
Winter yang takut langsung memukul pelaku yang menariknya. Seungmin juga melakukan hal yang sama. Ketika Seungmin dan Winter berbalik, mereka kaget.
"Bisa-bisanya gue dan Jihan nolongin kalian berdua malah balasannya mukul kita?! Kalo gini mah gue nggak mau tarik lo dan Winter tadi." Kesal Jinyoung.
"Sudah Young, gue nggak apa-apa kok. Lagian wajar juga mereka takut, kan langsung ditarik tadi." Ucap Jihan memenangkan Jinyoung.
"Sorry Young, gue nggak tau itu lo dan Jihan. Gue pikir vampirnya teleportasi kesini gara-gara lihat gue dan Winter." Elak Seungmin sambil tersenyum canggung.
"Sorry yah Han, gue nggak tau tadi itu lo. Lo nggak luka kan?" Tanya Winter.
"Nggak eonni. Gue nggak apa-apa." Balas Jihan sambil tersenyum.
"Aduh manis banget pacar gue ini. Gue pengen pingsan ajalah." Batin Jinyoung.
"Lah lo kenapa Young? Sakit yah?" Bingung Seungmin.
"Hah sakit? Lo sakit Young?" Tanya Jihan khawatir.
"Eh nggak Han, gue nggak sakit. Seungmin nih sembarangan kalo ngomong." Ucap Jinyoung sambil natap Seungmin.
"Selamat semua, ronde pertama dari game red sky belum ada yang menjadi mangsa vampir. Silahkan waktunya kalian cari sendiri liontin yang sudah saya sebarkan. Jangan lupa perhatikan jika langit kembali menjadi merah. Selamat mencari!" Seru MC.
"Yuk kita berpencar. Biar cepat dapat liontinnya." Titah Jinyoung.
Seungmin, Winter, Jihan mengikuti arahan Jinyoung dan mencarinya. Sementara di tempat lain, Renjun dan Ningning bingung harus mencari kemana.
"Ini kita cari dimana Ning? Gue nggak pernah ketemu kalo cari barang." Jujur Renjun.
"Eh kok sama? Terus gimana caranya kita cepat selesaikan game ini kalo kita berdua aja nggak pernah ketemu cari barang?" Omel Ningning.
"Serahkan saja deh sama yang lain. Mungkin mereka juga nanti dapat." Ucap Renjun.
"Renjun!!" Teriak Subin dari arah barat.
"Lho Subin? Kenapa lo disini? Tadi kan kita nggak sama-sama sembunyi." Bingung Renjun.
"Entah. Gue dan Karina tadi berpencar cari liontin. Eh gue malah lihat kalian."
"Terus Karina eonni dimana? Lo ninggalin dia oppa?" Tanya Ningning.
"Dia sendiri yang minta. Gue mah nurut saja, kan gue baik."
"Terus kalo eonni kenapa-kenapa gimana? Lo mau tanggung jawab gitu?!" Kesal Ningning.
"Aduh gue nggak mikir kesana." Ucap Subin sambil memukul jidatnya.
Ningning berlari mencari Karina, disusul Subin dan Renjun di belakangnya.
"Eonni!" Teriak Ningning.
__ADS_1
Tak sadar ternyata langit kembali berubah jadi merah. Vampir kembali untuk mencari mangsa. Teriakan Ningning terdengar ke Seungmin, Winter, Jihan, dan Jinyoung.
Mereka berempat kaget mendengarnya. Tak sampai disitu, ternyata teriakan Ningning juga didengar oleh vampir itu.
Vampir itu mencari Ningning dan menemukannya berlari bersama Subin dan Renjun. Tak jauh disana, seseorang tengah tersenyum licik dan seperti menantikan apa yang terjadi selanjutnya.
Vampir itu menyerang Ningning tapi untungnya Ningning berhasil didorong Jinyoung sehingga sasarannya berganti ke Subin.
Renjun yang tepat di belakang Subin melompat ke depan dan membuat mereka berdua terlempar jauh.
"Hahahaha. Pintar juga cara kalian saling menyelamatkan. Gue akui untuk kerja sama tim kalian sangat hebat. Tapi sebelum langit biru gue nggak akan berhenti menyerang loh." Ucap sang vampir.
"Buset! Gue baru tau ada vampir bisa bicara. Setau gue dia cuma bisa lompat-lompat, lo vampir modern yah? Era berapa?" Tanya Subin.
"Gue nggak sekaku vampir dulu kali. Sekarang vampir sudah berkembang, sama seperti budaya yang selalu berkembang. Mungkin gue di era 5.0."
"Astaga! Kenapa lo malah ngobrol sama vampir sih Bin? Lo sudah bosan hidup yah?" Tanya Karina yang baru datang.
"Lah Rin, lo darimana saja? Kok baru kelihatan sekarang? Dapat nggak liontin nya?" Tanya Subin.
"Gue harus jawab pertanyaan lo mulai darimana?"
"Semuanya lah. Gue kan khawatir sama lo." Balas Subin ngewink.
"Dasar buaya! Gue nyari liontin tadi, kita kan pisah nyarinya. Gue sudah dapat satu pecahannya."
"Eh vampir jelek! Gue tuh capek-capek nyari liontinnya disana-sini masa' lo minta harus gue kasi, enak aja lo!" Tolak Karina dengan wajah seramnya juga.
"Kenapa lo jadi berantem dengan Karina sih?! Langsung saja lo terkam dia biar bisa menang." Titah seseorang kepada si vampir.
Vampir itu langsung menyerang Karina. Subin yang melihat itu refleks bergerak dan melindungi Karina. Karina tidak bisa menyembunyikan wajah kagetnya ketika Subin tiba-tiba didepannya.
"Ronde kedua dalam permainan red sky selesai. Tersisa dua jam lagi untuk mencari liontin yang ada. Selamat bermain teman-teman."
Bersamaan dengan MC yang bicara, vampir itu langsung menghilang. Di samping itu, keadaan Subin baik-baik saja karena tidak terluka. Hanya saja dia malah pingsan.
"Lah ni anak kenapa jadi pingsan? Dia kan belum diserang sama vampirnya tadi." Ucap Jinyoung.
"Tampangnya laki-laki tapi mentalnya malah seperti perempuan." Heran Jihan.
"Gue dan yang lain nggak mau ganggu lo dan Subin yah. Kami pergi dulu mencari liontin." Pamit Seungmin mengajak yang lain kecuali Karina dan Subin.
"Awas yah si Jihan bilangin gue mental cewek. Dia nggak tau aja kalo gue lagi pura-pura supaya Karina perhatian sama gue. Lumayan ada kesempatan. Hahaha." Batin Subin sambil tersenyum kecil.
"Oh gue dapat satu nih!!" Seru Winter.
"Lo memang paling bisa diandalkan Win. Gue bangga sama lo." Ucap Seungmin mengelus kepala Winter.
"Lah malah modus lo Min?" Tanya Renjun.
__ADS_1
"Bukan elah, cuma memuji itu." Jawab Jinyoung.
"Itu pdkt nggak langsung tau Young, nggak peka banget sama situasi!" Ejek Renjun.
Winter malah malu dengan perlakuan Seungmin. Sementara Seungmin hanya tertawa mendengar adu mulut Jinyoung dan Renjun.
"Kalian berdua berantem yah? Nggak sama gue, nggak sama Jinyoung lo selalu aja bikin suasana jadi panas." Ucap Ningning datang bersama Jihan.
"Mampus tuh lo dimarahin sama Ningning. Makanya jangan cari masalah terus!" Tambah Jinyoung.
Tak
"Aduh sakit tau Han!" Ngeluh Jinyoung.
"Lo pantas dipukul karena terlalu cerewet. Lagian bukannya bantuin gue cari liontin juga, lo malah disini berantem nggak jelas sama Renjun." Kesal Jihan.
"Hahahaha, rasain tuh Jinyoung. Makanya jangan ejek gue tadi. Kan lo sendiri yang kena juga." Balas Renjun.
"Berarti liontin nya tersisa dua lagi yah?" Tanya Winter.
"Iya, tenang aja. Kita pasti bisa selesaikan tepat waktu. Nggak usah khawatir." Ucap Seungmin.
"Eh kalian sudah ketemu liontin kedua yah?" Tebak Karina yang berlari ke arah Seungmin dkk.
"Sudah, lo sudah bebas dari Subin?" Tanya Seungmin.
"Iya, baru tadi dia sadar. Untung pingsannya nggak lama, kan kalo lama gue bisa repot."
"Terus dia dimana?" Tanya Winter.
"Di belakang gue." Ucap Karina.
Semuanya menatap Karina bingung. Karina yang sadar ditatap aneh berbalik dan bingung mencari keberadaan Subin.
"Perasaan dia ngikutin gue terus deh. Kemana lagi dia?!" Omel Karina.
Saat berbalik lagi, Subin tiba-tiba mengagetkan Karina dengan berdiri tepat di hadapannya.
"Ngapain muka lo dipasang depan gue sih?!" Ucap Karina memalingkan wajahnya.
"Lho kenapa muka lo jadi merah?" Bingung Subin.
"Me- merah apanya?! Ng-nggak kok." Balas Karina dengan gugup.
"Tuh nyatanya merah. Lo gugup yah sama gue? Mulai baper?" Tebak Subin sambil mendekatkan wajahnya lagi.
"Woi ngapain disini doang sih? Ditungguin tuh sama yang lain." Ucap Jinyoung yang datang dan langsung mendorong Subin.
Alhasil Subin malah tidak sengaja mencium pipi kanan Karina.
__ADS_1