Sebuah Usaha Mencintai Dan Melupakan

Sebuah Usaha Mencintai Dan Melupakan
Chapter 29 -Hari sial


__ADS_3

Tara terus mencoba memberontak kedua preman itu tapi mereka cukup kuat.


Tiba-tiba Jemi datang dan langsung menghajar kedua preman itu sampai babak belur. Preman-preman itu tidak bisa mengelak dari kekalahan nya. Memang cukup di akui Jemi adalah seorang pemuda yang gagah perkasa. Tanpa pikir panjang kedua preman itu kabur lalu lenyap dari hadapan Jemi dan Tara.


Jemi mengulurkan tangan nya membantu Tara yang terjatuh akibat dorongan dari preman tadi sebelum pertengkaran di mulai.


"Lo gak papa?" tanya jemi khawatir. Ntah apa yang membuat nya merasa cemas dengan Tara. Apa karna papa nya, atau diri nya memang peduli terhadap Tara.


"Menurut lo!" cetus Tara dingin.


"Gak bersyukur banget sih lo, gue capek-capek nolongin lo eh lo malah kayak gini! Bilang makasih kek apa kek." Jemi kesal dengan Tara yang bersikap dingin kepadanya.


"Bawel lo!"


"Bener-bener nih betina gak ada akhlaqqq!"


Tara tidak menghiraukan perkataan Jemi, ia mengambil Tas nya yang terjatuh lalu melangkah kan kaki nya dengan raut wajah masam.


"Ehhh mau kemana lo" Jemi menarik lengan Tara yang hendak pergi meninggalkan nya.


"Bukan urusan lo! lepasin tangan gue." Tara benar-benar merasa kesal.


"Gak! lo harus ikut gue!"

__ADS_1


"Apaan sih, gak usah ngurusin gue. Urus aja urusan lo"


"Ayukkk!" Jemi menarik tangan Tara untuk masuk ke dalam mobil nya. Meskipun Tara sudah melawan tak ingin ikut dengan Jemi, tapi pria itu memaksa nya. Tara hanya bisa pasrah pada pria bertubuh tegap dihadapan nya ini.


"Kita mau kemana sih, kalau lo mau anter gue ke sekolah udah telat. Lagian lo gak liat penampilan gue udah kumel gini!" ujar Tara setelah duduk di dalam mobil Jemi.


"Bisa diem gak sih!" bentak Jemi.


Tara terdiam dengan ucapan Jemi tapi wanita itu tidak menghiraukan nya. Ia tidak takut sama sekali dengan bentakan yang di lontarkan Jemi.


"Sorry, gue gak bermaksud. Lo gak papa kan?" tanya Jemi. Ia sadar ucapan nya telah kelewatan, apalagi perbuatan nya tadi meninggalkan Tara begitu saja.


"Bisa diem gak sih! gak usah banyak tanya!" ketus Tara.


batin Jemi.


Jemi memaklumi saja dengan sikap Tara yang dingin seperti ini.


Suasana kembali hening, hanya terdengar suara kendaraan yang memecah jalanan kota.


"Eh, by the way lo kenapa balik lagi tadi?" tanya Tara penasaran.


"Kok lo diem aja sihh? Gak punya congor ya lo! bikin gue tensi aja." omel Tara semkin kesal terhadap Jemi.

__ADS_1


"Tadi disuruh diem, sekarang ngoceh-ngoceh"


"TERSERAH LO!" Tara kembali memasang wajah kecut. Mirip cangcut pak jambrut. Maafkan author ya readres haha.


"Ini nih ciri-ciri adek nya kekeyi ya begini lah raut wajah nya."


"Tadi gue balik lagi karena gue inget kalau hari ini lo itu tanggung jawab gue. Ortu lo udah percaya gue bakal jaga lo. Apalagi papa kalau sampai tau kejadian ini, dia pasti marah banget sama gue."


"Dasar cowok gak punya perasaan, main ditinggal gitu aja!"


"Yaudah gue minta maaf soal tadi, jangan lo bilang ke papa gue ya!" pinta Jemi.


Tara mendengus pelan, ia mengangguk kan kepala nya masih dengan wajah ketus nya.


DrrrttttDrtttt


Ponsel Tara bergetar, ia terkejut mendapat telepon dari.....


Hayo penasaran kan? heheheee


lanjut baca chapter berikut nya ya.


😍

__ADS_1


__ADS_2