
Sesampainya dirumah.
"Assalamualaikum" ujar dito sambil membuka pintu rumah nya yang tidak terkunci.
Dito melihat ayah nya sedang berbaring di atas sofa kecil.
Seperti nya pak ramzi itu sangat lelah karena bekerja seharian. Beliau bukan hanya bekerja di bengkel kecil nya saja, tetapi mencari kerja sampingan juga. Biaya sekolah dito cukup mahal, jadi tidak akan cukup jika hanya mengandalkan usaha bengkel kecil-kecilan nya itu.
Dito tidak membangun kan pak ramzi dari lelap nya tidur. Dito melangkah kan kaki nya menuju kamar, kemudian dia berganti pakaian dan makan malam didapur. Dito menemukan di balik tudung meja makan, hanya nasi dan satu ekor ikan yang sudah di masak oleh pak ramzi.
"Ayah udah makan belom ya?"
gumam dito melihat di balik tudung hanya sisa satu ekor ikan saja.
"Sudah pulang nak?" ujar pak ramzi sambil membelalakkan mata nya menahan kantuk.
"Sudah yah.. ayah sudah makan?" tanya dito sambil menyuap nasi ke mulut nya.
"Sudah nak, ayah sudah makan tadi sore sebelum kamu pulang." jawab pak ramzi beralasan.
Padahal pak ramzi hanya makan siang tadi saja. Sore atau pun malam ini dia tidak makan, karena lauk tidak mencukupi dan uang yang pak ramzi miliki pas-pas an hanya sisa untuk makan besok.
Dia lebih memilih menahan lapar.
Yang penting anakku kenyang.
Krukkkk....krukkk....krukkk
tiba-tiba suara itu muncul dari dalam perut pak ramzi, dito bertanya tanya.
__ADS_1
"Yah, ayah benar sudah makan?" tanya dito mendengar suara keroncong.
"Ss..sudah nak, tadi suara ayah bersendawa." jawab pak ramzi lagi-lagi beralasan.
"Baiklah yah, jaga kesehatan ayah ya" ujar dito
Pak ramzi mengangguk lalu tersenyum, sambil berjalan masuk ke dalam kamar nya. Lalu sekejap melihat foto alm. istrinya.
"Anak mu sudah besar bu, tapi aku belum bisa mencukupi kebahagiaan nya layak nya seperti remaja lain." gumam pak ramzi sambil mengusap- usap foto istrinya, tak terasa kristal air di pelupuk mata menumpuk.
Setelah selesai makan, dito kembali ke dalam kamar nya, Membaringkan tubuh nya. Dia teringat akan nomor ponsel yang di berikan tara kepadanya tadi siang.
Dito mengambil ponsel nya di atas meja samping ranjang nya.
Dia mencari kontak yang tak lain menunjukan nama tara.
Sementara dirumah nya, tara sedang mengerjakan PR. Tara anak yang pintar dan rajin, dia mendapat gelar siswa unggulan.
Paling juga pesan grub, mana mungkin yang lain.
Tara melihat ke layar ponsel nya, ada pesan WhatsApp masuk dari nomor tidak di kenal.
"Assalamualaikum ra...udah tidur belom?
"Waalaikumsalam, ini siapa y?"
"Hemm masa gak kenal aku sih?"
"Enggak. Plis deh gue gak suka basa-basi"
__ADS_1
"Ini dito ferdinan."
"Astaga dito, sorry to nomor kamu belum aku save jadi gak ada namanya."
"Iya ra gak papa kok, kok kamu belum tidur?
"Lagi ngerjain PR to, kamu sudah?
"Aduh aku belum ngerjain, lupa ra."
"Kerjain lagi to, kita kan bentar lagi lulus jadi harus rajin-rajin ngerjain tugas."
"Yaudah aku ngerjain dulu ya ra"
"Eh iya kamu jangan tidur larut malam ya, seeyou"
"Good night ra"
"Besok aku jemput"
"Iya to bye, good night to."
Dito kembali meletakkan ponsel di atas meja.
Akan ku perjuangkan kamu, dengan segenap raga dan jiwa ku.
Dito berkata dalam hati sambil tersenyum tidak henti-henti. Lalu dia segera mengerjakan PR yang di berikan.
Sementara tara memeluk ponsel yang ada di gengaman nya lalu tersenyum senang
__ADS_1
Belum pernah aku merasakan jantung ini berdetak dengan kecepatan begitu dasyat.