Secret Game

Secret Game
Siapa Penyihirnya?


__ADS_3

"Setelah ini kira-kira apa lagi game yang akan kita mainkan hyung?" Tanya Jeongin


"Gue juga nggak tau Jeong, sekarang kita sisa berenam di Stray Kids. Seandainya kita nggak punya rencana untuk main ski dan terjebak disini, pasti Changbin sama Han masih ada. Kita juga nggak akan main game kayak gini." Ucap Bangchan sambil menghela nafasnya


"Maaf hyung, gue harusnya nurutin kata lo dan Seungmin untuk tidak main ski. Gue nggak tau bakalan jadi kayak gini jadinya..." Kata Hyunjin sambil menunduk


"Yah sudahlah Jin, semua kan udah terjadi. Apa yang sudah berlalu dilupain aja dan kita harus terus maju untuk bisa keluar darisini." Balas Felix


"Benar kata Felix, gue nggak pernah salahin lo kok Jin. Mungkin semua sudah takdir kita untuk kehilangan Changbin dan Han." Sambung Bangchan


"Istirahat yuk hyung, kita kan perlu tidur. Dari kemarin kayaknya stamina gue udah habis." Ucap Seungmin


"Oke. Seungmin, Hyunjin, dan Jeongin kalian tetap dikamar ini. Gue, Lee Know dan Felix akan ke kamar sebelah."


"Iya hyung."


Pagi hari datang, Bangchan, Felix, Lee Know, Seungmin, Jeongin, dan Hyunjin bangun di tengah ruangan asing.


"Lah ini dimana? Perasaan gue di kamar terus sejak tidur semalam." Batin Hyunjin


Hyunjin menepuk pipi Jeongin dan Seungmin. Seungmin dan Jeongin akhirnya tak lama bangun juga.


"Lho? Ini ruangan apaan Jin?" Tanya Seungmin


"Gue nggak tau, tiba-tiba gue terbangun udah disini aja..."


"Jangan-jangan kita berenam diculik?" Takut Jeongin


"Yeh, jangan mikir aneh-aneh deh Jeong." Balas Seungmin


"Bangunin Felix, Bangchan hyung dan Lee Know hyung dulu lah..." Titah Hyunjin


"Hyung bangun ih..." Ucap Jeongin dan Seungmin


"Lah kita dimana ini?" Tanya Bangchan


"Ini dimana?" Tanya Lee Know juga


Seungmin, Hyunjin, dan Jeongin hanya mengangkat kedua bahu mereka pertanda tidak tahu.


"Lah itu cewek-cewek bukan sih?" Tanya Felix memastikan


"Ah benar, Winter!!" Teriak Bangchan


"Oppa? Kalian semua kenapa bisa disini?"


"Kalian sendiri kenapa disini? Lagi apa hayo..." Goda Felix


"Kita nggak tau, tiba-tiba kita berempat ada disini dan ketemu kalian juga." Jawab Giselle


"Aneh, jangan bilang kalo ini game baru lagi." Tebak Hyunjin


"Bisa jadi Jin." Sambung Karina


"Halo semuanya!!" Sapa seorang pemuda bertopeng


"Siapa lo? Apa lo ada hubungannya sama semua ini?" Tanya Seungmin


"Maksud lo Seungmin?" Bingung pemuda itu


"Dengan game ini, lo kan pasti yang buat semua segala hal tentang game dan segala isinya."


"Hebat juga, lo memang bisa gue sebut einstein Min." Balas pemuda itu


"Apa mau lo kesini?" Tanya Lee Know

__ADS_1


"Gue? Memainkan game mungkin..."


"Game? Game apa lagi yang lo sediakan sama kami hah?!" Teriak Lee Know


"Santai bro, game ini berjudul tangkap penyihir dan konsekuensi kan dia di depan mata kalian!"


"Jadi lo suruh kita mencari siapa penyihir nya?" Tanya Jeongin


"Yap, benar sekali."


"Ini adalah petunjuk game nya." Ucap pemuda itu dan menekan remot sehingga tampil sebuah layar berisi petunjuk permainan game



Tangkap penyihir sesungguhnya.


Jangan percaya dengan siapapun termasuk orang yang paling dekat dengan kalian.


Game ini adalah individu, penyihir yang kalah akan di konsekuensi di depan mata kalian.


Sebaliknya, jika kalian kalah penyihir itu yang akan hidup sendiri.


Penyihir mampu membunuh warga biasa, setiap warga yang terbunuh akan ada petunjuk mengenai penyihir.


Jika ada yang kalian curigai sebagai penyihirnya maka kalian bisa membawanya ke podium untuk di tembak mati.



"Lo suruh kita menyaksikan teman kita terbunuh gitu?!" Kesal Felix


"Yah memang gitu gamenya..."


"Jadi yang naik ke podium akan mati?" Tanya Ningning


"Yap, benar."


"Ya tetap saja dia mati, nggak bisa kembali hidup."


"Kalian harus berhati-hati memilihnya, jangan sampai salah pilih. Kan nantinya kalian juga yang menyesal..."


"Itu semua cukup kan? Kalo gitu game dimulai..."


"Sebentar!!" Teriak Hyunjin


"Apa?"


"Penyihir nya lo udah pilih memangnya?"


"Iyalah bodoh! Ya kali belum gue pilih terus gue mulai gamenya..."


"Oh gitu, kapan?"


"Mana boleh gue kasi' tau!"


"Oke."


"Oh iya, kalian semua bisa memakai ruangan berputar ini dengan sesuka hati. Karena belum mengenal ruangan ini, maka gue persempit areanya. Sekalian buat si penyihir mudah menemukan sasarannya."


"Min, gue bareng lo dan Jeongin ajalah..." Bisik Hyunjin


"Lah kenapa kita Jin?" Bingung Seungmin


"Emang lo mau sama siapa Min?" Tanya Hyunjin


"Sama Winter lah..."

__ADS_1


"Lah masih sempat lo bucin disaat begini, siapa tau Winter itu penyihirnya. Kan nggak ada yang tau Min.."


"Hmmm, gue juga nggak percaya sama lo Jin."


"Kalo lo Jeong?" Tanya Hyunjin


"Gue ikut hyung saja deh..."


"Kalo gitu gue dan Jeongin duluan Min, awas lo kalo menyesal nanti..."


"Iya, gue bareng cewek dulu." Balas Seungmin dan berjalan ke Winter


"Win." Panggil nya


"Kenapa Min?"


"Gue bareng lo deh..."


"Hah? Lo nggak takut sama gue gitu? Kan bisa jadi gue penyihir nya.."


"Nggak, gue bareng lo. Gue akan lindungin lo deh.."


"Cieee, ya sudah gue akan bertiga doang sama Ningning dan Giselle." Potong Karina


"Ning!" Teriak Lee Know


"Kenapa oppa?"


"Barengan yuk!"


"Udah sana Ning, gue bareng Giselle aja." Kata Karina


"Jagain Ningning yah oppa." Teriak Giselle


"Berarti gue bareng lo dong Lix.."


"Emangnya hyung nggak mau sama gue?"


"Nggak juga, ya udah ayo cabut!" Ajak Bangchan


Focus: Hyunjin dan Jeongin


Hyunjin dan Jeongin mulai berkeliling, mereka berdua memilih bersembunyi di dekat ruangan tempat semuanya berkumpul tadi supaya penyihirnya nggak tau keberadaan mereka.


"Hyung disini memang aman apa?" Tanya Jeongin dengan khawatir


"Tenang, dia nggak bakal mencari di sekitar sini Jeong."


"Kok hyung tau?"


"Insting orang ganteng emang gitu."


"Hyung." Bisik Jeongin


"Kenapa lagi?"


"Gue mau ke toilet bentar, hyung sendiri nggak papa?"


"Nggak mau gue temani lo?"


"Nggak, gue berani sendiri. Lagian bentar doang..."


"Oke, gue tunggu disini. Jangan lama Jeong."


"Siap."

__ADS_1


"Jeongin kok aneh yah?" Batin Hyunjin


__ADS_2