
"Akhirnya kalian menyelesaikan game keempat. Bite and Viruses. Tapi kenapa kalian nggak senang? Bukannya kalian harus senang karena akan mendapatkan petunjuk baru lagi?" Bingung MC.
"Bacot lo! Nggak lihat apa kami lagi kehilangan Subin!" Bentak Jinyoung.
"Oh soal itu toh. Gue pikir apaan, jadi gue nggak peduli kalian kehilanganmu teman atau apapun. Gue akan menyebutkan petunjuk yang sudah kalian dapatkan, yang pertama angka tiga. Yang kedua adalah Jepang dan Korea. Petunjuk terbaru adalah 100200029991."
"Baru saja menyelesaikan game, sudah dibuat pusing dengan kode beginian. Ada yang tau nggak maksud dari petunjuk MC itu?" Tanya Seungmin.
"Gue rasa untuk sementara kita istirahat dulu Min. Untuk petunjuk nanti dipikirin lagi deh." Saran Winter.
"Ya sudah. Hari ini gue, Karina, dan Jihan sekamar."
"Lah kok Jihan sama lo sih Min?! Nggak mau gue pisah sama Jihan!" Tolak Jinyoung.
"Bisa nggak sih lo itu nurut sedikit Young?! Gue capek tau hari ini berantem terus sama lo! Lo harus lebih dewasa, Jangan dikit-dikit harus sama Jihan!" Bentak Seungmin.
Jinyoung terdiam. Yang lain juga nggak ada yang berbicara.
"Oke. Awas lo macam-macam sama pacar gue! Gue nggak akan segan untuk bonyokin wajah lo itu!"
"Tenang saja gue akan jaga Jihan baik-baik. Lagian ngapain gue macam-macam sama Jihan sih? Kurang kerjaan banget deh."
"Perhatian! Sebelum kalian masuk ke kamar untuk istirahat gue mau mengajak kalian makan malam dulu. Pasti kalian lapar kan?" Tebak Shotaro.
"Ya iyalah lapar bego! Makanya kami mau masak di kamar terus tidur! Lo nggak usah sok peduli sama kami kalo akhirnya nanti lo buat kejutan lagi seperti tadi!" Umpat Jinyoung.
Shotaro tersenyum licik dan melemparkan pisau tajam ke arah Jinyoung. Untungnya pisau itu hanya menggores pipi kiri Jinyoung.
"Lo nggak usah banyak bicara Jinyoung. Gue itu masih baik mau membuatkan kalian makanan, jangan berisik di rumah ini Young kalo lo nggak mau membuat gue naik pitam." Ancam Shotaro.
"Gue nggak suka cara bicara lo itu karena berisik. Itu mengganggu ketenangan rumah ini. Kalo lo nggak mau makan masakan gue silahkan ke kamar dan masak sendiri!" Lanjut Shotaro.
"Sialan!" Umpat Jinyoung dan pergi dari ruang makan.
"Tunggu gue Young!" Teriak Jihan.
"Bagaimana dengan kalian berempat?" Tanya Shotaro.
"Ah, kami ikut makan kok. Lagian Ningning dan Winter nggak ada tenaga buat masak lagi."
Skip makan malam.
"Kalau gitu gue, Karina, Winter, dan Ningning ke kamar duluan." Pamit Seungmin.
"Oke. Selamat beristirahat." Balas Shotaro.
__ADS_1
Klik
"Kakak game terakhir bagaimana?" Tanya seseorang dibalik earphone Shotaro.
"Siapkan semua sesuai dengan yang sudah direncanakan Chan." Balas Shotaro ke seseorang yang dipanggil Chan.
"Sekarang gue mau istirahat juga. Besok adalah akhir dari game ini. Pasti akan menarik untuk ditonton." Batin Shotaro.
Di kamar 001 Jinyoung dan Jihan tengah berbaring.
"Mau makan nggak? Biar gue masakin." Jihan memulai pembicaraan.
"Terserah lo Han. Gue lelah sekali."
"Ya sudah, tunggu disini. Gue akan segera kembali." Balas Jihan dan ke dapur kamar.
Cklek
"Young." Panggil Karina.
"Kenapa lo? Tumben manggil gue, ada angin apa?"
"Nggak ada sih. Lo nggak apa-apa?" Tanya Karina.
"Nggak. Ini cuma luka kecil, nanti juga sembuh. Lagian ada Jihan yang akan obati gue habis makan. Lo nggak perlu khawatir."
"Eh ada Karina eonni. Yang lain pada kemana?" Tanya Jihan membawa satu mangkok sup rumput laut, dua mangkok nasi dan satu mangkok daging sapi yang sudah dia masak kecap.
"Wow lo hebat juga bisa masak sebanyak ini." Puji Karina.
"Hehehe, nggak juga eonni." Malu Jihan.
"Gue kesini karena permintaan Seungmin, dia bilang gue dan kalian berdua satu kamar."
Jinyoung dan Jihan hanya mengangguk paham. Setelah makan, Jihan mengobati luka di pipi kiri Jinyoung akibat pisau Shotaro tadi.
Dan mereka semua mulai tertidur. Keesokan harinya, seperti biasa Shotaro membangunkan Seungmin dkk kemudian memintanya untuk ke ruang tamu.
"Hari ini kita akan memainkan game yang terakhir. Judul game kali ini adalah King."
"Aturannya mudah, kalian hanya perlu menemukan raja yang sebenarnya dari game ini. Yang mengendalikan seluruh permainan dan itu ada di antara kalian yang sudah gue undang."
"Kalau kami sudah menemukan dia bagaimana?" Tanya Seungmin.
"Entahlah. Nanti akan gue beritahu lagi kalau kalian benar-benar sudah menemukan raja game ini."
__ADS_1
"Waktu game kali ini berapa?" Tanya Ningning.
"Game ini memiliki waktu nggak banyak dibandingkan game lainnya. Waktunya hanya dua jam dari sekarang. Jadi sebaiknya kalian mencari raja dari semua game ini."
"Kalau gamenya ini mah mudah. Cuma tinggal cari orangnya saja." Ucap Jinyoung.
"Lo nggak boleh gitu Young, bisa saja ada sesuatu yang disembunyikan MC itu dari kita." Curiga Jihan.
"Itu benar. Kita nggak boleh meremehkan dia. Apalagi dia itu di pihak Shotaro." Timpal Karina.
"Karena game kali ini nggak terlalu beresiko bagaimana kalo bagi dua kelompok?" Tanya Jinyoung.
"Apa nggak berbahaya Young?" Tanya Seungmin.
"Nggak akan Min. Gue rasa game ini nggak akan membahayakan kita semua."
"Kalo gitu untuk jaga-jaga ponsel Winter lo ambil deh Young." Ucap Seungmin.
"Terus ponsel Ningning akan dipegang sama kelompok gue." Lanjut nya.
"Pembagian nya gimana?" Tanya Ningning.
"Lo ikut gue dan Winter Ning. Sisanya ikut Jinyoung, seperti biasa." Titah Seungmin.
"Kalian nggak akan bisa menemukan orang itu karena jalan menuju kesana sulit untuk ditemukan." Batin Shotaro.
"Eh Min gue rasa lantai pertama nggak akan ada apa-apa. Kita cari di lantai dua dan tiga saja." Usul Winter.
"Kok gitu Win?"
"Entahlah. Cuma firasat gue saja."
Seungmin memikirkan perkataan Winter dan akhirnya mengangguk. Seungmin, Winter, dan Ningning mencari di lantai dua.
"Apa karena game keempat tadi selesai makanya lorongnya kembali seperti semula?" Ujar Seungmin.
"Mungkin. Gimana yah keadaan Subin? Dia berhasil nggak selamat dari bom tadi?" Tanya Winter.
"Bisa jadi selamat, tapi bisa jadi juga tidak. Subin beruntung kalo bisa keluar dari tempat itu."
"Apa game kali ini berhubungan dengan Subin?" Pikir Ningning.
"Kenapa begitu?" Bingung Seungmin dan Winter.
"Yah coba kalian pikirkan. Game ketiga berhubungan dengan Lino oppa dan Hyunjin, game keempat berhubungan dengan Renjun yang seharusnya sudah mati, apa game terakhir ini berhubungan dengan hilangnya Subin?" Tebak Ningning.
__ADS_1
"Pemikiran lo masuk akal sih Ning. Tapi kalo game ini berhubungan dengan Subin apa ia adalah orang yang mengontrol seluruh game ini dari awal? Bukannya Subin bermain bersama kita dari awal? Dan dia juga terluka kan? Masa pembuat game ini sengaja terluka hanya untuk tidak dicurigai lagi?"
"Iya juga Min. Tapi pendapat Ningning juga masuk akal. Yah walaupun bisa jadi salah sih." Sahut Winter.