Sebuah Usaha Mencintai Dan Melupakan

Sebuah Usaha Mencintai Dan Melupakan
Chapter 6 -Keterlambatan


__ADS_3

Hari telah pagi, Tara melihat jam di handpone nya sudah menunjukkan pukul 07.15.


Tara terkejut, dia segera bangkit dari tempat tidur nya, lalu pergi ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk berangkat sekolah.


"Ibuuuuu...kok gak bangun in Tara sih?" Teriak Tara menghampiri ibu nya yang sedang masak di dapur.


"Tadi sudah ibu bangun kan Ra, kamu nya saja yang susah di bangun kan.Jadi pikir ibu kamu hari ini tidak sekolah dulu." Ujar ibu Rani menoleh ke arah Tara.


"Hufff ayah mana bu?" Tanya Tara menghembuskan nafas nya.


"Ayah mu sudah berngkat kerja dari tadi Ra" Jawab bu Rani sembari memasak.


"Yahh aku berangkat sekolah sama siapa dong bu?" Tanya Tara sambil memakai kan sepatu di kaki nya.


"Naik grab aja Ra, lagian kamu tidak mau kan kalo naik mobil pribadi mu itu. Sudah sana cepat berangkat nanti kamu terlambat." Ujar bu Rani lalu mematikan kompor nya.


"Yeahhh emang sudah terlambat bu. Tara naik angkutan umum aja biar cepet." Jawab Tara memanyunkan bibir nya.


Lalu Tara berpamitan pada ibu nya, dan pergi menuju sekolah naik angkutan umum saja yang sudah stand by didepan rumah nya. Daripada naik mobil grab akan membutuhkan waktu lama untuk menunggu. Tara anak yang sederhana tidak mau kelihatan mewah dimata orang.


Sementara dirumahnya Dito masih terbaring di tempat tidur. Dito tidak pernah bersemangat untuk pergi kesekolah.


"Dito...bangun nak apakah kamu tidak pergi sekolah hari ini?" Tanya pak Ramzi menggoyang-goyang kan tubuh Dito.


"Haaaah.....kenapa sih yah?" Tanya Dito dengan suara khas bangun tidur sambil mencoba membuka mata nya.


"Bangun nak, berangkatlah sekolah. Derajatmu harus lebih tinggi dari ayah yang hanya seorang supir taxi." Ujar pak Ramzi lalu melangkahkan kaki nya keluar kamar.

__ADS_1


Dito termenung sebentar, dia sadar bahwa ayah nya susah payah mencari uang hanya untuk dia ber sekolah.


Dito pun mandi, dan bersiap-siap berangkat sekolah.


Tara membuka ponsel nya. Ada notif pesan masuk.


Maya: Ehh Ra kemana lo? gak sekolah apa?


Tara: Iya May gue telatt, Btw udah ada guru?


Maya: Ya jelas udah lah May, ini gue chat lo


aja keluar kelas dulu.


Tiba-tiba angkutan yang di naikki Tara seketika berhenti.


"Aduh maaf semua nya, angkot saya seperti nya mogok." Ujar pak supir itu.


Lalu semua penumpang yang ada di angkot itu turun. Sementara Tara kebinggung an dia sudah terlambat di tambah lagi angkutan yang ia naikki mogok.


Tiba-tiba Dito muncul di hadapan Tara.


"Kenapa disini?" Tanya Dito melihat Tara lalu memberhentikan motor nya.


"Emmm iya, tadi gue naik angkot terus mogok." Jawab Tara linglung tiba-tiba saja Dito ada dihadapan dia.


"Ohhh yasudah ayo berangkat bareng aku aja."

__ADS_1


Ujar Dito. Lalu Tara mengangguk dan menaikki motor Dito. Dito melajukan motor nya.


"Kok baru berangkat To?" Tanya Tara penasaran.


"Iya tadi kepala ku sedikit pusing jadi kebangun agak siang." Jawab Dito beralasan.


Taraa mengangguk mengerti, Tara tipe cwek yang tidak suka basa-basi kepada orang yang baru di kenal.


"Kamu kenapa naik angkot Ra, gak naik mobil pribadi aja?" Tanya Dito.


"Iya tadi nya gitu mau berangkat bareng ayah, tapi di tinggal." Jawab Tara.


"Kamu berangkat sekolah bawa motor, panas-panas, ujan-ujan an padahal kan kamu ada mobil?" Ujar Dito kemarin waktu menghantar Tara dia melihat ada 2 buah mobil di depan rumah nya.


"Gue lebih suka naik motor aja" jawab tara.


C**antik, sederhana aku suka


Tak lama tibalah di sekolah. Dito dan Tara segera berlari menuju kelas nya berharap mereka tidak bertemu pak Suripto (guru BK).Pak Suripto ini di kenal guru yang galak dan sangat di takuti oleh semua siswa.


"Mau kemana kalian!" Tiba-tiba suara itu menghentikan langkah Dito dan Tara.


Dito dan Tara menoleh ke belakang. Yang tidak lain suara itu adalah pak Suripto.


Dito dan Tara terkejut, jantung mereka berdetak sangat kencang.


"Kalian tahu! Ini jam berapa? kenapa baru sampai di sekolah!" Ujar pak Suripto dengan suara lantang.

__ADS_1


__ADS_2