Sebuah Usaha Mencintai Dan Melupakan

Sebuah Usaha Mencintai Dan Melupakan
Chapter 12 -mencoba mengungkapkan


__ADS_3

Jantung dito berdebar begitu cepat, dia kaku ingin mengutarakan perasaan nya. Dia takut kalo tara menolak nya dan memilih menjadi teman saja. Apalagi dengan kondisi ekonomi nya jauhh lebih rendah di bandingkan tara yang serba berkecukupan.


Tapi dito tidak akan menyerah, dia yakin tara pasti memiliki rasa yang sama.


Selama aku bernafas, didalam kamus ku tidak ada istilah kalah sebelum berperang.


"Mau ngomong apa to, ngomong aja gak papa kok." ujar tara membubarkan pikiran dito.


"Iya ini urgent ra."


"Hah urgent? kenapa to?" tara penasaran.


"Iya aku mau ngomong kalo, aku ciccinn...."


Tiba tiba maya datang, membuat dito menghentikan bicara nya dan membungkam.


"OMG...kan udah gue duga pasti disini berduaan hahaha" teriak maya membuat terkejut.


"Aduh si kutu kupret." gumam dito pelan.


"Whatttt? you cakap apa kepada ay?" teriak maya


"Mayaaaaa! bisa gak sih ngomong pake suara dalem lo aja." tara merasa kesal, telinga nya hampir pecah mendengar setiap saat maya berteriak teriak tidak jelas.

__ADS_1


"Maaf deh ra, tapi gue seneng bisa liat sahabat gue yang satu satu nya ini mengenal cowok lagi." ujar maya lalu memeluk tubuh tara kuat kuat.


Gagal! yaudah lah mungkin sekarang bukan waktu yang pas buat bicara sama tara.


"Ra, aku balik ke kelas dulu ya, kamu masih mau disini?" dito lekas terbangun dari posisi duduk nya.


"Iya to aku di sini dulu deh, ademm.."


Dito menggangguk lalu membelai puncak rambut tara.


"Duluan may." ujar dito kepada maya dengan rasa sedikit kesal.


Kemudian dito pergi meninggalkan tara dan maya.


"Jadian jadian apasih may, gak ngerti deh gue. Lagian gue sama dito tuh cuman temen doang kali."


"Temen tapi demen ye" maya meledek, tara memasang wajah sinis tapi sedikit malu malu, karena apa yang di katakan maya itu benar.


Sorry may gue belum cerita tentang perasaan gue ke dito sama lo. Sementara gue belum tau dito punya rasa yang sama gak kayak guee.


"Malahh bengong lo ra, eh malem ini kan malam minggu gimana kalo kita nonton aja yuk, gue boring ra." ujar maya membubarkan fikiran tara yang lagi ter pelonggo.


"HmmTumben lo gak jalan sama baby hany swety lo." ujar tara.

__ADS_1


"Si riyan ada acara keluarga jadi gak bisa jalan bareng gue."


"Lah kok lo gak di undang, wahh gak di anggep lo may hahaha" tara tertawa terbahak bahak.


"Ya gak gitu, mungkin riyan belum siap kenalin gue ke keluarga nya." maya kelihatan sedih.


"Cup cup cup... yaudah deh nanti kita nonton ya." ujar tara.


"Tapi lo gak jalan sama dito?" tanya maya


"Ya gak tau sih, kalo gue jalan sama dito. Ya iam sorry aja ni may, kita gak jadi nonton hahaha."


maya memasang wajah cemberut.


"Udah nanti gue kabarin deh, yuk cabut ke kelas." ajak tara menarik tangan maya.


Gimana kalo nanti malem aku ajak tara jalan aja ya, sekalian mengutarakan isi hati ini.


bicara dito dalam hati.


"Ra liat tuh si dito di pojok an lagi melamun, seperti nya sedang mikirin lo deh hahaha"


Tara melihat di pojok an kelas seperti nya dito sedang memikirkan sesuatu. Sempat ingin tara bertanya kepada dito, Bel masuk berbunyi pasti nya dengan di ikuti oleh guru yang akan mengajar di kelas.

__ADS_1


__ADS_2