
Setelah pergi dari rumah Tara, Dito melajukan motor nya menuju kerumah nya.
Dito masuk ke dalam rumah nya, kemudian segera masuk ke kamar nya untuk berganti pakaian dan menuju dapur yang disana sudah terdapat masakan yang ayah nya buat. Dito sudah terbiasa hanya berdua bersama ayah nya. Ibu Dito sudah lama meninggal sejak Dito masih umur 2 tahun. jadi selama ini yang mengurus Dito adalah ayah nya. Dia sudah mengganggap ayah nya bukan hanya sosok seorang ayah tapi juga sudah menjadi sosok ibu bagi Dito.
Setelah selesai menghabiskan makan nya, Dito kembali menuju kamar nya.
Dito mengambil ponsel di atas kasur nya.
lalu menghubungi Riko sepupunya.
"Hallo... Ko"
"Hallo To...."
"Gimana motor nya Tara?"
"Iya tadi udah gue cek, kendala nya di mesin to. Mungkin butuh beberapa hari supaya bisa bener To. Itu pun gak bisa gue jamin bisa bener apa enggak."
__ADS_1
"Ohh yaudah ntar gue kabarin si Tara deh. makasih Ko"
"Yoiii"
Setelah memutuskan sambungan telepon, Dito membaringkan tubuh nya. Lalu tiba-tiba terlintas di fikiran dia sosok gadis cantik yang tidak lain adalah Tara. Dito tersenyum ketika mengingat wajah Tara yang mungil dan cantik. Tidak lama kemudian Dito memejamkan mata nya dan ia pun tertidur pulas.
Di tengah-tengah lelap nya tidur, Dito bermimpi bahwa dia melihat gadis cantik di tepi danau. Gadis itu memalingkan wajah nya kearah Dito lalu dia tersenyum. gadis itu mencoba mendekat pada Dito. Ternyata setelah dilihat dari dekat gadis itu adalah Tara. Lalu tiba-tiba tara mencium pipi Dito. Tentu saja Dito terkejut, lalu terbangun dari tidur nya.
sementara Tara pun tertidur pulas di rumah nya. dia bermimpi bahwa dia di dekati seorang laki-laki tampan, awal nya wajah laki-laki itu samar-samar. Tapi setelah laki-laki itu terus mendekat ke arah tara, tampaklah wajah Dito. Dito mencoba mencium bibir Tara. Blum sempat tercium Tara terbangun dari tidur nya.
Hari sudah malam, Dito melihat dari jendela kamar nya bahwa hari sudah gelap. Dito pun segera keluar dari kamar nya dan menuju ruang tamu.
diruang tamu Sudah ada ayah Dito yaitu pak Ramzi, yang duduk di sofa sedang menonton televisi.
"Sudah bangun To, ayo cepat makan dulu." Ujar pak Ramzi melihat Dito yang baru keluar dari kamar tidur nya.
"Emm iya yah, ntar dulu deh." Jawab Dito sambil mengucek-ngucek mata nya, lalu duduk di sofa
__ADS_1
pak Ramzi mengangguk.
Sementara itu Tara mengirim pesan lewat whatsapp kepada Maya.
Tara: May.. gue mau cerita nih.
Maya: Iye Ra..kenapa?cerita aja.
Tara: motor gue tadi mogok May, terus di tolongin, lo tau gak siapa yang nolong gue tadi?
Maya: Ya gue mana tau Ra, lo kan belom cerita.
Sempat pesan Maya belum terbalas di balas oleh Tara, handphone Tara sudah keburu lowbet. Akhirnya Tara mengecas handpone nya dan berniat untuk melanjutkan cerita nya pada Maya besok saja di sekolah.
Tara pun melanjutkan tidur nya.
"Aneh si Tara mau cerita, tapi udah off duluan. emang kadang suka gak jelas ini anak." Gumam Maya.
__ADS_1