Sebuah Usaha Mencintai Dan Melupakan

Sebuah Usaha Mencintai Dan Melupakan
Chapter 25 -Pertengkaran


__ADS_3

Jemi memutuskan untuk pergi ke kafe menikmati kopi, sambil menunggu Tara pulang dari sekolah nya.


Calon dokter masa jadi pengawal gini sih. Huhhh!


Kebetulan hari ini jamkos, Tara dan Dito menghabiskan waktu mencari Maya.


"Ra, udah nanti kita pergi ke rumah Tara aja, aku capek keliling sekolah ini tapi semua pada gak tau Maya dimana."


"Yaudah deh, lagian bentar juga kan jam pulang."


"Yuk balik ke kelas."


Jemi tertidur di kafe itu masih dengan sisa secangkir kopi di atas meja. Pegawai membangunkan Jemi karena sudah 3 jam Jemi tertidur di kafe itu.


Jemi terperanjak, dia segera bergegas melajukan mobil nya kembali untuk menjemput Tara di sekolah.


Setiba nya di depan gerbang sekolah, Jemi melihat Tara pulang bersama laki laki. Jemi memutuskan untuk mengikuti nya saja.


"Ra, kamu gak mau makan dulu? dari tadi pagi kamu belum makan."


"Enggak To, aku khawatir sama Maya. Kita langsung kerumah Maya aja ya."


"Siappp bosku." Dito terus melajukan motor nya menuju rumah Maya.


"Ra kalau aku yang hilang, kamu bakal sepanik ini?"


"Ditoooo Ferdinann, kalau kamu yang hilang aku pastiin aku juga akan ikut hilang."


"Jangan dong Ra, kalau kamu hilang juga terus siapa yang cari aku. Aku gak mau di cariin orang lain selain kamuu."

__ADS_1


"Tuhkan rese, mulai gombal nya deh."


"Tapi kamu suka kan, tuh senyum senyum gitu." Dito melihat kaca spion disitu ada pantulan wajah Tara.


"Hemmm."


Dito curiga dengan mobil yang sedari tadi mengikuti nya.


Sampai tepat di depan rumah Maya yang tertutup pagar, Dito dan Tara mengucapkan salam. Sedang kan Jemi melihat dari kejauhan.


Wahh ngapain tuh Si bocah lebay sama cowok nya, nyewa kos kosan?


Dito terus memperhatikan mobil yang mengikuti nya tadi, Dito sudah terlalu geram dia merasa risih.


"Ehhh Woi keluar lo!" Teriak Dito mendekat ke mobil Jemi.


"Jadi nih orang tau gue ngikutin dia." gumam Jemi.


Tara melihat Dito menghampiri seseorang yang ternyata Jemi, Tara panik ia langsung menghampiri Dito dan juga Jemi.


"Kenapa lo teriak teriak depan mobil gue."


"Gak usah pura pura gak tau deh lo! Kenapa lo ngikutin gue hah!!" Ujar Dito dengan nada tinggi.


"Kok lu nyolot! Lo gak suka sini baku hantam anjing!"


"******* lo!"


Terjadi lah perkelahian antara Dito dan Jemi, walaupun Dito dikenal anak yang tak suka berkelahi tapi jika dia diusik maka Dito tidak akan tinggal diam.

__ADS_1


Tara yang melihat perkelahian itu merasa takut serta panik. Ia mencoba menghentikan nya, sampai Tara jatuh pingsan akibat pukulan dari Jemi, seharus nya mengenai Dito tapi malah Tara yang jadi sasaran.


"******** lo!"


Sembari menghapus keringat yang bercucuran, Dito tertunduk melihat Tara jatuh pingsan, dengan sedikit berlumur darah di bagian kepala nya. Dito segera membawa Tara menuju klinik terdekat.


Jemi merasa bersalah, ia terus mengikuti Dito kemana akan pergi.


Sampai di klinik, Tara segera dibawa ke ruang penanganan.


"Ngapain lo masih disini!" Dito emosi.


"Sorry, gue gak bermaksud buat Tara begitu."


"Hah? Jadi lo kenal pacar gue? Dari mana lo tau. Jangan jangan lo selalu ngikutin dia ya hah! Jawab gue!!" Sudah begitu emosi Dito menarik kerah baju Jemi.


"Jangan salah paham ya lo! Tara itu di jodohin sama gue!" Jemi menangkas tarikan Dito di kerah baju nya.


"Gak usah bulshittt lo! Dari tadi lo ngikutin gue sama Tara, sekarang lo ngaku kalau Tara dijodohin sama lo! Mau lo apasih, dasar gilak!!"


"Seterah lo mau percaya apa enggak. Tanya aja langsung sama Tara nya."


Dito terdiam, dia tidak percaya dengan apa yang di katakan Jemi. Sampai akhirnya dokter selesai menangani Tara.


"Dok, gimana keadaan pacar saya."


"Dia sudah baik, tadi meminta Dito untuk masuk ke dalam."


Dito segera bergegas masuk ke ruang rawat itu, diikuti dengan Jemi.

__ADS_1


"Yang di minta Tara masuk itu cuman gue, jadi harap kesadaran diri!"


Jemi menghentikan langkah nya dan memutuskan untuk menunggu di luar saja.


__ADS_2