
Malam hari tiba, tepat pada pukul 7 dito menjemput tara dirumah nya. Walaupun dengan mengendarai motor butut, tapi dito percaya tara menerima apa ada nya.
Tara membuka pintu diikuti pak santoso, dan bu rani, sudah ada dito berdiri di depan teras rumah nya.
Dito berjalan mendekat pak santoso dan bu rani kemudian mencium punggung tangan mereka, lalu meminta izin untuk mengajak tara jalan.
"Selamat malam om, tante" ujar dito sedikit malu malu.
"Malam. Mau pergi kemana?" tanya pak santoso dengan nada suara seperti tidak menyetujui kepergian dito dan tara.
"Jalan jalan keliling kota aja om, pulang nya gak larut malam kok" jawab dito dengan sopan.
"Sudah yah, biar kan saja mereka sudah besar." ujar bu rani memengang pundak pak santoso.
"Yasudah hati hati ra, ingat to jaga anak om ini ." pesan pak santoso
"Baik om"
Lalu tara dan dito pergi menyusuri jalanan kota.
__ADS_1
Sementara dirumah pak santoso dan bu rani sedang binggung memikirkan perjanjian perjodohan itu. Mereka berfikir jika mereka mengatakan kepada tara, pasti tara akan menolak nya. Apalagi sekarang tara sudah dekat dengan dito.
"Bagaimana ini yah, apa kita akan tetap mengatakan kepada tara dan melanjutkan perjodohan itu." tanya bu rani binggung.
"Kita harus tetap melakukan nya, ayah sudah terikat janji dengan pak darma."
"Kapan pak darma kembali ke jakarta yah?"
"Kemarin dia habis menelpon ku, dan mengatakan bahwa minggu depan akan kembali kesini."
Bu rani mengangguk mengerti, sambil memikirkan perasaan putri semata wayang nya.
"Apakah putra pak darma sudah wisuda dari kuliah nya yah?"tanya bu rani.
"Setahun yang lalu seinget ayah pak darma berkata bahwa putra nya 1 tahun lagi menyelesaikan kuliah nya. Jadi tahun ini mungkin sudah wisuda buk." ujar pak santoso menjelaskan kepada bu rani.
Di perjalanan mengelilingi kota, dito merangkai kata kata yang tepat mengenai perasaan nya kepada tara.
Sementara barang surprise yang ingin di berikan kepada tara, di simpan oleh dito di bawah jok motor nya. Supaya tara tidak melihat nya.
__ADS_1
"Kita mau kemana to? keliling keliling doang nih?" tanya tara sedari tadi hanya berkeliling menyusuri jalanan kota jakarta itu.
"Iya ra mampir makan malem dulu yuk, kamu mau makan apa?"
"Aku mah apa aja to, ngikut kamu aja" jawab tara tersenyum
Terlintas di benak dito, bahwa di dekat jalanan yang ia lewati ini, ada tempat makan sederhana tapi rasa nya sangat enak.
Dito menghentikan motor nya.
"Makan disini aja ya ra, kamu mau kan?" tanya dito.
"Iya to mau dong, seperti nya makanan nya enak, bukti nya ramai sekali pengunjung yang makan di sini." Jawab tara dengan antusias, karena sebenarnya dia sudah sangat lapar.
Tara dan dito melangkah kan kaki nya menuju tempat makan emperan dipinggir jalan itu. Lalu memesan makanan, dua porsi pecel lele dan dua minuman es jeruk.
Dito dan tara menghabiskan makanan nya dengan lahap, emang benar makanan di warung itu sangat enak.
Setelah selesai menghabiskan makan malam, dito dan tara kembali melajukan motor memecah jalanan kota yang ramai.
__ADS_1
Dito berniat mengajak tara pergi ke taman kota. Di sana terdapat suasana yang nyaman, cocok sekali untuk menghabiskan malam yang indah.