
"****** nih" Gumam Dito dengan pelan.
Tara melirik ke arah Dito dengan wajah panik.
"Cepat kemari!" Ujar pak Suripto memberi aba-aba melambaikan tangan kanan nya.
Tara dan Dito berjalan mendekati pak Suripto.
Pak Suripto memasang wajah sinis, dan menggepalkan kedua tangan nya di pinggang.
"Dari mana saja kalian!" Suara dengan nada tinggi itu terdengar di telinga Tara dan Dito.
"Emm...emm...anu...anu pak." Tara grogi dan Dito hanya terdiam saja. Dito tidak bisa membuka mulut nya lagi.
"Anu anu apa kalian ini! abis anu-anu an?" Tanya pak Suripto masih dengan nada suara tinggi.
"Emm... enggak pak mana mungkin kami begitu. Kami telat karena tadi motor saya mogok dan harus pergi ke bengkel dulu." Jawab Dito dengan beralasan.
"Hem. Baiklah awas saja kalian berbohong." Gretak pak Suripto.
"Kalian tahu kan aturan di sekolah. Barang siapa yang telat akan mendapatkan hukuman." Ujar pak Suripto.
"Eeem iya pak." Sahut Tara menundukan kepala nya.
Dito dan Tara mendapat hukuman membersihkan toilet.
__ADS_1
Tara membersihkan toilet wanita. Dan Dito membersihkan toilet pria.
Setelah beberapa menit kemudian toilet yang mereka bersihkan sudah selesai.
Tara berdiri lalu bersandar pada tembok. Tampaknya Tara kelelahan sekali. Muka nya pucat dan kelihatan lesu.
"Kamu kenapa Ra?" Tanya Dito melihat Tara yang terlihat sangat lelah sekali.
"Iya gue capek banget. Tadi pagi juga lupa sarapan jadi lemes gini deh." Jawab Tara memengang kepala nya yang terasa pusing.
Penglihatan Tara tiba-tiba buram, semua yang ia lihat berputar. Tara tidak bisa mengendalikan tubuh nya lagi. Akhirnya dia jatuh pingsan. Sebelum jatuh ke lantai, Dito menangkap tubuh Tara. Akhir nya Tara jatuh di pelukan Dito.
"Aduhh pingsan lagi." Gumam Dito panik.
Tanpa berfikir panjang Dito langsung membawa Tara ke ruang UKS. Disana Tara dibaringkan di kasur, lalu di beri minyak angin, supaya cepat sadar. Dito menemani Tara dia duduk di samping tempat Tara terbaring.
"Hemm cantik" Gumam Dito.
lalu menyandarkan kepala nya di tepi lengan Tara.
Tidak lama kemudian Tara membuka mata nya, penglihatan nya masih agak gelap. Dia mencoba membuka mata nya lebar-lebar dan tampaklah wajah Dito yang tepat berada di lengan nya sedang tertidur pulas.
"Jadi dari tadi dia nungguin gue sampai ketiduran gini." Gumam Tara.
Dito terbangun mendengar ucapan Tara.
__ADS_1
"Eh udah sadar Ra?" Ujar Dito mebelalakkan mata nya.
"I-iyaa To. Makasih ya lo udh repot-repot nungguin gue disini." Ujar Tara dengan rasa tidak enak.
"Hemm santai aja kali Ta." Jawab Dito tersenyum lalu mengusap puncak rambut Tara.
Tentu saja Tara merasa kaget dengan perlakuan Dito kepada nya. Tara hanya tersenyum.
Mereka kini sedang sama-sama menatap wajah satu sama lain. Kemudian tiba-tiba..
"Hayoooo....cieee udah pandang-pandangan aja." Ujar Maya yang tiba-tiba masuk ke dalam ruang UKS.
"Ehhh apasih May bikin kaget aja deh lo." Ujar Tara melepaskan pandangan nya kepada Dito.
Dito hanya tersenyum.
"Ini lo beneran pingsan apa cuma pura-pura aja Ra, biar dapet perhatian dari si Dito hahaha" Maya meledek Tara lalu tertawa terbahak-bahak.
"Husstttt ini anak ya bener-bener kurang ajar deh." Ujar Tara memasang wajah sinis.
Dito yang mendengar nya geleng-geleng dan tersenyum.
"Ok tara kan sudah sadar, dan ada kamu May disini. aku balik duluan ya ke kelas." Ujar Dito bangkit dari tempat duduk nya, lalu berjalan keluar.
"Makasih ya To." sahut Tara dengan senyum manis nya.
__ADS_1
Dito membalas nya dengan tersenyum.