Secret Game

Secret Game
Exit


__ADS_3

"Jadi kita ikutin tuh monster?" Tanya Seungmin


"Bukan diikutin Min tapi dilawan. Kan cuma ilusi doang..." Jawab Karina


"Terus kalo tiba-tiba itu monster jadi nyata gimana? Kagak mau mati gue!!" Rengek Felix


"Elah lemah banget lo Lix! Gitu aja takut..."


"Heh Jin lo juga pasti takut mati kan?! Mana ada manusia yang nggak takut mati!"


"Stop deh!! Ini waktunya untuk cari jalan keluar bukan untuk bertengkar!" Omel Lee Know


"Tau nih hyung, selalu saja bertengkar kalo ketemu!" Kompor Jeongin


"Udah lanjut aja jalan nya..." Ucap Bangchan sebagai pemimpin


"Hyung, itu apaan? Monster itu kok bisa terbang sih?" Tanya Changbin


"Ya elah gitu doang takut biar gue urus dah tu monster." Ucap Hyunjin


"Gue ikut!" Ucap Seungmin dan Jeongin mengikuti Hyunjin dibelakang


"Woii hati-hati!!" Teriak Lee Know


Hyunjin, Seungmin dan Jeongin mulai menyerang monster yang terbang itu.



Info: bayangin aja monster yang dihadapi sama Hyunjin dan kawan-kawan begini gais


Hyunjin lompat dan melempar dua belatinya mengenai satu monster tepat di kedua sisi tangannya.


"Anjir itu monster kenapa kebal? Harusnya kan kalo ilusi yang seperti Seungmin bilang pasti akan langsung musnah..." Ucap Hyunjin melirik sinis Seungmin dan mendarat dengan selamat


"Yah kan itu cuma prediksi gue doang tadi Jin."


"Sebagai gantinya gue bantu lo deh juga." Ucap Seungmin


Seungmin juga ikut lompat dan menghunuskan satu pedang nya ke monster terbang itu berkali-kali menebas monster itu tapi belum juga kalah.


"Ini monster atau apa sih?! Ditebas dan dihunus juga nggak mati-mati juga! Kesal gue lama-lama!"


Bangchan, Lee Know, Changbin, dan Felix datang membantu ketiga sahabatnya.

__ADS_1


"Waktu sisa 5 menit lagi. Kalian sepertinya tidak bisa lewat deh kasian..."


"Cih, gimana nih hyung?" Tanya Felix


"Jangan-jangan kita bakal kejebak selamanya disini? Ningning nggak mau!!" Teriak Ningning ketakutan


"Gue juga nggak mau!!" Teriak Winter juga ikut-ikutan


Blash


Jeongin menghunuskan pedangnya tepat di kepala monster membuat monster itu menghilang tapi semakin banyak monster muncul.


"Jadi begitu!!! Ni monster kelemahannya di kepala! Hyung sekarang mending lo serang di bagian kepala nya doang!" Titah Jeongin


"Oke." Jawab semuanya


Setelah itu monster itu dapat dikalahkan oleh Hyunjin dan yang lain. Mereka pun segera menuju cahaya putih dan mendapati pintu exit. Semuanya keluar dengan selamat.


"Congratulations!! Kalian memenangkan babak pertama game virtual nyata! Nah sebagai orang yang baik gue akan memberi hadiah ke kalian sebagai pemenang!"


"Hadiah bisa diambil di meja yang ada didepan kalian! Semoga suka sama hadiahnya..."


"Gaje banget sih ini orang! Udah buat kita terkurung di dunia virtual game sekarang pake' acara hadiah-hadiah an lagi. Kuker lo!" Teriak Giselle


"Ya udah Gis, kita liat dulu hadiah apa yang dikasi' sama dia..." Ucap Bangchan


Di meja sudah tersedia sebuah kartu merah dengan angka dua. Tentu saja membuat Bangchan dan yang lain bertanya tentang kartu merah itu.


"Kartu apa ini?" Tanya Seungmin


"Pertanyaan yang bagus nak Seungmin, kartu itu akan kalian dapatkan ketika selesai bermain game. Tugas kalian adalah mengumpulkan seluruh kartu-kartu dari nomor satu sampai 5."


"Jadi di dalam game ini ada kartu merah, biru, hijau dan kuning. Kartu merah melambangkan keberanian, kartu biru adalah kecerdasan, kartu hijau adalah taktik dan licik sedangkan kuning kejujuran dan kompak."


"Nah kalo soal angka itu adalah tingkat kesulitannya. Kalian berada di tingkat kedua tadi. Kan namanya masih pemula belum jadi pro game."


"Oh iya, senjata tadi itu jangan dibawa pulang ke hotel. Itu bukan untuk kalian, cuma bantu kalian selesaikan game tadi. Kalo kalian sudah menyelesaikan satu game maka gue akan berbaik hati mengistirahatkan kalian di hotel dulu. Tapi itu punya batas waktu, kalo gue butuh pemain gue akan panggil kalian kembali. Sudah mengerti semua anak-anak?"


"Iya bawel, penjelasan lo udah terlalu dimengerti ini. Panjang banget sampai kuping gue sakit." Ucap Winter


"Sekarang kita semua boleh kembali ke hotel?" Tanya Karina


"Boleh, gue juga mau kasi' tau kalo nanti di hotel akan ada game. Tapi nggak sekarang. Itu suprise buat kalian jadi berhati-hatilah setiap saat!"

__ADS_1


"Di game ini hanya orang yang hebat yang mampu keluar dari sini, persentase kemungkinan kalian selamat semua dari game ini hanya 50 persen! Sampai ketemu di game lain."


"Hyung, kita kembali ke hotel aneh itu lagi?" Tanya Hyunjin


"Iya, kan tadi disuruh kesana sama dia. Kalo nggak pasti kita akan berakhir kayak Han." Balas Bangchan


"Gue akan menyelesaikan game ini sampai tuntas dan membongkar siapa dibalik ini semua! Gue masih nggak rela gara-gara game sialan ini kita kehilangan Han hyung!" Umpat Jeongin


"Sabar Jeong, kita harus kuat menjalani ini semua. Lo nggak boleh gegabah kayak Han, gue nggak mau kehilangan siapapun lagi Jeong." Ucap Seungmin


"Iya gue setuju sama Seungmin, kita nggak boleh gegabah. Ayo balik ke hotel itu sekarang." Ajak Felix


Semuanya kembali ke hotel dengan perasaan ada yang takut, kesal, dan biasa-biasa saja.


"Eonni, gue lapar." Ucap Ningning


"Gue juga." Ucap Winter


"Hmm, kalian tunggu disini gue mau pergi ke Bangchan oppa. Siapa tau dia punya solusi nya." Jawab Karina


"Biar gue temani Rin." Ucap Giselle


"Thanks Gis."


Setelah sampai di depan kamar Bangchan, Karina mengetuk kamar.


"Siapa?" Tanya Bangchan


"Gue oppa. Boleh bicara nggak?"


"Oh elo Rin, bentar gue bukain pintunya dulu."


"Oke."


"Kenapa Rin malam-malam begini datang ke kamar gue?"


"Winter sama Ningning lapar. Gimana nih oppa?"


"Em, gue cari makanan dulu lah. Kalian tunggu di kamar aja."


"Okey. Tapi jangan sendirian carinya."


"Iya, istirahat gih duluan." Titah Bangchan setelah itu mengajak Lee Know dan Changbin untuk mencari makanan

__ADS_1


__ADS_2