Sebuah Usaha Mencintai Dan Melupakan

Sebuah Usaha Mencintai Dan Melupakan
Chapter 20 -Kenyataan pahit


__ADS_3

Ibu Rani dan Tara menyiapkan hidangan makan malam yang di bantu bibi Rumi, pembantu baru dirumah pak Santoso yang baru saja datang tadi siang.


Bik Rumi memberi tahu kepada pak Santoso bahwa makanan sudah siap.


Pak Santoso mengajak pak Darma dan Jemi untuk ke meja makan, menikmati makan malam.


"Jem apakah kamu sudah berkenalan dengan Tara calon istri mu?"


Uhuk...uhukkk..


Jemi terkejut mendengar perkataan papa nya itu. Minuman yang baru saja Jemi tegukan ke mulut nya, rasanya ingin ia semburkan keluar lagi. Tara pun ikut terkejut, dia telpelonggo tidak percaya akan perkataan pak Darma.


"Tidak mungkin." Gumam Tara

__ADS_1


"Kenapa tidak mungkin Ra, semuanya sudah om dan ayah mu yang bicarakan" Tanya pak Darma sementara Jemi masih binggung dengan semua ini.


Tara lari meninggalkan meja makan itu dengan mata yang berkaca kaca. Dia pergi menuju halaman belakang disana terdapat kolam dan pepohonan yang sejuk. Tara duduk di bangku lalu menangis tersendu sendu, dia memengang ponsel nya dan menatap layar walpaper foto dia dengan Dito.


Keadaan di ruang makan hening, pak Santoso mencoba menjelaskan bahwa dia belum sempat memberi tahu tara tentang perjodohan ini, pak Darma mengerti. Jemi terus bertanya tanya kenapa ayah nya melakukan perjodohan ini.


Sementara bu Rani menghampiri Tara dan mencoba menjelaskan.


"Ra, maafkan ibu dan juga ayah mu." Ujar bu Rani duduk di sebelah Tara lalu memeluk nya.


"Maafkan ibu dan juga ayah mu Ra, apa yang di katakan pak Darma itu benar. Ayah mu dan pak Darma sudah menjanjikan semua ini."


"Tidakkk, bagaimana mungkin. Aku masih sekolah bu, bahkan kelulusan ku saja masih 8 bulan lagi. Kenapa ayah melakukan itu semua. Kalian jahatttt hiks.. hiks.." Ujar Tara melepaskan pelukan ibu nya.

__ADS_1


"Tapi Ra... " Bu Rani ingin menceritakan tentang penyakit yang di derita pak Darma. Bu Rani teringat bahwa pak Darma melarang menceritakan nya. Jikalau Jemi tahu pasti akan mengobati nya dan membawa nya keluar negeri, itu akan menghabiskan biaya yang cukup mahal. Dan jika Tara juga tahu tentang penyakit pak Darma, nanti Tara akan melakukan perjodohan itu dengan rasa kasihan.


"Tapi kenapa bu? Apa ibu tega membiarkan ku bersama laki laki yang bahkan tidak aku kenal dan tidak aku cintai sama sekali. Ibu tahu kan kalo aku mencintai Dito."


Bu Rani hanya terdiam dia binggung harus berkata apa lagi. Disatu sisi dia tak tega melihat anak nya bersedih seperti itu, tapi disisi lain dia tidak bisa berbuat apa apa.


"Tinggalkan aku sendiri disini bu."


"Baiklah, menangis lah nak sepuas mu. Maaf ibu tidak bisa melakukan apa apa ini sudah keputusan dan perjanjian dari ayah mu dan pak Darma." Lalu bu Rani beranjak pergi dan kembali keruang makan, menjelaskan bahwa Tara belum bisa menerimanya.


Pak darma memaklumi kalo Tara belum bisa menerima, apalagi dengan umur nya yang masih muda.


"Yah, om, tante. Jemi permisi ke belakang dulu ya." Ujar Jemi meninggalkan meja makan.

__ADS_1


Pak Santoso, bu Rani dan pak Darma melanjutkan makan malam itu.


Dimana wanita itu, aku harus bicara kepadanya.


__ADS_2