Secret Game

Secret Game
Poison Room


__ADS_3

Seungmin, Winter, Renjun, dan Ningning menuju ke arah lorong kecil yang tak jauh dari mereka.


"Ini kita mau kemana?" Tanya Ningning.


"Gue cuma ngikutin naluri doang Ning. Nggak tau juga arahnya kemana." Ucap Seungmin.


"Oh iya kalian bawa ponsel kan?" Tanya Renjun ke Seungmin, Winter, dan Ningning.


"Iya." Kompak ketiganya.


"Kalo gitu kita gunakan ponsel untuk komunikasi di lantai pertama ini. Biar lebih cepat ketemu ruangnya."


"Bukannya itu bahaya? Kalo Jack temukan kita terus cuma berdua gimana? Apalagi kalian nggak pintar bela diri." Ucap Winter.


"Gue nggak pernah bilang gue nggak bisa bela diri. Gue bisa kok." Elak Renjun.


"Iya, gue juga nggak pernah bilang nggak bisa Win. Lo dapat darimana info palsu itu?" Tanya Seungmin.


"Hehe cuma nebak sih. Biasanya anak yang pintar nggak pandai bela diri. Mirip di drama-drama yang gue lihat."


"Ya udah kita cari lagi ruangannya." Balas Seungmin.


Tim Seungmin menelusuri lebih dalam lorong kecil sampai menemukan sebuah pintu yang ukurannya unik. Pintu itu berukuran sangat kecil untuk bisa dimasuki.


"Ini kecil banget pintunya, gimana bisa masuk?" Tanya Ningning.


"Kayaknya ruangan ini memang dibuat khusus deh kecil. Gue sama Renjun masuk duluan, nanti kita berdua panggil kalian kalo sudah aman."


"Baik." Angguk Winter dan Ningning bersamaan.


Setelah merangkak cukup jauh Renjun dan Seungmin melihat sebuah cahaya putih di depan mereka.


"Cahaya apaan tuh? Jangan bilang cahaya itu berkaitan sama misi di ruangan ini?" Bisik Renjun.


"Bisa saja, kita kesana dulu. Kalo aman baru teriakin Winter sama Ningning biar mereka nyusul." Balas Seungmin.


Seungmin dan Renjun tiba di sebuah ruangan yang gelap.


"Lah tadi kan ada cahaya disini, kenapa jadi hilang?" Bingung Renjun.

__ADS_1


"Ini bukan jebakan kan Jun?" Khawatir Seungmin.


"Hohohoho, disini nggak ada jebakan. Tenang saja." Jawab seseorang di depan Seungmin dan Renjun.


Akibat gelap Seungmin dan Renjun tidak jelas melihat wajahnya.


"Lo siapa? Apa mau lo?" Tanya Renjun.


"Gue kesini karena ikutin kata hati. Eh malah ketemu sama kalian, orang yang harus gue habisi. Gue senang banget nggak usah susah-susah nyari. Datang sendiri malahan." Ucap orang itu sambil smirks.


"Lo Jack yah? Kalo lo mau ambil nyawa kita jangan main di tempat gelap dong. Itu kan curang, nggak gentle banget lo jadi lawan! Kalo berani lo harus nyalakan lampunya dulu." Pancing Seungmin.


"Hm gitu? Ya udah, bolehlah. Kalian juga nggak sulit untuk dikalahkan." Pikir Jack.


Tuk


Lampu menyala memperlihatkan seorang pria dengan balutan jas yang rapi dan mengenakan topeng hitam.


"Jadi permainan apa yang harus kami selesaikan dengan lo?" Tanya Seungmin.


"Untuk penjelasan bukan bagian gue, karena gue juga akan bermain bersama kalian. Jadi itu dijelaskan sama MC."


"Selamat datang di misi poison room. Tempat ini tidak lama lagi akan diisi dengan asap beracun, kalian akan terkurung selama 10 menit disini dengan diselimuti asap beracun. Jika ingin pintu terbuka dan kembali dengan selamat kalian harus menemukan tombol untuk menghentikan asapnya. Siapa cepat dia menang. Mudah bukan??"


Sebuah celah dari ruangan menghempaskan asap berwarna ungu kemerahan. Jack yang melihat terlebih dahulu letak tombol nya di sisi kanan atas langsung melompat.


Sayangnya ternyata tombol itu tidak gampang ditekan karena selain asap, ternyata seekor naga hitam keluar entah darimana dan menyerang Jack.


"Gue pikir naga itu menjaga tombol deh Min. Kalo kita mengalahkan naga itu baru deh sepertinya bisa menekan tombol disana." Pikir Renjun.


"Lo punya ide nggak Jun? Kita harus segera menyelesaikan misi ini agar Ningning dan Winter juga nggak menunggu lama diluar."


"Kita nggak punya senjata Min, gue juga bingung gimana cara ngatasinnya." Tutur Renjun.


"Gimana kalo gini Jun, dia kan mau menghalangi kita untuk selesaikan misi. Karena Jack sibuk atasi naganya, kita cari kesempatan untuk pergi ke atas sana." Saran Seungmin.


"Lumayan sih Min, tapi kalo si Jack sadar kita manfaatkan dia gimana? Nanti yang ada nyawa kita berdua melayang." Takut Renjun.


"Nih buat jaga-jaga." Kata Seungmin memberikan semprotan merica ke Renjun.

__ADS_1


"Apa ini? Lo mau minta gue ngapain?"


"Kalo Jack serang lo yah semprotkan saja itu ke wajahnya." Ucap Seungmin.


"Lo bodoh apa gimana Min?! Dia kan pakai topeng, yang ada topengnya yang kena semprot!" Kesal Renjun.


"Eh bener juga kata lo. Ya udah ambil ini lagi, kembalikan yang tadi." Ucap Seungmin memberikan shutgun ke Renjun.


"Ini untuk nyetrum dia?" Tanya Renjun dan dibalas anggukan Seungmin.


"Lo setrum dia, nanti sisanya gue yang urus. Tunggu aba-aba gue aja Jun." Titah Seungmin.


"Okelah."


Naga hitam kembali bertarung dengan Jack, Seungmin dan Renjun berjalan pelan menuju ke sisi kanan atas untuk menggapai tombol nya.


Jack yang sadar langsung menyerang Seungmin dan Renjun, namun dia terlebih dahulu di hadang oleh naga tadi.


"Gue berterima kasih sama naga ini." Batin Seungmin.


Dengan amarah yang tersisa, Jack mengeluarkan snipernya dan naga itu berkali-kali sampai tumbang.


Sesudah tersenyum puas ia melompat dan menendang Seungmin hingga terpental jauh. Renjun yang tinggal sedikit lagi mencapai tombol untuk menghentikan asap beracun nya malah terkena peluru dari Jack di kakinya.


"Ini gimana gue bisa lompat? Cih ganggu aja si Jack ini!" Umpat Renjun.


Renjun yang merasa Jack akan mengganggu lagi akhirnya memutuskan bertarung dengan Jack mengunakan tangan kosong.


Buk buk buk


Buk buk buk


Tiga pukulan kena berturut-turut ke Renjun dan dua pukulan kena ke Jack. Dengan sisa tenaga akhir, Renjun menyetrum Jack dan menendang area terlarang Jack.


"Rasakan tendangan maut gue!" Ucap Renjun tertawa menang.


"Min gue serahkan sisanya sama lo."


Seungmin mengambil ancang-ancang dan berlari dengan cepat, ia melompat sekuat tenaga dan akhirnya berhasil menekan tombolnya. Asap beracun itu berhenti keluar dan sebuah senjata jatuh ke Seungmin.

__ADS_1


Lebih tepatnya sebuah shotgun. Seungmin dan Renjun kembali melewati lorong kecil dan menemukan Ningning dan Winter yang menunggu mereka.


Pintu yang awalnya merah berubah menjadi hitam karena misi diselesaikan. Jack yang kalah merasa harga dirinya hancur, ia menghilang dari tempat itu dalam sekejap.


__ADS_2