Sebuah Usaha Mencintai Dan Melupakan

Sebuah Usaha Mencintai Dan Melupakan
Chapter 22 -Sahabatku dimana


__ADS_3

Pagi telah tiba, seperti biasa Tara pergi sekolah bersama Dito. Pak Santoso mengitip kepergian Tara bersama Dito.


Kal**au Tara terus terusan dekat dengan Dito, Makin susah buat Tara dekat dengan Jemi.


Maafkan ayah Ra, ayah sayang kepadamu. Tapi ayah juga tidak bisa membatalkan perjodohan itu, kasihan Darma sahabatku.


Pak santoso mencari ponsel nya dan menghubungi Jemi. Sementara Jemi sedang menikmati lelap tidur nya. Semalam sehabis pulang dari rumah Tara, Jemi menghabiskan malam malam indah nya bersama Vina Miranty kekasihnya. Mereka berencana ingin menghabiskan hari ini berdua bersama.


Kringg..... Dering telepon berbunyi. Mata yang masih mengantuk, tubuh yang terus ingin berbaring, mencoba meraih ponsel di samping tempat tidur.


"Hallo." suara khas bangun tidur, dengan mata yang masih terpejam.


"Hallo Jem, ini om."


"Om siapa ya?" Masih dengan mata terpejam.


"Om Santoso."


"Iya om ada apa?" Masih terbaring tapi mata tidak lagi terpejam.


"Begini nak Jemi, om kan sudah bersepakat dengan ayah mu. Kamu dan Tara juga kan harus saling mengenal. Jadi om minta nak Jemi sering sering dekat dengan Tara. Apa nanti nak Jemi bisa jemput Tara sepulang sekolah?"


"Hah?" Terkejut mendengar apa yang dikatakan pak Santoso. Mendengar nama Tara saja tidak pernah di inginkan terdengar di telinga nya. Apalagi ingin jauh lebih mengenal Tara itu sebuah malapetaka bagi Jemi.

__ADS_1


"Hallo nak Jemi dengar?"


"Hallo om hallo, sinyal hilang om.... tutt tuttt."


Jemi masih merasa terkejut dan binggung. Jemi memutuskan sambungan telepon, dia bingung harus menjawab apa. Jemi ingin menolak nya, tapi terlalu tidak enak di hati nya.


*****


"Ra kamu tau gak setiap aku bangun pagi pasti semangat."


"Semangat? Iyalah To. Setiap pagi itu di awali dengan bersemangat."


"Iya di awali bersemangat menjemputmu hehehe."


"Ra?"


"Iya?"


"Pokoknya selama kaki ku masih berpijak pada tanah di bumi ini, kamu gak boleh jalan sama cowok lain."


"Hemmmm, siapa juga yang mau jalan sama aku."


"Ini aku manusia paling beruntung."

__ADS_1


"Ahh udah, kenyang tau denger gombalan kamu mulu wkwkwk."


"Mulai sekarang aku pensiun gombal deh."


"Baguss dong hihihi."


"Tugas aku kan hanya mencintai mu Ra hihiiii."


Tara tidak bisa berkata apa apa, dia hanya tersenyum bahagia, tak lama tiba di sekolah.


Tara binggung sampai bel masuk, Maya tidak ada di dalam kelas. Tara bertanya kepada teman sekelas nya, mereka menjawab Maya belum datang.


Tumben nih si mulut terompet, belum muncul. Biasa nya pagi pagi udah stand by sama Riyan. Gue ke kelas Riyan dulu deh siapa tau kan itu pada manusia alay pada di sana.


"Ra, kamu mau kemana?" Dito muncul dari perpustakaan.


"Aku mau ke kelas nya Riyan dulu, Maya gak ada di kelas, aku juga udah tanya sama temen temen tapi gak ada yang tau. Gak biasanya dia gak masuk gini, gak ada kabar juga."


"Yaudah aku temenin."


"Gak usah, aku sendiri aja To."


"Ra dengerin aku, dimana pun kamu berada aku akan selalu bersama mu." Dito membelai puncak rambut Tara.

__ADS_1


Setiba nya di kelas Riyan, Maya pun tidak ada di sana. Riyan juga tidak terlihat ada di kelas itu. Teman teman juga pada tidak tahu. Tara mencoba menghubungi Maya tapi tidak ada jawaban. Tara dan Dito berniat ingin pergi kerumah Maya nanti sepulang sekolah, untuk memastikan keadaan Maya.


__ADS_2