Secret Game

Secret Game
Alpha Room


__ADS_3

Seungmin, Winter, Ningning, dan Renjun kembali mencari ruangan lain. Di perjalanan, tak sengaja melihat Jinyoung dkk.


"Kalian ngapain di lantai satu?" Tanya Seungmin.


"Hm kami juga mau mencari disini. Kami sudah menyelesaikan dua misi dan mendapatkan satu pedang dan satu pistol dengan peluru tiga." Jawab Jinyoung.


"Oh gitu, jadi di lantai dua sudah selesai semua?"


"Iya, kami sudah dua kali mengelilingi ruangan di lantai dua. Dan semuanya sudah diselesaikan." Balas Subin.


"Kalo gitu di lantai satu masih ada dua ruangan lagi. Lebih baik kita berpencar." Titah Seungmin.


"Oke." Balas yang lainnya.


Focus Jinyoung, Jihan, Subin, dan Karina.


"Tim kita hebat banget, sudah dua misi yang diselesaikan." Ucap Subin.


"Itu karena Jinyoung dan Jihan juga pintar. Nggak seperti lo yang nyalinya kecil." Ejek Karina.


"Apaan sih?! Gue nggak penakut tau!"


"Apanya yang nggak? Tadi waktu di ruangan yang isinya zombie aja lo diam di pojokan. Nggak membantu sama sekali." Kesal Karina.


"Untungnya di ruangan itu ada bantuan senjata yang bisa digunakan untuk membunuh para zombie." Ucap Karina.


"Yah maaf, gue kan memang takut sama zombie. Entar gue kena gigit gimana? Lagian gue nggak diam kok, gue juga bantu kalian."


"Kapan?! Gue nggak lihat lo bergerak dari tempat lo tadi untuk bantuin kita bertiga lawan zombie."


"Itu gue bantu doa doang Rin." Balas Subin nyengir.


"Ah sudahlah, semakin gue bicara sama lo semakin emosi lama-lama. Nggak lama gue jadi nenek-nenek."


Skip


Jinyoung dan ketiganya sudah menemukan satu ruangan. Ruangan itu bertulis Alpha Room.


"Ruangan ini kok tulisannya aneh sih Young." Ucap Jihan.


"Iya Han, gue nggak pernah dengar yang namanya Alpha. Kalian gimana?" Tanya Jinyoung melihat Karina dan Subin.

__ADS_1


"Gue cari dulu di google. Siapa tau disitu ada info yang bisa digunakan." Kata Subin dan mengambil ponselnya di saku celana.


"Gue bantu juga kalo gitu. Yang lebih dulu temukan beritahu Jinyoung." Titah Karina.


Beberapa menit kemudian.


"Young gue baca disini kalo Alpha itu katanya mirip zombie. Tapi dia lebih pintar dan cerdas. Cuma itu doang yang gue dapat soal Alpha." Ucap Subin.


"Oh oke Bin, yang penting kita sudah tau kelebihan dia. Lo nggak tau soal kelemahan nya?" Tanya Jinyoung ke Subin.


"Menurut google sih sama seperti zombie. Ditembak di bagian kepala."


"Tapi peluru pistol kita kan cuma tiga. Terus nanti bunuh Jack gimana? Tiga peluru juga nggak mungkin cukup untuk menyelesaikan misi ini." Pikir Jihan.


"Benar juga, apa di dalam ada senjata seperti di zombie room?" Ucap Jinyoung.


"Buat jaga-jaga gue akan gunakan pedang ini sementara Subin lo gunakan pistol itu dengan baik. Jangan buang-buang peluru untuk hal nggak berguna, gunakan di saat mendesak saja!" Titah Jinyoung.


"Oke, gue mengerti."


Jinyoung, Jihan, Subin, dan Karina memasuki Alpha room dengan hati-hati. Jinyoung di depan dan Subin di belakang. Di tengah ada Jihan dan Karina yang menyiapkan balok di tangan mereka. Entah dari mana mereka berdua dapatkan.


"Jangan berisik, disini gelap sekali." Ujar Jinyoung.


Jinyoung yang kaget refleks menebas sesuatu. Lampu yang mati langsung menyala dan Jinyoung tambah kaget melihat sesuatu yang ia tebas tadi bisa jadi Alpha.


"Halo semua, tim yang paling pintar dan sudah menyelesaikan dua misi. Kalian sangat beruntung jika bisa keluar darisini."


"Akan ku jelaskan peraturan di ruangan ini. Di ruangan ini sebentar lagi keluar sesuatu yang disebut Alpha, mereka adalah sejenis zombie yang modern. Dengan kepintaran, kecepatan, kekuatan dan kecerdasan nya kalian tidak boleh lengah."


"Tapi dari semua kelebihan Alpha ada satu kelemahan nya yaitu kepala. Kalian harus menghancurkan kepala mereka supaya mereka tidak bisa bangkit lagi. Untuk senjata saya hanya menyediakan dua pedang."


"Sekian dari penjelasan tadi, saya undur diri dulu. Selamat berjuang!"


"Berarti kalian berdua ambil pedangnya." Ucap Jinyoung meminta Jihan dan Karina mengambil kedua pedang yang diberikan.


"Gue nggak pintar pakai beginian Young, biar Subin saja yang ambil ini. Gue tukar dengan dia." Ujar Karina.


"Boleh sih, tapi Subin nggak keberatan?"


"Nggak Young, berikan pedangnya. Biar ini lo pakai, jangan digunakan sembarangan Rin."

__ADS_1


Subin mengambil alih pedang Karina dan menukarnya dengan pistol. Alpha kemudian datang dari semua arah dan menyerang Tim Jinyoung.


Jinyoung dan Subin menebas kepala Alpha satu-persatu. Alpha yang terlihat marah menggunakan kecepatan nya dan langsung mencakar lengan kiri Jinyoung yang ia pakai untuk memegang pedang.


"Sial! Kalo gini gue bakalan sulit untuk menebas mereka." Umpat Jinyoung.


"Lo nggak bisa gunakan tangan kanan lo Young?" Tanya Subin melirik Jinyoung.


"Nggak Bin, gue kidal."


"Ya udah, tugas lo lindungi Jihan dan Karina saja di belakang. Biar yang di depan gue yang urus." Titah Subin.


"Baru kali ini gue lihat Subin serius begitu." Batin Karina.


"Gue nggak boleh kalah, gue kan laki-laki. Gue harus melindungi teman-teman gue." Batin Subin.


Dengan tebasan dan kecepatan yang ia pakai, Subin menebas dua kepala Alpha lagi. Di belakang, Jinyoung kesulitan menangani. Jihan datang membantu dan sialnya ia melupakan Karina yang masih berjuang sendiri di kedua sisi tengah.


Alpha tersenyum dan melirik Karina sekilas. Tersisa tiga Alpha di depan, dua di tengah dan di belakang ada tiga. Jadi jumlah Alpha delapan. Dua Alpha menyerang Karina di kedua sisi, Subin yang melihat itu melindungi Karina secepat yang ia bisa.


Crash


Bruk


Subin terjatuh karena melindungi Karina, Jinyoung dan Jihan yang sudah menghabisi Alpha di belakang langsung menebas Alpha yang berada di tengah.


Karina syok jadi yang melanjutkan pertarungan hanyalah Jinyoung dan Jihan. Karina membantu Subin berdiri.


"Kenapa lo lindungi gue Bin?" Tanya Karina.


"Gue kan nggak pernah baik sama lo." Lanjutnya.


"Tapi gue sayang sama lo Rin, sejak pertama kita bertemu gue memang sudah merasa kalo lo itu akan cocok sama gue. Kalo misalnya lo nggak bisa nerima gue sekarang nggak papa, gue akan tunggu waktunya. Tapi jangan lama yah Rin." Balas Subin dan pingsan.


"Subin! Bangun!" Teriak Karina.


"Selamat karena berhasil memenangkan misi ketiga kalian. Senjata yang kalian dapatkan adalah tombak panjang. Kalian bisa keluar dari tempat ini."


"Waktu kalian hanya tersisa 3 jam sebelum permainan berakhir."


Tim Jinyoung keluar dari Alpha room, Jinyoung yang merasa kasian dengan Karina membantu Karina dengan merangkul Subin. Tanda merah berubah menjadi tanda hitam.

__ADS_1


"Biar gue saja Rin, lo pasti capek. Lo dan Jihan istirahat saja sebentar. Gue akan hubungi Seungmin dan yang lain untuk kesini." Ucap Jinyoung.


__ADS_2