Sebuah Usaha Mencintai Dan Melupakan

Sebuah Usaha Mencintai Dan Melupakan
Chapter 9 -pergi pulang bersama


__ADS_3

Selesai 1 jam pelajaran Bel pulang pun berbunyi. Kini hanya tersisa tara dan dito saja di dalam kelas.


Tara bersiap-siap memasukkan semua buku yang ada di atas meja ke dalam tas nya. Sementara itu dito menghampiri tara.


"Ayuk ra." ajak dito lalu mengulurkan tangan kanan nya dengan terbuka. Berharap tara akan menerimanya.


"Ehh gausah to gue bisa jalan sendiri, ayok" ujar tara dengan malu-malu.


Tara dan dito melangkah kan kaki nya ke area parkir di sekolah. Dito berjalan menuju motor nya yang sudah butut itu. Sementara tara menunggu di depan area parkir.


Lama dito menghidupkan motor nya tara menghampiri.


"Dito...kenapa?" tanya tara karena dari tadi dia melihat motor nya susah untuk di nyala kan.


"Ehh sebentar ya ra, biasa motor butut hehe." jawab dito malu.


Tidak lama motor dito pun nyala, lalu akhirnya mereka segera berangkat pulang pergi meninggalkan sekolah itu.

__ADS_1


Ditengah perjalanan ada dua orang pemuda berseragam sekolah sama dengan tara dan dito, mereka mengendarai mobil mewah, mencoba menghampiri tara dan dito.


"Haiii tara..." ujar pemuda yang sedang mengemudi itu.


Tara melirik tepat di samping nya pemuda itu melambai-lambai kan tangan nya. Tara mengacuhkan nya, Sementara dito masih fokus mengendarai motor nya.


"Siapa ra? tanya dito dengan rasa menahan cemburu.


"Gak tau tuh siapa, gak kenal gue juga." karna sebetulnya tara memang tidak kenal siapa pemuda-pemuda itu.


"Raaa...balik pulang sama abang aja yukk, naik mobil gak kepanasan, gak keujanan. Mewah lagi gak butut, hahahaa." teriak pemuda dari dalam mobil mewah nya itu.


Ingin sekali aku melempar mereka dengan batu kerikil di tepi jalanan ini, tapi apa daya ku hanya orang miskin, tidak punya apa-apa. Kasian bapak ku kalau tahu aku berkelahi hanya untuk melawan laki-laki tidak jelas seperti mereka.


"Udah to gak usah di hiraukan, lo fokus aja mengemudi. Biarlah mereka berkata apa, itu tidak akan membuat gue pulang bersama mereka." ujar tara menenangkan dito, sambil mengusap bahu dito.


Dito membalas nya dengan tersenyum senang baru kali ini tara menyentuh nya.

__ADS_1


Tak lama kemudian dua pemuda itu pergi melajukan mobil nya, meninggalkan tara dan dito. Rupanya pemuda itu lelah dengan hinaan yang mereka lanturkan kepada dito, sementara tara tidak menghiraukan nya sama sekali.


Tiba di rumah tara, dito hanya menghantar tara sampai di depan halaman.


"Maaf ya ra, gara-gara pulang bersama ku naik motor butut ini, laki-laki tadi mengganggu mu." ujar dito menundukkan kepala nya.


"Udah to gak papa kok, kamu jangan merasa bersalah. Ini semua bukan salah mu." ujar tara lembut.


"Next time jangan pulang bareng aku lagi ya ra, nanti kamu malu."


"Tidak, aku tetap ingin pulang bersamamu, bahkan kalo bisa kamu menyusul ku kita berangkat sama-sama." tara menolak karena sesungguhnya dia ingin terus bersama dito.


Akuu sudah nyaman berada di dekat mu.


"Tapi nanti kamu malu ra."


"Aku senang bersamamu to, kalo kamu mau jemput lah aku besok pagi dan seterusnya." lalu tara pergi masuk ke daalam rumah nya.

__ADS_1


"Yesssssssss" ujar dito bergembira, lalu melaju kan motor nya pergi pulang ke rumah nya.


__ADS_2