Sebuah Usaha Mencintai Dan Melupakan

Sebuah Usaha Mencintai Dan Melupakan
Chapter 26 -Penjelasan


__ADS_3

Tiba di dalam ruang rawat Dito melihat Tara terbaring, memejamkan mata nya menahan sakit.


"Ra masih sakit?" Dito menghampiri Tara, membelai puncak rambut Tara.


"Aku gak papa To, udah agak mendingan kok."


"Jangan bohong sama aku, aku panggil dokter ya."


"Gak usah To, kamu disini aja udah cukup buat ngobatin rasa sakit aku."


Dito tersenyum lalu menarik kursi duduk menemani di sisi Tara, dan menggenggam tangan nya.


Terlintas di benak Dito tentang apa yang di katakan Jemi kepadanya.


"Ra, kamu kenal laki laki yang bertengkar dengan ku tadi?"


"Eeenggakk, aku gak kenal dia siapa."


"Kamu jawab jujur dan aku masih disini atau kamu berbohong aku akan pergi" Masih dengan suara halus.


"Bener To, aku gak kenal."


"Jawab!" Suara Dito di tinggikan.


"Kamu kok gini sih To?" Tara kelihatan sedih.

__ADS_1


"Aku gini karna aku sayang Ra sama kamu aku takut kehilangan kamu, sekarang CTA aja. Aku udah tau dari Jemi Jemi itu." Dito pergi meninggalkan Tara sendiri diruangan itu, Tara mencoba mencegah nya tapi tidak bisa.


"Ditoooooo, aku jelasin semua nya jangan tinggalin aku hiks hiks.." Tara menangis tersendu sendu.


Dito melihat Jemi masih menunggu di depan ruang rawat, ia menghampiri Jemi. Dito merasa kesal sekali ia menggepal kan tangan nya, lalu menonjok kan nya ke arah wajah Jemi. Tentu saja Jemi merasa terkejut.


"Eh apaa apa an sih lo!" Jemi mengusap sedikit darah di bagian tepi mulut nya.


"Puas lo hancurin hubungan gue sama Tara! Anjingg!" Dito semakin kesal dia kembali menonjok Jemi semakin kuat. Sampai akhirnya Jemi tidak bisa apa apa selain melawan. Perkelahian pun terjadi, perawat yang ingin memeriksa Tara melihat kegaduhan itu segera memanggil keamanan (Security). Dito dan Jemi di seret keluar dari klinik itu.


"Udah lepas gue bisa jalan sendiri." Ujar Dito melepaskan tarikan pak security itu, begitu juga dengan Jemi.


Dito melajukan motor nya, ntah akan pergi kemana, tidak ada tujuan. Dito merasa sangat kecewa ia sakit hati dengan apa yang sudah Tara lakukan kepada nya, walaupun ia belum mendengar penjelasan dari Tara.


"Hallo om."


"Hallo nak Jemi?"


"Om lagi dimana?"


" Di kantor nak, ada apa ya?"


"Om Bisa ke klinik Gigi Dentassure, sekarang om."


"Kenapa nak, siapa yang sakit?"

__ADS_1


"Tara om, nanti aku jelasin disini gimana kejadian nya, om cepet kesini ya!"


"Baiklah, om akan segera kesana."


*****


*Haduh haduh anakku Tara." Gumam pak Santoso panik. Ia menghubungi istri nya untuk segera ke klinik itu. Bu Rani bergegas pergi dengan keadaan begitu panik.


Tara terbangun dari tidur nya, masih dalam keadaan lemas. Tara melihat Jemi di samping nya sedang duduk bersandar memejamkan mata nya.


"Woiiii!" Teriak Tara begitu kesal melihat wajah Jemi.


Jemi terperanjak dari tidur nya, ia terkejut.


"Kebakarannnnn." Teriak Jemi.


"Apaan sih lo! Gue mau tanya sama lo. Ngomong apa lo ke cowo gue?"


"Gue gak ngomong apa apa kok."


"Jawabbbbb! Lo sengaja mau hancurin hubungan gue, bukan nya lo gak suka tentang perjodohan ini!"


"Iya gue emang gak suka, tadi cowo lo emosi sama gue. Dia mendesak gue buat ngaku kalau gue ini siapa lo. Gue gak bisa apa apa selain jawab kalau lo dijodohin sama gue."


"Ohhhhh shitttt! Stupiddd, stupid you. Stupidddd!" Tara kesal dan terus memukul dada Jemi. Tiba tiba pak Santoso dan bu Rani datang.

__ADS_1


__ADS_2