
"Goblinnya tadi kemana Min?" Tanya Hyunjin
"Mana gue tau, gue kan tempe!"
"Lah gue malah dibalikin, nggak baik tau gituin sahabat sendiri Min..."
"Serah lo deh Jin, kita fokus cari Goblin tadi saja."
"Rin, gue minta lo tolong jaga Winter selama gue dan Hyunjin lawan goblin dan bos terakhir nanti."
"Iya deh Min, urusan itu mah gampang kalo gue punya kekuatan super begini."
"Woii goblin dimana sih lo?! Sini kalo berani lawan gue, gue nggak takut sama lo!" Teriak Hyunjin
"Jin, tuh goblin mana tau lo ngomong apaan sama dia. Emang lo itu goblok nya kebangetan!" Ejek Seungmin
"Bikin malu lo sebagai sahabat gue..." Ucap Seungmin lagi
"Kalo gitu jangan jadi sahabat gue aja. Gampang kan?"
"Astagafirullahalajim, punya teman kok kayak gini sih..."
Graa graa
"Suara apaan itu?" Tanya Hyunjin
"Rin, jagain Winter jangan sampai dia terkena serangan goblin." Titah Seungmin
"Siap."
"Jin, lo mending yang cek gih.." Ucap Seungmin
"Lah, kok gue?"
"Ya lo kan paling tua disini, wajar dong..."
"Kita seumuran kali Min, lo aja deh..."
"Tapi lo lebih tua beberapa bulan dari gue, ngalah sana."
"Hadeh, ya udah. Tunggu disini."
Hyunjin ke semak-semak dan mengecek suara yang berasal dari sana. Ia mendapati tiga goblin yang melihat kearahnya.
"Min, disini ada goblin."
"Beneran? Gue kesana."
"Bentar, ini goblin kok nggak nyerang kita?" Tanya Hyunjin
"Bagus dong, kita serang duluan saja." Balas Seungmin
Seungmin dan Hyunjin menyerang ketiga goblin itu. Hyunjin melayangkan pedang besarnya dan sudah siap dengan tameng. Seungmin dengan kecepatannya menyerang dengan tendangan dan pukulan yang kuat.
__ADS_1
Goblin yang awalnya diam menjadi marah dan membalas Hyunjin dan Seungmin. Masing-masing dari mereka mengeluarkan kapak.
"Lho mereka punya senjata?" Bingung Hyunjin
"Lo serang dua goblin, gue satu yah..." Titah Seungmin
"Eh enak aja! Mau lo yang enak mulu Min, gue dikasi' yang susah-susah terus!" Kesal Hyunjin
Dengan kecepatan dan kekuatan Seungmin, satu goblin berhasil dikalahkan. Hyunjin juga menebas satu goblin dengan pedangnya. Tersisa satu goblin yang diakhiri dengan kekuatan Api Karina secara tiba-tiba membuat Hyunjin dan Seungmin kaget.
"Woii kalo mau serang bilang-bilang dong! Kan gue kaget ini Rin..." Omel Hyunjin
"Yah maaf, soalnya kalian lama banget bunuh goblinnya. Gue jadi gigisan sendiri sambil jaga Winter."
"Iya, kalian daritadi cuma bertengkar mulu. Kita jadi lama nunggunya..." Sambung Winter
"Sekarang karena kalian sudah menyelesaikan quest membunuh goblin, lanjutkan dengan mengantar barang yah..."
"Habis itu boleh kalian kalahkan bos terakhir..."
"Barang apaan mau diantar?"
"Kalian pikirkan saja sendiri barang apa itu, nanti kalian juga tau."
"Apa-apaan itu? Lo pikir IQ gue tingkat dewa apa?! Kasi' tau aja napa!" Kesal Hyunjin
"Udahlah Jin, lo gitu juga nggak akan membuat dia kasi' tau barangnya. Kita cari tau sendiri saja." Balas Karina
"Tempat barangnya itu ada di desa, kalian cari tau yang mana merupakan barang asli yang harus kalian bawa ke gunung."
"Itu aja? Nggak ada batas waktunya kan?" Tanya Seungmin
"Oh ada dong, batas waktu pengiriman yah cuma lima hari. Lebih dari itu berarti kalian kuanggap gagal."
"Dan desa itu berada tepat di ujung lokasi kalian sekarang. Untuk transportasi kalian pikir sendiri pake' apa. Bye..."
"Wah bisa pegal-pegal nih kaki gue. Kita harus cari transportasi dimana Min?" Tanya Hyunjin
"Entah, jalan aja yuk. Siapa tau ada informasi gitu ke desanya. Atau siapa tau ada orang yang bisa nolong kita."
"Ini kan game khusus kita berempat, mana ada orang lain! Otak lo kadang bego juga Min."
Sepanjang perjalanan Hyunjin, Seungmin, Karina, dan Winter melihat sebuah kertas tiba-tiba datang ke arah mereka.
"Etdah, kertas apaan nih?" Tanya Hyunjin
"Buka aja coba." Titah Karina
"Kepada para pahlawan, kami membuat sebuah kompetisi untuk kalian. Pemenangnya akan mendapatkan dua kuda."
"Oh kebetulan banget, dimana tempatnya Jin?" Tanya Seungmin
"Tempatnya nggak jauh darisini, kita kesana yuk." Ajak Hyunjin
__ADS_1
"Ide bagus, kalo pake' kuda kita pasti bisa ke desa tepat waktu."
Sesampainya di kompetisi Hyunjin dan Seungmin mendaftarkan diri mereka sedangkan Karina dan Winter menjadi penonton.
Babak pertama Hyunjin akan melawan Sanha, babak kedua Seungmin akan melawan Sunwoo.
"Hati-hati yah kalian berdua..." Ucap Karina
"Fighting Min, gue akan semangati lo darisini." Ucap Winter
"Thanks yah Win, gue janji akan menangin ini kompetisinya."
"Gue pasti akan kembali tanpa bonyok-bonyok Rin, jangan khawatir." Balas Hyunjin
"Hwang Hyunjin dan Yoon Sanha silahkan ke atas, pertandingan akan dimulai."
"Hati-hati bro, gue tunggu lo di ruang istirahat nanti." Ucap Seungmin
"Yoi, gue nggak akan kalah."
"Halo, gue Sanha." Ucap Sanha ramah
"Eh hai, gue Hyunjin." Balas Hyunjin
"Gue yang terbaik disini, nggak akan gue biarin lo menang Hyunjin!"
"Hohohoho, gue juga nggak akan ngalah Sanha. Keluarin kemampuan lo yang terbaik yah..."
Sanha dikenal sebagai penembak jitu terbaik di desa. Ia biasanya memakai kedua pistolnya dan dalam keadaan gawat akan memakai shotgunnya.
"Gue mulai yah..." Ucap Sanha dan mulai menembak ke arah Hyunjin
Untungnya dengan cekatan Hyunjin langsung memakai tameng untuk menangkis serangan Sanha dan maju dengan pedang besarnya. Ia membentuk sebuah bintang dan menyerang Sanha.
"Five star slash!!" Ucap Hyunjin
"Jurus macam apa itu? Aneh sekali namanya, dasar Hyunjin bikin malu aja deh..." Ucap Seungmin geleng-geleng kepala
"Eits, gue juga punya kekuatan rahasia loh..." Ucap Sanha ngesmirk
Sanha kemudian membentuk sebuah pelindung hitam untuk melindungi dirinya dari tebasan Hyunjin.
"Gila! Itu pelindungnya keren banget, terpukau gue..."
"Thanks pujiannya, tapi nggak usah basa-basi lagi. Mending akhiri ini sekarang!"
Sanha mengeluarkan shotgunnya dan menembak ke arah Hyunjin, Hyunjin juga menyerang dengan pedang dan bersiap menangkis tembakan Sanha dengan tamengnya.
Tang tang tang
Bruak
Crash
__ADS_1