Sebuah Usaha Mencintai Dan Melupakan

Sebuah Usaha Mencintai Dan Melupakan
Chapter 19 - Bertemu lagi


__ADS_3

Malam hari telah tiba ketika Tara sudah kembali ke rumah, ayah dan ibu nya sudah menunggu diruang tamu.


Tara mengucapkan salam lalu mencium punggung tangan pak Santoso dan bu Rani.


"Duduk dulu Ra." Ujar pak Santoso.


"Aku capek yah, mandi dulu ya."


"Sebentar ada yang mau ayah bicarakan kepada mu." Ujar pak santoso sedikit kaku.


Tara mengikuti perintah ayah nya itu, lalu duduk di samping ibu nya.


"Nanti keluarga pak Darma sahabat ayah, akan kemari."


"Yaudah lah ayah gak papa, terus masalah nya sama aku apa?" Tanya Tara penasaran.


"Emmm anak nya akan di joo....." Belum selesai pak Santoso berbicara, terdengar suara ketukan pintu.


"Biar ayah saja yang buka pintu nya."


"Ayah mau bicara apa sih buk??"


"Ntahlah ibu juga tidak tahu." Jawab bu Rani mengelak dia tidak bisa membuka mulut nya untuk menyakiti hati putri semata wayang nya itu.


Pak Santoso membuka kan pintu, nampak lah dua orang laki laki yang tak lain pak Darma dan putra nya yang bernama Jemi Satria.


"Wahh apa kabar mu Sahabatku." Ujar pak Santoso memeluk pak Darma dengan penuh rasa persahabatan.

__ADS_1


Lalu Jemi mencium punggung tangan pak Santoso.


"Ayo silahkan masuk." Pak Santoso mempersilahkan kedua nya masuk.


Sampai di ruangan tamu terkejut Tara melihat yang datang pria menyebalkan di kafe tadi siang. Begitu pula dengan Jemi dia terkejut melihat Tara. Ingin rasanya Tara membalas perlakuan nya tadi tapi dia membungkam mulut nya. Fikirnya nanti akan dia selesaikan berdua dengan si resek itu ketika tidak ada ayah dan ibu nya.


"Tara ayo pergi mandi dulu, dana pakai baju yang sudah ibu siapkan di atas tempat tidur mu." Bisik bu Rani


"Loh emang mau ada acara buk?"Tara penasaran.


"Sudah cepat pergi ke kamar mu dan mandi."


Tara mengikuti perintah ibu nya, lalu melangkah kan kaki menuju kamar nya, sementara Jemi terus memperhatikan Tara dengan tatapan sinis.


Kenapa gue ditakdirkan bertemu dengan nya lagi aghhhh!


"Saya Jemi Satria." Ujar Jemi


Pak santoso dan Ibu rani tersenyum.


"Iya maklum lah om bertemu dengan mu dulu waktu kau masih bayi, ya kan Dar." Ujar pak Santoso menatap pak Darma.


"Iya sudah lama sekali, dari rambut masih hitam kinclong, dan kulit kencang. Sampai sekarang rambut memutih, dan kulit sudah keriput hahahaaha." gurau pak Darma.


Semua tertawa terbahak bahak.


"Ini sahabat papa Jem, sudah lama sekali sejak kami masih kecil." Ujar pak Darma.

__ADS_1


Jemi mengangguk mengerti.


"Nak Jemi sudah wisuda?" Tanya pak Santoso.


"Sudah om."


"Lulusan ?" Tanya pak Santoso lagi.


"Fakultas kedokteran om."


"Wahhh hebat anak mu ini Dar, seperti kamu."


"Hahaha kalah aku dengan dia San." Ujar pak Darma menepuk bahu Jemi.


Lama berbincang bincang melepas rasa rindu pak Santoso, bu Rani dan sahabat serta putra nya, Tara turun dari tangga. Memakai gaun berwarna pink yang sudah ibu nya siapkan.


Kenapa harus ribet gini sih, pakai gaun segala, emang ada yang nikah apa.


Gumam Tara dalam hati.


Semua mata tertuju pada Tara yang melangkah menuruni anak tangga.


"Cantik sekali anak mu San." Ujar pak Darma.


Pak Santoso dan ibu Rani tersenyum.


Cantik dari mana cewek tomboy di kafe tadi yang udah berani nya maki maki gue!

__ADS_1


__ADS_2