Secret Game

Secret Game
King of Game


__ADS_3

"Kalian merasa aneh nggak sih?" Tanya Karina.


"Aneh apanya eon?" Tanya Jihan balik.


"Gue cuma merasa game kali ini agak aneh saja. Nggak mungkin kan kita diminta cari orang saja? Apa ada maksud tertentu kenapa game ini dimainkan?"


"Jangan berpikir negatif. Positif saja Rin, lagipula selama kita keliling mencari orang itu nggak terjadi sesuatu yang buruk kan? Berarti itu cuma perasaan lo doang. Jangan terlalu baper." Ucap Jinyoung.


"Mungkin lo benar Young. Gue terlalu khawatir doang, tapi gue nggak baper tau!"


"Iyain ajalah Rin. Gue lagi malas berdebat sama siapapun." Balas Jinyoung.


"Lho itu Seungmin dkk kemana? Bukannya cari di lantai satu malah naik ke lantai selanjutnya." Kesal Jinyoung.


"Mungkin karena kita mencari disini makanya mereka cari di lantai lain Young. Lo ini marah-marah terus deh, lama-lama gue jitak juga kepala lo itu!" Kata Jihan memukul kepala Jinyoung.


"Itu mah lo sudah pukul gue Han, nggak perlu lagi di jitak."


"Kenapa jadi kalian yang berantem? Tumben banget kalian nggak akur, biasanya mesra-mesraan sampai nggak tau tempat." Sindir Karina.


"Daripada kalian terus berantem, kita lanjut cari King nya."


"Nanti dulu deh Rin, gue capek nih daritadi jalan nggak ada istirahat. Duduk dulu bentar deh." Rengek Jinyoung.


"Nggak! Yang ada waktu terus berjalan dan kita nggak bisa selesaikan game ini." Tolak Karina.


Karina menyeret paksa Jinyoung sedangkan Jihan dia hanya mengikuti keduanya dari belakang. Takut kalo Karina juga menyeretnya sama seperti Jinyoung.


Focus Seungmin Winter dan Ningning.


"Capek gue Min. Duduk bentar deh." Ucap Winter.


"Iya nih, kita sudah dua kali keliling tapi nggak dapat apa-apa. Bahkan kita sudah memasuki toilet, perpustakaan,  laboratorium, dan lorong-lorong kecil di lantai dua ini."


"Ya sudah. Istirahat nya sebentar saja, sepuluh menit bisa kan?" Tanya Seungmin.


Winter dan Ningning mengangguk bersama.


Sepuluh menit kemudian.


"Tersisa 45 menit lagi sebelum waktu kalian benar-benar habis."


"Win, Ning ayo kita cari Jinyoung dulu baru kembali mencari orang itu." Usul Seungmin.

__ADS_1


"Baiklah."


Ting


Pintu lift terbuka menampakkan Jinyoung, Karina, dan Jihan yang baru datang.


"Lah kenapa kalian kelihatan lelah?" Tanya Seungmin.


"Dibawah ada tikus pembunuh Min. Kami bertiga lari ke lift untuk menyampaikan ke kalian sekaligus menghindari tikus itu." Jelas Jihan.


"Hah? Kok bisa? Daritadi kami nggak ada ketemu dengan bahaya lho. Kalian nggak bercanda kan?" Ucap Ningning tak percaya.


"Aelah. Mana mungkin kita bertiga bercanda disaat begini. Kalo lo bertiga nggak percaya turun sana cek sendiri!" Kesal Jinyoung.


"Kami berdua percaya kok. Tapi kenapa tiba-tiba kalian bertiga dikejar? Kalian nggak menyentuh sesuatu yang berbahaya kan?" Tanya Seungmin.


"Eh soal itu, kami nggak sengaja sih masuk ke ruangan x. Karena penasaran dengan ruangan itu dan mungkin saja orang yang kita cari ada disitu kami bertiga masuk deh. Dan ternyata dugaan kami salah, kami malah ketemu dengan tikus sialan."


"Tapi sewaktu gue keliling pertama kali di rumah ini gue nggak pernah melihat ruangan itu jadi gue rasa ruang itu dibuat karena game terakhir ini." Sambung Jinyoung.


"Terus sekarang kita kemana? Lantai tiga?" Tanya Winter.


"Iya, karena disini sudah selesai kita cari juga." Setuju Seungmin.


Keenamnya bergegas ke lift dan menekan tombol lantai tiga. Disana hanya ada dua lorong, lorong kanan adalah kamar 001 dan 002 tempat Seungmin dkk selalu beristirahat di malam hari.


"Banyak banget ini ruangannya. Kita harus kemana dulu?" Bingung Jinyoung.


"Gue nggak tau Young. Waktu tersisa 35 menit lagi. Kalo ruangan ini dimasuki satu-persatu waktunya nggak akan cukup. Jadi gue rasa kita harus menebak kemungkinan terbesar dimana King itu berada." Balas Seungmin.


"Kalo gitu gue, Karina, dan Jihan akan pergi ke salah satu ruangan di lorong kiri. Lo dan sisanya pergi ke kamar kita. Gue akan usahakan supaya bisa mendapatkan raja game ini." Ujar Jinyoung.


"Oke, sampai nanti. Kalian harus berhati-hati dan jangan terluka. Kabari kami jika ada sesuatu yang kalian dapatkan." Kata Seungmin.


Di lorong kiri.


"Kita masuk di ruangan mana nih? Gue nggak punya ide." Ucap Jinyoung.


"Tadi katanya akan berusaha untuk menemukan raja gamenya, sekarang malah blank otaknya. Dasar pembual!" Ejek Karina.


"Hehe kan gue mau terlihat keren di depan yang lain. Maklumi sajalah Rin. Cowok itu harga dirinya tinggi, nggak mau kalah sama cewek."


"Keren apanya?! Lo itu nggak ada keren-keren nya Young, otak lo itu isinya nggak ada yang bermanfaat. Jadi lo nggak akan bisa keren."

__ADS_1


"Cih. Kalo lo cowok sudah gue jadikan lo telur dadar Rin. Untung lo cewek dan gue sabar."


"Aduh kok gue bisa sih sekelompok sama kalian berdua? Lama-lama kepala gue pusing karena dengar kalian berantem terus. Lo ngalah saja Young." Jihan membekap mulut Jinyoung.


"Dan eonni juga diam, jangan balas kalo Jinyoung ngomong dia memang agak stress." Bisik Jihan.


"Lo bilang apa ke Karina Han?" Tanya Jinyoung penasaran.


"Nggak penting. Kembali ke tujuan kita yang awal, ruangan yang mana yang akan kita masuki?" Tanya Jihan.


"Cap cip cup sajalah Han." Saran Jinyoung.


Pletak


"Lah kok gue dipukul? Kan benar biasanya gitu. Lagian kita juga nggak tau kan? Memang solusi yang paling baik itu cap cip cup."


"Masuk ke ruangan S3 yuk. Daritadi seperti ada yang menarik di ruangan ini. Gue jadi penasaran." Ajak Karina.


Jihan dan Jinyoung bingung tapi mengikuti Karina. Mereka membuka pintu, yang terlihat hanyalah sebuah kamar tapi berantakan.


"Young coba lo buka satu-persatu ruangan S1 dan S2. Mungkin isinya nggak beda jauh." Titah Karina.


"Lo saja sana! Gue nggak mau!" Tolak Jinyoung.


"Sudahlah Young. Periksa saja kan nggak susah banget. Atau lo mau gue yang periksa?" Ancam Jihan.


"Oke. Tunggu disini."


Tak lama Jinyoung datang kembali.


"Gimana? Apa isi ruangannya?" Tanya Karina.


"Ruangannya isinya nggak beda jauh sama ruangan ini. Isinya kamar semua. Tapi bedanya ini berantakan dan nggak terurus, dua ruangan yang gue periksa rapi dan bersih lengkap dengan monitor dan komputer. Ah ada cctv juga disana." Jelas Jinyoung.


"Oke. Berarti Shotaro nggak sendiri di rumah ini. Dia pasti mempunyai rekan lain untuk membuat game."


Tak


Sebuah ruangan lain dari bawah tanah muncul di tengah ruangan S3.


"Lo ngapain Young?" Tanya Karina dan Jihan.


"Gue nggak ngapa-ngapain. Cuma injak lantai ini doang."

__ADS_1


Jika diperhatikan lantai yang diinjak Jinyoung berbeda dengan lantai yang diinjak Jihan dan Karina.


"Jadi lantai yang lo injak ini cara untuk membuka ruang bawah tanah? Jenius sekali Shotaro menyusun semua ini. Sebentar lagi kita akan mengetahui raja dari seluruh game yang dimainkan dari awal." Ucap Karina dan berjalan ke bawah disusul Jinyoung dan Jihan.


__ADS_2