
Tara terus memeluk Dito erat sekali, dan memejamkan mata nya. Hingga tiba di tengah tengah jembatan dengan ketinggian yang mainstream itu. Sebelum berada di tengah jembatan itu Tara sempat mengupload story whatsapp bahwa dia sedang ada di tempat mainstream itu.
"Ayolah buka saja mata mu sayang, jangan takut ada aku disini." Ujar Dito.
Lalu Tara mencoba membuka mata nya pelan pelan. Dia melihat kebawah dengan sangat terkejut bahwa di bawah itu sangat curam, lalu ia kembali memeluk Dito.
"Aku takut To. Ayo kita pulang saja!" Ujar Tara dengan tangan dan tubuh nya yang bergetar.
"Ayolah coba muka mata mu. Ini sangat menyenangkan, tidak akan terjadi apa apa." Ujar Dito meyakinkan Tara bahwa tempat itu betul betul menakjubkan.
Tara kembali memberanikan diri nya, pelan pelan dia membuka sebelah mata nya sambil memeluk Dito semakin erat. Lalu Tara membuka sebelah mata nya lagi, sampai kedua matanya melihat pemandangan yang indah dari ketinggian itu. Tara terus mencoba memberanikan diri nya, walaupun hati nya takut dan sekujur tubuh nya gemetar.
"Gimana indah kan pemandangan nya?" Tanya Dito tersenyum melihat pemandangan yang indah sekali dari ketinggian itu.
Tara mengangguk saja dan ikut tersenyum maksa.
__ADS_1
"Mana jari kelingking mu." Ujar Dito lalu mengangkat jari kelingking nya.
Tara binggung setengah ketakutan, tapi Tara melakukan nya saja. Rasa nya ia ingin cepat cepat pergi dari tempat yang baginya menyeramkan itu.
"Di atas ketingggian ini aku berjanji akan selalu mencintaimu Ra. Aku tidak akan pernah meninggalkan mu. Sampai maut memisahkan kita." Teriak Dito sambil memejamkan kedua mata nya dengan penuh ketulusan.
Mendengar ucapan Dito, sekejab hilang rasa takut Tara akan ketinggian di tempat itu. Dia tersenyum begitu bahagia, Tara yakin bahwa kali ini dia tidak salah memilih lelaki untuk menempati hati nya.
"Ra, jika nanti semisal nya kamu pergi dari hidupku karena ada seseorang yang baru. Ingat lah aku akan hancur di tempat ini. Tempat ini yang akan melenyapkan ku. Kamu paham kan? bahwa tempat ini menjadi saksi betapa aku begitu mencintaimu." Ujar Dito lalu memengang pipi Tara.
"Tapi kenapa harus tempat ini?" Tanya Tara
"Baiklah kalo begitu aku berjanji akan selalu mencintaimu, akan selalu berada di samping mu. Menemani kau menghadapi semua masalah dalam hidupmu. Menemani mu ketika susah maupun senang." Ujar Tara tersenyum.
Beberapa detik ketika Tara dan Dito terus bertatap wajah, nafsu pun datang. Hingga perlahan Dito menyosor mendekati bibir Tara yang mungil itu. Tara menutup mata nya dia peka bahwa Dito akan melakukan ciuman itu.
__ADS_1
Tapi belum sempat terkena bibir nya Tara, nyaring terdengar suara klakson mobil,
Tara dan Dito spontan terkejut.
Sialan! bicara Dito dari dalam hati.
Nampak lah sepasang pria dan wanita yang turun dari dalam mobil itu. Pria dan wanita itu tak lain adalah Maya dan Riyan.
"OMG... ternyata benar kalian disini, wah wahhh soswetttt." Maya dan Riyan mendekat ke arah Tara dan juga Dito
"Ehhh lo kok bisa ada di sini May?" Tanya Tara terkejut.
"Hahahaaaa, kaget ya lo. Tadi gak sengaja gue sama Riyan jalan jalan sekitaran sini. Terus gue liat story lo, langsung deh gue sama bebeb Riyan otw."
Kemudian setelah itu Tara dan Maya selfie selfie di tempat itu, walaupun diri Tara masih sedikit merasa takut.
__ADS_1
"Gimana yang tadi gak jadi bro hahahaha" Bisik Riyan.
"Ya enggak lah, Lo sama Maya keburu dateng sih!"