
Setelah dito pergi meninggalkan ruang UKS.
Datang beberapa wanita yang menghampirinya. Seperti nya wanita-wanita ini senior nya dito.
"Hai... dito." sapa salah satu dari wanita-wanita itu.
"Emm iya... kalian siapa ya?" tanya dito heran.
"Masa gak tau kami ini sih to?" ujar wanita yang tiba-tiba saja menggandeng lengan dito.
"Maaf, saya harus pergi." ujar dito melepaskan gandengan wanita itu, karena dito risih melihat perlakuan mereka itu. Dito tipe cowok yang tidak suka dengan wanita sok kecentilan.
Disatu sisi tara melihat wanita-wanita itu menghampiri dito. Karena sesungguhnya waktu dito pergi meninggalkan ruang UKS, Tara pun ikut pergi bersama maya.
Tara melihat tingkah wanita-wanita itu kepada dito, hati nya seakan rapuh, tara terdiam.
"Kenapa ra, cemburu ya lo?" tanya maya melihat wajah tara yang seperti nya sedang menahan api cemburu.
"Hmm apaan sih may, yang bener aja gue cemburu sama dito." jawab tara beralasan, dia tidak mau maya mengetahui apa yang dia rasakan.
Ntah kapan rasa ini datang. Tapi yang pasti aku sudah mencintai mu mulai detik ini.
"Kantin yuk ra." ajak maya saat mendengar sudah bel istirahat.
__ADS_1
"Gak ah, lo aja gue gak nafsu makan." ujar tara melipat kedua tangannya di atas meja, lalu diikuti dengan kepala nya.
Datanglah riyan kekasih si maya, untuk menjemput maya ke kantin bersama.
"kamu masih sakit ?" tiba-tiba dito memegang kening tara.
Tentu saja tara terkejut, selama ini dia tidak pernah mendapat perhatian dari laki-laki mana pun. Dito memandang wajah tara begitu pun dengan tara memandang wajah dito.
"Ehh boleh aku duduk di sebelah lo?" tanya dito tersenyum.
"Iya duduk aja, gpp kok" tara tersenyum.
Sikap tara kepada dito berbeda dengan sikap nya kepada laki-laki lain. Sebelum dia mengenal dito, dia jutek dan tidak suka di dekati laki-laki. Tapi kali ini berbeda, dito menurut tara adalah orang yang baik, dan dia nyaman berada di dekat dito.
"Hemm, naik angkot, kan motor gue masih di bengkel lo." jawab tara.
"Iya susah buat di benerin nya, tapi lagi di coba sma sepupu aku. Gimana kalo ntar balik pulang sma aku aja." tawar dito berharap tara menyetujui nya.
"Emmm, yaudah boleh deh" ujar tara berfikir sejenak lalu menyetujui tawaran dito. Sebenarnya tara juga ingin dekat dengan dito.
"Eh iya ra, kita belum bertukar nomor ponsel?"tanya dito mengeluarkan handphone dari saku celana nya.
"Hehehe iya, catet 08*********" ujar tara.
__ADS_1
"Nanti bisa kan WA atau telepon?" tanya dito.
Tara menganggukan kepala nya dan tersenyum.
"Yesssss...." ujar dito sangat senang sekali.
Karena sesungguhnya dito pun memiliki rasa kepada tara sejak pertama kali mereka bertemu di parkiran sekolah.
"Cieeee... PDKT nya lancar nihh hahaa" teriak maya dari depan pintu.
"Ehh aku keluar dulu ya ra, gaenak ada maya. Jangan lupa nanti pulang sekolah bareng aku ya" bisik dito lalu tersenyum.
Maya menghampiri tara, riyan pergi menuju kelas nya, dan dito pergi keluar.
"Ehem, bisik-bisik apa tadii cieee" ujar maya meledek tara.
"Mau tau aja" tara menjulurkan lidah nya
"Ohh gitu ya sekarang gak mau cerita lagi sma gue, OK fixs gpp." ujar maya memasang wajah cemberut.
"Iya ntar gue cerita deh tapi gak sekarang. Tunggu waktu nya ya seyeng" ujar tara mencuit kedua pipi maya.
Bel masuk bunyi, semua murid kembali masuk ke dalam kelas. Pelajaran dimulai, diikuti dengan dito yang tak henti-henti memandang wajah tara dari pojok.
__ADS_1