Sebuah Usaha Mencintai Dan Melupakan

Sebuah Usaha Mencintai Dan Melupakan
Chapter 17 - Murah tapi berharga


__ADS_3

Dito menyantap makanan yang telah tersedia di atas meja. Sambil menunggu tara keluar dari toilet, dito pergi ke area parkir untuk mengambil barang yang ingin di berikan kepada tara.


Setelah dito kembali masuk, di sana sudah ada tara. Dito menyembunyikan barang yang ingin ia berikan itu dibalik punggung nya.


Dito menghampiri tara, dengan langkah kaki pelan pelan agar tara tidak mengetahui.


"Mana sih dito." gumam tara sambil menyantap makanan dimeja.


"Taraaaa" teriak dito dari belakang tubuh tara lalu menyodorkan barang itu tepat di hadapan wajah tara.


"Wahhh apa ini sayang, bagus banget.Lucu!!" ujar tara dengan ekspresi gemas melihat di dalam kaca plastik ada 2 buah patung yang menggambar kan seorang wanita dan pria saling berpelukan. Dihiasi dengan danau dan lampu lampu kecil. Persis seperti kejadian semalam waktu dito mengungkapkan perasaan nya kepada tara


"Ini buat kamu, terimakasih ya sudah mau menerima aku dengan apa ada nya. Walaupun barang ini tidak mahal dan mungkin terlihat biasa aja. Tapi ketahuilah ra, aku sangat mencintai mu." Ujar dito kemudian menggenggam tangan tara.

__ADS_1


"Aku pun mencintai mu, ini baguss, lucu aku suka to." ujar tara tersenyum bahagia.


"Belum pernah aku mencintai laki laki sekuat aku mencintai mu to. Jadi ku mohon jangan pernah kau patahkan hati yang mencintai mu dengan tulus dan apa adanya." Ujar tara


Dito tersenyum bahagia mendengar apa yang di ucapkan tara.


"Tak akan pernah bisa aku mematahkan hati mu ra. Jikalau hati mu nanti patah, percayalah hati ku ikut patah bersamamu."


Lalu tara memeluk dito dengan erat, begitu pun dengan dito dia sangat mencintai tara dengan segenap jiwa dan raga nya.


Dito melepas kan pelukan nya, dia merasa bahwa tara sedang menangis.


"Sayang, kenapa nangis?" ujar dito lalu mengusap air mata yang jatuh di pipi tara.

__ADS_1


"Gak papa to, cuman keinget aja dulu sebelum kamu pernah ada seseorang yang katanya cinta banget sama aku. Tapi akhirnya dia pergi to, hiks hiks." ujar tara tersendu sendu.


Dito mendekatkan wajah nya ke wajah tara, sambil menghapus air mata yang jatuh.


"Dengerin aku ra, semua manusia itu berbeda beda, dan aku bukan dia ra. Kalo dia pergi gitu aja ninggalin kamu tanpa kejelasan. Itu artinya dia gak cinta sama kamu. Kamu gak pantes nangis buat dia apalagi sampe kamu inget inget lagi. Disini udah ada aku ra, percaya sama aku. Kalaupun nanti aku pergi, kepergian ku bukan karena kemauan ku. Tapi alam yang sudah memisahkan kita."


Tara terharu mendengar apa yang di katakan dito, dia memeluk dito dengan erat, dito membalas pelukan itu.


"Sudah mari aku akan mengajak mu ke suatu tempat ra." ajak dito melepaskan pelukan nya dan berdiri. Tara mengikuti nya sambil menggandeng lengan dito.


Dito melajukan motor nya ke suatu tempat tak jauh dari kafe itu. Tempat itu berada di atas jembatan dengan ketinggian dan di bawah tempat itu terdapat jalanan yang sudah tak terpakai lagi. Tidak ada kendaraan yang melintas di jalan itu. Tapi ketika berada di tengah tengah ketinggian itu, terdapat pemandangan yang amat sangat indah.


"Kenapa kamu bawa aku kesini to?" tanya tara

__ADS_1


"Udah ikut aja yuk." dito menggenggam tangan tara lalu berjalan beriringan.


"Tempat nya mainstream banget, aku takut." tara memeluk dito. Karena sebenarnya tara takut sekali pada ketinggian.


__ADS_2