
Giselle mengikuti si penyihir diam-diam kemudian tak lama penyihir itu membunuh Jeongin di depan mata Giselle, dan Giselle terkejut ketika si penyihir itu bekerja sama dengan Felix.
"Gue foto Felix aja." Batin Giselle
Sayangnya ketika hendak pergi, Giselle menginjak sesuatu dan bunyinya lumayan keras untuk di dengar oleh Felix dan penyihir.
Mereka berdua mengejar Giselle dan berhasil menangkapnya.
"Kita apakan dia?" Tanya Felix
"Gimana kalo bunuh saja? MC kan nggak bilang kalo yang dibunuh itu harus satu."
"Benar juga."
Felix dan penyihir itu menebas leher Giselle. Namun tak lama datanglah Seungmin. Mereka pun kabur karena takut ketahuan.
"Njir, jadi Giselle target mereka? Gue harus kembali."
"Min, tunggu." Lirih Giselle
"Kenapa Gis? Lo mau mengatakan sesuatu?"
"Gue ingin lo ambil ini dan berikan ke Karina, gue sudah tau pelakunya siapa."
"Gue percaya sama lo Min, buat yang lainnya percaya sama lo juga." Kata Giselle dan ia pun menutup kedua matanya
"Gue harus kesana sekarang!"
Seungmin meninggalkan Giselle dan berlari ke ruang utama, disana ada Karina, Winter, Ningning. Tapi Hyunjin dan Felix belum muncul.
"Gue punya sesuatu yang harus kalian bertiga lihat." Ucap Seungmin dan mengeluarkan handphone
"Itu kan handphone gue, dimana lo dapatnya?"
"Gue ketemu Giselle, dia dibunuh sama penyihir itu dan ternyata penyihir nya nggak sendiri."
"Jeongin dan Giselle terbunuh, karena dua yang terbunuh maka gue berikan dua petunjuk juga."
"Dia kan..."
"Hai." Sapa Felix
"Lo kan yang bunuh Giselle?!" Kesal Karina
"Kok gue? Mana buktinya?!"
"Ini!! Lihat sendiri!"
"Hm jadi Seungmin kasi' ini ke kalian? Yah berarti gue ketahuan. Tapi nggak papa."
__ADS_1
"Gue vote lo Lix!!" Ucap Karina
"Kita semua vote lo!" Tambah Winter
"Gimana dengan lo Jin?" Tanya Felix
"Gue juga, maaf Lix."
"Oke, gue naik dulu keatas podium. Sampai bertemu di kehidupan selanjutnya."
Dor
"Sayangnya Felix bukan penyihirnya, dia hanya sebatas asisten penyihir."
"Oh iya ini petunjuk nya. Penyihir nya merupakan kelahiran 2000. Satu lagi, dia sangat cerdas."
"Mereka semua melihat ke Seungmin."
"Bukan gue, percaya deh. Gue nggak mungkin penyihirnya kalo gue dipercaya sama Giselle untuk berikan handphone ini ke kalian bertiga." Elak Seungmin
"Kalo gitu, gue akan pergi sama Hyunjin." Kata Karina
"Kalian berdua tetap sama Seungmin." Titah Karina
"Baik eon, hati-hati."
"Jin, lo penyihirnya bukan?" Tebak Karina
"Lah gue? Kenapa gitu?"
"Lo yang paling mencurigakan diantara kita semua. Lagian lo juga yang selalu sembunyi sendirian."
"Bukan gue kali Rin, kalo gue penyihirnya sudah gue bunuh lo saat ini." Balas Hyunjin yang entah mengapa kata-katanya mengerikan
"Gue sudah tau kalo lo penyihirnya Jin, Lo bareng Felix kan bunuh Giselle dan Jeongin?"
"Tega banget lo bunuh sahabat dan sepupu gue Jin. Nggak nyangka. Lagian Giselle itu kan sepupu lo Jin, gue nggak habis pikir lo nggak punya hati nurani sama sahabat dan sepupu lo sendiri."
"Jadi lo tetap mau tuduh gue sebagai pelakunya? Tapi memang sih kalo gue yang membunuh sahabat dan sepupu gue sendiri. Kalo nggak gue bisa mati Rin, lo mengerti kan posisi gue juga?"
"Kalo lo jadi gue pasti akan melakukan hal yang sama! Lo nggak mungkin mau mengalah sama orang lain dan pastinya memikirkan diri sendiri dulu!"
"Kalo gue jadi lo pasti akan melakukan segala cara dulu Jin, harusnya kita diskusikan dulu ini! Semuanya juga nggak akan terbunuh oleh lo dan Felix!" Kesal Seungmin
"Jadi lo mendengar pembicaraan gue sama Karina?"
"Iya, bukan cuma gue. Winter dan Ningning juga mendengar semuanya."
"Waktu pembunuhan dimulai, penyihir silahkan mencari target lo!"
__ADS_1
"Kalo gitu gue mulai dari lo Min!"
Hyunjin mengeluarkan sebuah pisau di tangan kanan dan parang di tangan kiri. Ia mulai menyerang Seungmin.
"Win!! Lo kabur darisini bersama yang lain!"
"Apa?! Kita nggak mungkin tinggalin lo disini Min!"
"Nggak, gue bisa mengatasi ini Win. Karina!!"
"Oke Min, gue serahkan Hyunjin sama lo!"
Karina berlari dan membawa Winter dan Ningning. Seungmin melawan Hyunjin sendiri dan masih menahan pisau dan parang yang dipegang Hyunjin.
"Gue nggak akan kalah dulu Hyunjin!!" Teriak Seungmin
"Tapi gue juga nggak bisa mengalah begitu saja Min! Gue harus bisa memenangkan permainan ini!"
"Terus lo mau membuat gue, Winter, Ningning, terlebih Karina yang lo suka itu mati?! Tega lo Jin?!"
"Gue sudah bersepakat sama MC untuk membuat Karina dan gue yang selamat sampai akhir."
"Jangan egois lo Jin! Lo selalu saja memikirkan diri sendiri! Kapan lo bisa dewasa?!"
Perlahan Hyunjin mulai meneteskan air matanya.
"Terus gue harus apa Min?! Gue nggak tau harus melakukan apa. Gue bukan lo yang pintar dan selalu berpikir luas. Gue selalu mengambil keputusan sendiri."
"Sebenarnya gue juga nggak pernah tenang setelah membunuh sahabat-sahabat kita dan juga Giselle sepupu gue sendiri. Lo nggak mengerti perasaan gue gimana Min!"
"Gue mengerti Jin, kalo lo mau ini berakhir dan masih menyayangi gue dan yang tersisa gue harap lo bisa naik ke podium sendiri."
"Oke Min, gue akan melakukan itu. Gue akan menyerahkan diri gue naik ke podium."
"Yuk kembali."
Hyunjin dan Seungmin kembali ke ruang utama.
"Sepertinya penyihir tidak membunuh siapapun. Vote yang kalian inginkan!"
"Gue naik dulu ke atas podium. Gue harap kalian bisa melanjutkan hidup dan memenangkan permainan ini sampai tahap akhir. Jangan ada yang mati lagi, janji yah Min lo akan jaga Karina dan yang lain."
"Oke Jin, gue janji akan memenangkan seluruh game ini dan keluar hidup-hidup bersama Ningning, Karina dan Winter."
"Gue harap lo menepati janji Min, tembak gue sekarang."
Dor
"Selamat tinggal Hyunjin. Gue berharap lo dan sahabat-sahabat kita hidup dengan tenang di alam sana."
__ADS_1