Secret Game

Secret Game
Renjun


__ADS_3

"Gue nggak akan biarkan lo membawa siapapun yang ada disini!" Ucap Renjun.


"Oh jadi lo berani menantang gue? Kalo begitu permainan ini akan semakin menarik." Balas Jack.


Jack dan Renjun berhadapan.


"Hati-hati Jun. Dia itu pasti kuat." Kata Karina.


"Tentu, gue juga nggak seceroboh itu Rin."


Renjun mengambil sebuah pedang yang ia dapatkan saat menyelesaikan misi.


"Kalian berdua jaga Subin disini. Jangan ikut campur dengan pertarungan gue karena ini pasti berbahaya." Titah Renjun.


Renjun dan Jack mulai bertarung. Jack mengeluarkan dua senjata, yang pertama ada sebuah belati dan yang kedua ada sebuah tongkat besi hitam.


Jack dengan kecepatan kilatnya langsung menyerang Renjun dengan tongkat hitamnya. Ternyata tongkat itu lumayan kuat untuk beradu dengan pedang Renjun.


"Oh ternyata lo nggak terlalu mahir bertarung. Mungkin karena wajah lo bukan seperti penjahat." Ejek Jack.


Renjun mulai marah dan menyerang Jack bertubi-tubi. Jack menangkis seluruh serangan Renjun.


"Jangan terbawa emosi Jun. Dia cuma mau pancing lo supaya nggak fokus!" Teriak Ningning.


Mendengar itu Renjun mengatur nafasnya dan kembali tenang.


"Hm ternyata lo pintar juga." Ucap Jack sambil melihat Ningning.


Sayangnya karena stamina Jack lebih unggul ia bisa memanfaatkan itu. Jack sekali lagi menyerang Renjun dengan tongkat besi hitamnya.


"Akh." Ringis Renjun.


Melihat itu Jack kembali menyerang Renjun dan menyetrum Renjun dengan tongkat hitamnya.


"Akh." Renjun sekali lagi meringis kesakitan.


"Dasar lemah! Lo itu bukan tandingan gue." Ucap Jack.


Jack menyerang Renjun terus-menerus sedangkan Renjun ia hanya menghindar dan menangkis semua serangan Jack walaupun ia sudah kelelahan.


"Biar gue akhiri ini Renjun!"


Jack bukannya menyerang Renjun ia malah menyerang Ningning. Renjun yang kaget langsung berlari ke arah Ningning.


Jleb


"Uhuk."


Renjun mengeluarkan darah segar dari mulutnya. Melihat itu Jack kemudian kembali menebas Renjun dengan belatinya.


Crash


"Ugh." Ucap Renjun menahan perih di punggungnya.


Setelah melakukan itu, Jack pergi menghilang dari hadapan Karina, Ningning, dan Subin.

__ADS_1


Flashback off


"Jack kurang ajar!" Umpat Jinyoung.


"Bisa-bisanya dia mencari kesempatan untuk menyerang disaat kita berempat menyelesaikan misi." Kesal Jinyoung.


"Huang Renjun telah terbunuh. Kalian hanya tersisa tujuh orang sekarang." Ucap MC.


Ningning yang mendengar itu langsung menangis dengan sangat keras.


"Tenang Ning, lo nggak boleh begini." Ucap Winter memeluk Ningning.


"Tapi Renjun terbunuh karena gue eon. Seandainya dia nggak lindungin gue tadi dari Jack mungkin dia nggak perlu terbunuh disini. Mungkin dia masih bersama dengan kita."


"Lo nggak perlu merasa bersalah Ning. Renjun melakukan itu karena dia nggak mau lo terluka. Kalo lo begini yang ada pengorbanan Renjun akan sia-sia. Yang terpenting sekarang kita harus mengalahkan Jack dulu." Ucap Karina sambil mengusap punggung Ningning.


"Iya, benar kata Karina. Sekarang kita hanya perlu mengalahkan pembunuh itu." Lanjut Seungmin.


Ningning pun mulai tenang dan menghapus air mata nya. Setelah melihat suasana mulai membaik, Seungmin mengeluarkan penawar yang ia dapat untuk menyembuhkan Subin.


"Ini Rin. Lo berikan ini ke Subin." Ucap Seungmin.


"Apa ini?" Tanya Karina.


"Itu penawar racun untuk Subin. Itu akan menyembuhkan dia." Jawab Jinyoung.


Jinyoung membantu Karina untuk menyandarkan Subin ke tembok. Karina lalu memasukkan penawar itu ke mulut Subin.


Glek Glek Glek


Perlahan tubuh Subin tidak membiru lagi walaupun wajahnya masih pucat.


"Kita nggak mungkin membawa Subin untuk ke ruangan terakhir. Tapi kita juga nggak mungkin tinggalkan dia bersama Karina eonni disini." Pikir Winter.


"Itu benar. Gimana kalo Karina dan Subin tetap ikut ke lantai tiga tapi menunggu diluar." Usul Seungmin.


"Terus yang melawan Jack kita berempat Min?" Tanya Winter.


"Nggak, biarkan gue dan Jinyoung yang melawan dia. Kalian nggak perlu ikut turun tangan."


"Winter dan Jihan temani Karina. Kalian nggak perlu khawatir soal gue dan Jinyoung. Kami bisa menjaga diri masing-masing. Kalo kalian juga ikut nanti akan repot karena Jack pasti mencoba menyerang kalian." Ucap Seungmin.


"Gue setuju dengan saran Seungmin. Kalian tunggu diluar sementara kami melawan Jack." Sambung Jinyoung.


"Baiklah." Ningning, Winter, Jihan dan Karina mengangguk.


Mereka semua kembali ke lantai tiga. Tubuh Renjun ditinggalkan di lantai dua. Seungmin dan Jinyoung melangkah ke ruangan terakhir.


"Gue butuh pedang, pistol dan satu pisau." Ucap Jinyoung.


"Gue juga butuh pedang, satu pisau, dan bom." Ucap Seungmin.


"Lo ngapain bawa bom?" Tanya Jinyoung.


"Kita mungkin membutuhkan itu nanti. Buat jaga-jaga gue akan bawa itu."

__ADS_1


"Kalian juga disini hati-hati. Tersisa shotgun dan tombak panjang. Gunakan itu kalo ada bahaya." Ucap Seungmin.


Jinyoung dan Seungmin masuk ke ruangan terakhir.


"Oh kalian datang juga rupanya." Ucap Jack.


"Gue sudah menunggu lama lho." Sambungnya.


"Jangan banyak bicara lo! Lo sudah membunuh teman kita dan itu nggak akan kami maafkan!" Kesal Seungmin.


"Tenang Min, jangan emosi. Lo bisa kalah kalo bertarung dengan pikiran yang nggak jernih." Ujar Jinyoung.


Jack mengeluarkan senjatanya. Senjata yang sama dengan yang tadi ia gunakan untuk bertarung melawan Renjun.


Bahkan di belati milik Jack masih terlihat darah Renjun yang sudah mengering. Melihat itu Jinyoung dan Seungmin menahan emosi.


"Wah lihat ini, bukankah ini keren? Kalian menyaksikan darah teman kalian tadi. Sayangnya darah ini sudah kering. Mungkin nanti kalian akan menyusul teman kalian itu." Pancing Jack.


"Diam lo Jack! Lebih baik kita akhiri ini dengan cepat!" Seungmin langsung menuju ke arah Jack. Jinyoung juga ikut membantu.


Jinyoung mengeluarkan pedangnya begitupun dengan Seungmin. Jack mengeluarkan tongkat dan belatinya.


Ting teng ting


Tak lama Jinyoung mengeluarkan pistolnya dan menembak bahu Jack.


Dor


"Oh lumayan juga." Kata Jack.


Melihat Jack terluka Seungmin dan Jinyoung kembali menyerang. Tiba-tiba Jack mengeluarkan bom asap.


"Cih apa-apaan ini?! Dia curang sekali!" Kesal Seungmin.


"Akh." Teriak Jinyoung.


"Young lo kenapa?" Tanya Seungmin.


Asap itu mulai menghilang, Seungmin yang kembali bisa melihat kaget ketika Jack sudah di hadapannya dan menusuk perutnya.


"Akh."


"Kasihan sekali kalian berdua." Ucap Jack meremehkan.


"Sepertinya ini akhir dari kalian. Biar gue akhiri ini Seungmin!" Seru Jack.


Ketika Jack ingin menusuk jantung Seungmin, Jinyoung menembak dada Jack. Kemudian ia kembali menembak perut Jack.


"Beraninya lo!" Kesal Jack dan berlari menghampiri Jinyoung.


Jinyoung yang terluka di bagian paha kirinya tidak bisa bergerak. Jinyoung sudah kehabisan peluru dan Seungmin juga sudah tidak berdaya.


Cklek


Winter dan Jihan datang, Winter menembak Jack di kedua kaki bahkan kedua bahunya dengan shotgun.

__ADS_1


"Selamat tinggal Jack." Ucap Winter dan menembak kepala Jack.


Dor


__ADS_2