-drakor gitu, siapa tau Lo sukanya dia?"


Mata Kimy melebar, "Di gendong?!"


"Iya, Gosipnya tadi hot banget kaya Andreas! Tapi tiba-tiba hilang gitu aja, Gue nggak tau kenapa. Gosipnya juga ke kubur sama foto Saskia di hotel bareng om-om."


Kimy menghela nafas lega, tapi Ia juga tidak menyangka kalau teman sekelasnya bisa terlibat hal seperti itu.


Ketukan pintu terdengar, wajah Camelia melongok ke dalam, Kimy tersenyum geli melihat aksi Aunty nya.


"Di sini ya, Jus Wortelnya." Camelia meletakkan gelas berisi cairan kental berwarna oranye itu di nakas samping kasur Kimy.


"Makasih, Aunty. "


Camelia mengangkat jempolnya lalu keluar dari kamarnya.


Kimy mendengar curhatan Ivy tentang Andreas, sambil sesekali meminum Jusnya.


Kimy heran sebenernya tenggorokan Ivy kering tidak? Terus menyerocos panjang lebar, akhirnya Ivy berhenti berbicara, tapi kemudian terdengar isak tangis dari sebrang sana.


Kimy terkejut sekaligus panik, kenapa tiba-tiba Bocah itu menangis.


"Eh! Lo kenapa?"


"Kim, Gue baru sadar ternyata Andreas beneran suka sama Sonia. Gue harus apa coba? Gue sayang mereka berdua."


Kimy menghela nafas, Ia juga bingung karena tidak pernah terlibat cinta segitiga dan tidak ingin merasakannya. Tapi kasian juga Ivy.


"Lo coba Move on aja, Vy. Cinta nggak bisa di paksain."


Tangisan Ivy makin kencang bahkan Kimy sampai menjauhkan handphone dari telinganya karena berpotensi merusak gendang telinganya.


Puas menangis, Ivy dengan sesegukan menyatakan niatnya.


"G-gue bakal c-coba move on, s-seperti kata Lo. Bantuin Gue ya Kim?"


"Pasti dong, Lo kan bubu Gue."


"G-gue kira Lo m-mau ngomong babu."


Kimy dan Ivy kompak tertawa bersama. Secara tidak sadar mereka menertawakan kebodohan mereka perihal Laki-laki.


_________

__ADS_1


__ADS_2