
Focus: Jeongin
Jeongin mengelilingi tempat-tempat dan mencari toilet terdekat. Sebenarnya ia agak ragu juga bersama dengan Hyunjin.
"Hyunjin hyung kenapa terlihat tenang sekali tadi? Seperti ada yang disembunyikan..."
"Bodoh ah! Gue harus ke toilet dulu." Batinnya
Setelah keluar dari toilet ia tidak sengaja melihat seseorang yang memakai pakaian seperti jubah dan berjalan mendekat.
"Mampus! Jangan bilang orang ini penyihirnya?"
"Mati dah gue kalo gue jadi sasaran pertamanya..."
Penyihir itu membawa sebuah sabit besar layaknya malaikat pencabut nyawa. Ia berjalan sedikit demi sedikit namun melewati Jeongin yang berada di toilet.
"Berarti gue bukan sasarannya..."
Focus: Bangchan dan Felix
Bangchan dan Felix bersembunyi di ruangan nomor 2. Ruangan itu sendiri lebih mirip gudang yang menyimpan banyak barang.
"Hyung, disini aman?" Tanya Felix
"Nggak tau, gue ikutin naluri doang Lix." Jawab Bangchan
"Gue takutnya penyihir itu datang kesini hyung..."
"Jangan negatif thinking dulu Lix, kecuali kalo memang penyihir itu narget ke kita."
Cklek
"Hyung itu suara pintu terbuka..." Bisik Felix
"Diam Lix! Jangan berisik, nanti dia kesini..."
Penyihir itu mendekat ke tempat Felix dan Bangchan bersembunyi. Felix bersiap-siap dengan sebuah tongkat bisbol dan Bangchan yang bersiap untuk berkelahi.
"Ternyata lo ada disini, sepertinya gue memang beruntung hari ini..." Ucap penyihir itu
"Lo mau membunuh kami?!" Teriak Felix
"Target gue hanya satu, yaitu lo Lix. Bangchan lebih baik lo segera pergi kalo nggak mau mati juga di tangan gue." Ancam penyihir itu
"Gue nggak mau! Gue nggak takut mati dan nggak akan ninggalin Felix disini!"
"Kalo begitu ini akan semakin menarik! Mari bermain lebih lama!" Seru penyihir itu menunjukkan senyuman yang membuat siapa saja merinding
Penyihir itu mengeluarkan sabit panjangnya dan mulai mengiris lengan kiri Felix dengan cepatnya.
__ADS_1
"Ugh, terima pembalasan gue!" Balas Felix
Felix mengayunkan tongkatnya dan memukul bahu penyihir itu kemudian Bangchan menendang perut penyihir itu. Penyihir itu terjatuh sebentar lalu kembali berdiri.
Ia dengan cepat berlari ke arah Felix dan membalas serangan Felix tadi dengan sebuah pukulan. Belum cukup, ia pun kembali berputar dan menendang wajah Bangchan sehingga Bangchan tersungkur ke tanah bersama Felix.
"Hmm babak pertama habis, silahkan kembali ke tempat awal."
Penyihir itu berjalan menjauh dan pergi. Tetapi sebelum pergi ia mengucapkan sesuatu.
"Kalian jangan senang dulu, ini hanya permulaan. Saat kembali ke ruangan nanti pastikan kalian memperhatikan sekeliling."
Semuanya berkumpul dengan cepat, Jeongin datang lebih awal disusul Hyunjin, Seungmin, Winter, Karina, Giselle dan terakhir Ningning dan Lee Know.
"Bangchan hyung dan Felix hyung dimana?" Tanya Jeongin
"Kami berdua disini." Ucap Bangchan yang baru datang bersama Felix
"Kalian kenapa wajahnya bonyok-bonyok?" Tanya Hyunjin
"Tadi kami melawan penyihir nya. Dia menargetkan gue tapi untungnya kita berdua bisa hadapi. Coba kalo Bangchan hyung nggak ada, tewas dah gue..."
"Dari ciri-ciri nya menurut hyung siapa penyihirnya?" Tanya Seungmin ke Bangchan
"Gue nggak sempat lihat Min tapi suaranya mirip Lee Know."
"Tapi itu benar kan Lix?" Tanya Bangchan ke Felix
"Yah kayaknya memang suara Lee Know hyung."
"Aneh, Lee Know oppa nggak pernah ke tempat kalian. Dia sama gue terus sih." Sambung Ningning
"Lo jangan bohong Ning, lo kan suka sama Lee Know. Siapa tau lo cuman ngebela dia doang kan?!"
"Ningning nggak pernah bohong Jin, dia orang yang jujur..." Balas Winter
"Disini semua orang nggak bisa dipercaya Win, jangan percaya Ningning atau siapapun lagi." Ucap Bangchan
"Wah wah kalian malah berantem, jadi Lee Know yang naik ke podium nih?" Tanya MC
"Gue pilih Lee Know." Ucap Bangchan
"Gue juga." Sambung Felix dan Hyunjin
"Gue nggak milih." Ucap Seungmin
"Gue pilih Bangchan oppa." Ucap Ningning
"Gue juga." Lanjut Lee Know
__ADS_1
"Yang tersisa cuma Karina, Giselle, Winter dan Jeongin. Gimana?"
"Gue nggak milih." Ucap Winter
"Gue Bangchan." Ucap Karina dan Giselle
"Gue..." Ragu Jeongin
"Pilihan di tangan lo Jeong, mau Bangchan atau Lee Know?"
"Gue nggak milih."
"Lah kenapa Jeong?! Jelas-jelas itu suaranya Lee Know, pasti dia penyihirnya!" Seru Bangchan
"Gue nggak yakin itu Lee Know hyung. Malah gue berpikir ke orang lain." Balas Jeongin
"Siapa yang lo pikirkan?" Tanya Seungmin
"Gue belum punya bukti, gue nggak bisa bilang dulu hyung."
"Karena nggak ada yang mati di babak pertama, babak kedua akan gue perpanjang waktu pembunuhannya. Silahkan cari tempat sembunyi."
"Gue sama lo Win, kayak yang tadi." Ucap Seungmin
"Oke Min."
"Jeong!" Panggil Hyunjin
"Sini sama gue!"
"Gue pergi sendiri saja hyung, lain kali saja."
"Ning lo percaya kan sama gue?" Tanya Lee Know
"Iya gue percaya, gue sama oppa sembunyi nya."
"Hyung untuk sementara gue juga mau sendiri." Ucap Felix
"Terus kalo ada apa-apa gimana? Lo kan bisa dalam bahaya Lix kayak tadi."
"Kok lo bicara gitu?" Tanya Karina tak sengaja mendengar pembicaraan Felix dan Bangchan
"Jangan bilang lo mau memikirkan cara membunuh Felix?"
"Jangan sembarangan kalo ngomong, gue cuma khawatir sama dia."
"Oh ya udah, ayo Gis kita pergi juga."
Setelah semuanya pergi ada salah satu dari mereka yang tersenyum seakan menunjukkan kemenangan.
__ADS_1