
Hari telah pagi, tara bergegas mandi dan bersiap siap pergi ke sekolah nya. Tidak seperti biasa hari ini tara bangun lebih pagi.
Sementara dito terbangun diatas meja belajar nya, rupa nya dito tertidur waktu mengerjakan tugas. Dito pun segera mandi dan bersiap siap, dia bersemangat karna hari ini ingin menjemput tara.
Dito tidak melihat ayah nya, mungkin feeling dia ayah nya sudah berangkat kerja.
Dirumah nya, tara menghabiskan sarapan, yang dibuatkan oleh ibu nya dengan terburu buru.
"Makan nya pelan pelan ra, jangan terburu buru seperti itu." ujar pak santoso melihat tara menguyah makanan dengan takaran penuh.
Tara tidak menggubris apa yang di katakan ayah nya itu. Dia tetap terburu buru menyelesaikan sarapan nya.
Dito melajukan motor nya segera bergegas pergi menuju rumah tara untuk menjemput nya.
"ayah anter ke sekolah ra? kebetulan ayah libur hari ini, dan besok ayah akan di tugaskan ke luar kota selama sepekan." Ujar pak santoso mengambil kunci mobil nya di atas meja ruang tamu.
"Emm gak usah ayah, aku mau di jemput dito." jawab tara sambil memasang sepatu di kaki nya.
"Ouhh pantes buk anak mu ini semangat sekali." teriak pak santoso kepada bu rani yang sedang menyapu di teras rumah.
Bu rani geleng geleng kepala dan tersenyum.
"Apaansi ayah" ujar tara malu malu
"Gak papa ayah izinkan kamu dekat dengan siapapun, tapi kamu harus tau bibit, bebet, bobot nya." sindir pak santoso yang kurang setuju dengan kedekatan tara dan dito.
__ADS_1
Tara membalas nya dengan memasang raut wajah kesal.
"Raa....ini teman mu sudah datang" ujar bu rani melihat dito yang baru tiba di depan rumah nya.
Tara mencium punggung tangan ayah nya, tapi wajah nya masih terlihat kesal atas apa yang di katakan pak santoso.
Bukan ayah tidak suka dengan dito ra, tapi ayah sudah berjanji dengan sahabat ayah. Kalau putra nya dan putri ku sudah besar kami akan menjodohkan nya.
"Bu tara berangkat dulu ya"
"Pagi tante"ujar dito
Lalu mencium punggung bu rani, begitu juga dengan tara.
Sepanjang perjalanan tara masih memasang wajah kesal nya.
"Ehh enggak kok to, aku senang banget bisa dijemput sama kamu, tapi..." jawab tara.
"Tapi kenapa ra??" tanya dito penasaran.
"Eh gak kenapa-kenapa kok." ujar tara
"Serius nih ra, kalo kamu ada masalah bilang aja sama aku."
"Gak papa to bener deh"
__ADS_1
Dito mengangguk mengerti, dia tidak bisa memaksa tara untuk bercerita.
Sementara di rumah pak santoso menerima telepon dari sahabat nya yang berada di jogyakarta.
"Hallo sahabatku santoso."
"Hallo darma"
"Apa kabarmu dan keluarga san?"
"Baik baik dar, gimana kabar mu?"
"alhamdulillah baik, aku ingin kembali ke jakarta minggu ini."
"Wahh tugas mu di jogja sudah selesai?"
"Sudah, aku sudah 3 tahun disini dan aku rindu kampung halaman ku."
"Baiklah ku tunggu kedatangan mu, main main kerumah ku ya dar"
"Baikk, sekaligus kita akan melanjutkan janji kita 10 tahun yang lalu, tentang anak anak kita"
"Baiklah."
Disekolah tara dan dito sedang duduk di taman yang berada dekat dari kelas mereka.
__ADS_1
"Ra... boleh aku ngomong sesuatu sama kamu?" ujar dito