Sebuah Usaha Mencintai Dan Melupakan

Sebuah Usaha Mencintai Dan Melupakan
Chapter 16 - Bertemu pria menyebalkan


__ADS_3

Keesokan pagi nya di hari minggu, Dito terbangun dari tidur nya. Dia baru mengingat kalau barang yang ia beli di toko swalayan waktu itu, belum sempat ia berikan kepada tara. Dito mengambil ponsel yang ada di atas meja samping ranjang tidur nya.


Dito mencari kontak tara, yang sudah ia beri nama dengan sebutan 'Sayangku'.


"Selamat pagi sayangku Tara Ashanty"


"Pagii dito sayang, tumben udah bangun?"


"Hehehe, aku mau ngajak kamu jalan jalan lagi, kamu mau gak?"


"Mau dong, jemput aja aku di rumah ya"


"Oke sayang. Nanti jam 9 aku jemput kamu."


"Siapp sayangku."


Lalu tara meletakkan ponsel nya di atas meja belajar, kemudian pergi mandi dan bersiap siap.


"Tumben ra, jam segini kamu sudah mandi." Tanya bu rani heran.


"Iya buk, aku mau main nih sama dito."


"Main lagi, semalem belum puas ya" ujar bu rani tersenyum.


"Hehehe" tara tersipu malu.


Ibu rani memaklumi anak gadis semata wayang nya itu. Dia mengizinkan anak nya bermain dan dekat dengan pria mana pun, tapi satu pesan nya agar tara bisa menjaga kehormatan diri nya.


"Tara mau kemana buk?" tanya pak santoso keluar dari kamar nya, dan sekilas mendengar percakapan bu rani dan tara.


"Katanya sih mau pergi main lagi pak sama dito, udahlah biarkan dia bahagia pak jangan kau marahi." ujar bu rani.


"Tidak aku tidak melarang nya pergi bersama dito, tapi bagaimana sahabatku."


"Sudahlah biar tara tahu sendiri nanti, keputusan ada di tangan nya, kita tidak bisa memaksa kan pak." ujar bu rani.


Pak santoso mengangguk saja.


Sementara dirumah nya, Pak ramli melihat dito tidak seperti biasa nya bangun pagi pagi begini.

__ADS_1


"Mau kemana to, tumben pagi pagi sudah sadar, biasa nya nanti sore baru kau sadar." ujar pak ramli meledek dito.


"Biasa yah, urusan anak muda hehehe." kemudian dito masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


Pak ramli menggeleng geleng kan kepala nya lalu tersenyum nakal.


Beberapa jam kemudian setelah selesai mandi dan bersiap siap, dito mengambil ponsel nya dan mengirim pesan kepada riko sepupunya.


"Rik gimana kondisi motor nya tara?"


"Oh iya to lupa gue kasih tau lo, motor nya tara udah gak bisa ke pake lagi. Rusak total to percuma juga kalau di benerin, pasti biaya nya mahal."


"Astaga, yaudah rik nanti gue kasih tau tara, thank ya."


"Ok."


Setelah berbalas pesan kepada riko, dito bergegas keluar dari dalam kamar dan menuju ruang tamu untuk berpamitan kepada pak ramli.


"Nanti kapan kapan ajak lah calon menantu ayah main kerumah ini."


"Hehehe siap bos." ujar dito


Kemudian melangkah kan kaki menghampiri motornya dan melajukan perjalanan untuk menjemput tara.


"Hallo" suara dari sebrang telpon pak santoso.


"Hallo darma, ada apa menelpon ku?"


" Iya san, aku ingin memberi tahu bahwa aku sudah berada di jakarta sejak tadi malam."


"Loh kemarin kamu berkata padaku ingin kembali kesini minggu depan."


"Iya tadinya seperti itu, tapi aku ingin cepat mempertemukan anak anak kita."


Pak santoso terdiam ketika pak darma mengatakan hal itu, dia binggung mengenai perasaan anak nya nanti.


pak darma lanjut berbicara.


"Hallo san"

__ADS_1


"Iya maaf dar, tadi sinyal disini hilang."


"Oh, Bagaimana kalo nanti malam kita bertemu san aku akan mengajak putra ku."


"Baiklah."


Pak santoso binggung dia tidak bisa berbuat apa apa. Di satu sisi dia memikirkan perasaan anak nya, tapi disisi lain dia telah berjanji kepada sahabatnya.


Tepat di sebuah kafe dito menghentikan motor nya. Tara binggung bagaimana bisa mengajak tara pergi ke kafe semewah ini. Sementara kendaraan dito saja sudah butut.


"Ayok" ajak dito merangkul tara berjalan masuk ke dalam kafe itu.


Setelah masuk di dalam kafe dan memilih tempat duduk, datanglah seorang pelayan. Lalu dito dan tara memesan makanan dan minuman yang mereka inginkan.


"Sayang, aku ke toilet dulu ya." ujar dito lalu berdiri dan melangkah kan kaki menuju toilet.


sementara, tara duduk sendiri memainkan ponsel nya.


Tiba tiba saja seseorang pria berbadan tegap tanpa sengaja menjatuhkan minuman yang di bawa oleh pria itu dan tepat mengenai sedikit baju tara.


"Aduh sorry mbak, saya gak sengaja." ujar pria itu memohon maaf kepada tara.


"Ehhh lo gak liat apa disini ada orang, punya mata gak sih." tara memaki pria itu.


" Ya gue udah minta maaf, kok lo nyolot sih."


Tiba tiba datang seorang wanita menghampiri tara dan pria itu.


"Sayangg, kenapa disini. Loh ini siapa?" ujar wanita itu menunjuk ke arah tara.


"Nih bilangin sama cowok lo, kalau jalan itu pake mata!"


"Eh kok lo nyolot sih, gue udah minta maaf tadi ya." ujar pria ketus


"Sudah sudah, udahlah yank biarin aja. Ayuk pergi dari sini papa menelpon ku ingin membicarakan tentang perusahan." ujar wanita itu. Lalu pasangan itu pergi meninggalkan kafe.


"Ihhhhh dasar cowok cewek gak tau diri, udah salah bukan nya minta maaf malah nyolot gitu." tara merasa kesal


"Kenapa sayang, kok baju mu ada noda merah seperti ini?" tanya dito setelah selesai dari toilet.

__ADS_1


"Iya gara gara cowok rese itu, numpahin minuman di baju aku."


Lalu dito meminta tara untuk membersihkan noda itu di toilet.


__ADS_2