Sebuah Usaha Mencintai Dan Melupakan

Sebuah Usaha Mencintai Dan Melupakan
Chapter 13 - Persiapan


__ADS_3

Sepulang sekolah seperti biasa, dito dan tara pulang bersama mengendarai motor butut dito. Tapi tara tidak malu, justru dia merasa senang.


Seperti biasa ada saja yang mengejek tara bersama dito yang mengendarai motor butut.


Apalagi anak laki laki yang naksir sama tara.


Mereka iri melihat tara dengan dito, kenapa tara memilih cowo kere sperti dito fikir merekaa.


"Ra bener kamu gak malu pulang pergi sama aku?" tanya dito yang melajukan motor nya meninggalkan sekolah.


"Enggak to, kemarin kan udah aku bilang kalo aku mau pulang pergi sama kamu." jawab tara dengan sungguh sungguh.


Dito menggangguk saja, dia percaya bahwa tara wanita yang sederhana. Tapi yang sedang di fikirkan dito, apakah tara mau menjadi kekasih nya.


"Ra, nanti malem kamu kemana?" tanya dito.


"Gak kemana kemana to." jawab tara beralasan, dia tidak membicarakan soal ajakan maya tadi, soalnya tara menunggu ajakan dari dito.

__ADS_1


"Emmm gimana kalo nanti malem aku jemput kamu dirumah, kita jalan?"


"Iya to aku mau, jemput ya"


"Oke nanti aku jemput jam 7 ra."


Setengah jam berlalu di perjalanan, sampai lah di rumah tara, dito segera pulang, dan tara masuk ke dalam rumah nya.


Tara tersenyum tiada henti, masih terbayang bayang di fikiran nya tentang ajakan dito tadi.


Tara segera bergegas masuk ke dalam kamar nya dan menyiapkan pakaian untuk nanti malam. Bu rani melihat tara memilih milih pakaian jadi bertanya tanya.


"Ibu dulu pernah jalan gak sama ayah waktu masih pacaran?" tanya tara sembari memilah baju dan mencocokkan nya didepan cermin


"Pernah dong ra, dulu ayah mu mengajak ibu makan malam waktu pertama kali nya ibu dan ayah pacaran itu momen nya swett banget ra." ujar bu rani mencoba mengingat kenangan manis nya.


"Nah sekarang ibu bantu tara ya, nanti malem tara mau jalan sama dito." ujar tara bersemangat.

__ADS_1


Bu rani terpelonggo, dia sebenarnya mengetahui tentang perjanjian perjodohan dengan sahabat suami nya. Tapi bu rani tidak ingin merusak suasana hati anak nya, dia ikutan senang kini putri kecil nya menemukan kebahagian nya sendiri.


Sementara dito pun sedang bersiap siap untuk kencan nya malam ini, dia membuka celengan ayam yang bahkan sudah sejak lama dia menabung. Dia ingin membelikan tara sesuatu, yang dari uang dia sendiri.


Terkumpul lah semua uang receh recehan dan lembaran, semua total berjumlah 500 rb rupiah.


Wahh banyak juga, alhamdulillah.


Kemudian ia melajukan motor nya pergi ke toko swalayan. Dia mencari barang yang ingin di beri nya kepada tara, bertemu lah dia dengan barang unik yang tertutup alumunium, didalam nya terdapat patung kecil sepasang kekasih yang sangat lucu dan indah. Dengan dihiaasi danau dan lampu lampu kecil.


Dito membeli barang itu dengan harga 100rb rupiah. Lalu dia memutuskan pulang,juga membawa seikat bunga untuk diberi nya kepada tara.


Sesampainya dirumah dito membungkus barang indah yang di beli nya dengan bungkusan yang sangat indah.


Dito berfikir untuk menyisakan uang tabungan nya 300 rb untuk di beri kepada ayah nya.


Ayah dito pun sudah pulang dari kerja nya.

__ADS_1


Dito menghapiri ayah nya dan memberikan uang tabungan nya itu.


Pak ramli sempat menolak nya karna itu uang dito, tapi dito memaksa untuk ayah nya menyimpan uang itu.


__ADS_2