
Part ini akan lebih panjang dari biasanya.
Karina, Jinyoung, dan Jihan berjalan menelusuri ruang bawah tanah itu.
"Aduh ini nggak bahaya kan? Gimana kalo tiba-tiba ada serigala atau Jack lagi disini?" Takut Jinyoung.
"Ingat lo itu cowok Young! Gue dan Jihan saja yang cewek nggak takut masa lo yang cowok malah baca doa disini. Lagian serigala dan Jack juga sudah kita kalahkan di game sebelumnya."
"Yah gue sih cowok tapi kalo masalahmu nyawa gue nggak bisa tutupin rasa takut gue lagi Rin."
Debat antara Karina dan Jinyoung dimulai lagi.
"Kok gue berasa jadi nyamuk yah disini?" Sindir Jihan.
"Eh maaf Han, gue nggak maksud gitu kok. Gue nggak ada suka sama Karina, tenang saja." Peka Jinyoung.
"Jangan salah paham Han. Gue nggak akan suka sama cowok macam Jinyoung. Dia bukan tipe gue, tenang saja."
"Iya deh tapi jangan debat lagi kalian. Masalahnya itu kalian terlalu berisik. Kuping gue sakit tau dengar kalian berdua berantem terus." Kesal Jihan.
"Lo sih Rin, Jihan jadi marah kan sama gue!"
"Lo tau Young! Enak saja nyalahin gue!"
"Mulai lagi deh. Yah biarin sajalah." Batin Jihan.
Di lorong kanan, Seungmin dan timnya tidak menemukan apapun.
"Kita ke Jinyoung yuk. Mungkin saja mereka menemukan sesuatu yang bisa jadi kabar baik bagi kita." Usul Seungmin.
"Oke Min." Jawab Winter dan Ningning.
Seungmin, Winter, dan Ningning ke lorong kiri dan melihat tiga ruangan yang terbuka.
"Eh Min itu apaan?" Tanya Winter menunjuk ke ruang bawah tanah.
"Gue rasa itu ruang bawah tanah. Apa Jinyoung dan yang lain pergi kesana?"
"Bisa jadi Min. Mau kita susul juga?" Tanya Winter.
"Iya kita harus susul mereka. Mungkin kedatangan kita bisa membantu mereka."
Seungmin, Winter dan Ningning menuruni tangga dan hanya mendapatkan sebuah lorong sempit yang sempat di lewati Jinyoung dkk.
"Sempit banget jalan ini." Gerutu Winter.
__ADS_1
"Mana gelap lagi, nggak ada cahaya sedikit pun." Sahut Ningning.
"Win pinjam ponsel lo. Gue mau nyalakan senter." Pinta Seungmin.
Winter tanpa berlama-lama langsung mengeluarkan ponselnya dan memberikan nya ke Seungmin. Sementara Jinyoung dkk melihat pintu lagi.
"Astaga ruangan ini ada pintu nya lagi. Menyebalkan sekali." Umpat Jinyoung.
Cklek
Pintu terbuka, Jinyoung dkk langsung masuk. Disana hanya ada sebuah mesin dan seorang cowok yang tak lain adalah Subin. Jinyoung dkk mendekati Subin.
"Lho Subin? Lo ngapain disini?" Tanya Jinyoung.
"....."
"Yeh ditanya malah diam. Lo ngapain disini sih Bin?!" Kesal Jinyoung.
"....."
"Jangan bilang kalo lo adalah orang yang kita cari?? Lo adalah dalang dibalik semua game ini??" Tebak Karina.
"Iya itu benar. Gue adalah orang yang kalian semua cari." Jawab Subin.
"Kenapa lo membuat game seperti ini Bin? Kalo memang lo pembuat game ini kenapa juga lo ikut berpartisipasi dalam game ini? Itu kan bisa membahayakan diri lo sendiri. Apa alasan lo sebenarnya melakukan ini?" Tanya Karina bertubi-tubi.
"Lo juga yang menawarkan Renjun untuk membunuh kita semua? Dan menyelamatkan Lino dan Hyunjin? Kalo itu ide lo semua berarti dari awal lo pasti sudah mengetahui nya. Makanya lo bisa menyelamatkan gue dan yang lain?" Tebak Jihan.
Cklek
Seungmin, Winter dan Ningning masuk ke dalam juga.
"Apa benar yang dikatakan sama mereka bertiga Bin?" Tanya Seungmin.
"....."
"Benar nggak Bin?!" Teriak Seungmin.
"Oke. Gue akan menjelaskan semuanya dari awal. Gue, Shotaro, dan MC itu alias Sungchan adalah adik kakak. Lebih tepatnya kami sudah seperti adik kakak. Gue, Shotaro, dan Sungchan menyusun rencana untuk membuat sebuah game yang keren dan hebat. Tapi sayang game itu malah membahayakan nyawa orang-orang yang berpartisipasi termasuk Seungmin dkk serta Renjun dkk."
"Sebenarnya itu hanya hiburan kami karena kami memiliki IQ di atas rata-rata. Tapi malah menyebabkan teman kalian mati. Untuk menebus kesalahan di game pertama gue sengaja mengundang kalian lagi untuk berpartisipasi di game kedua. Jinyoung dan Jihan hanya penambah agar permainan lebih menarik. Sedangkan pemeran utama tentu saja Seungmin dkk."
"Gue sengaja berpatisipasi juga dalam game kedua ini supaya kalian tidak mencurigai kalau gue yang membuat game ini. Dan berpura-pura untuk menjadi bodoh dan ceroboh itu semua adalah rencana Shotaro. Dibalik semua itu ternyata gue malah jatuh cinta sama Karina. Iya, perasaan gue benar-benar bukan bohongan lagi."
"Gue beneran cinta sama lo Rin. Tapi gue tau itu nggak mungkin karena gue yang membuat teman-teman lo meninggal terlebih itu Hyunjin. Petunjuk yang gue berikan sangatlah muda untuk dimengerti. Petunjuk pertama ada angka tiga dimana gue, Shotaro, dan Sungchan itu memang bertiga. Petunjuk kedua adalah negara Jepang dan Korea dimana Shotaro adalah orang Jepang sedangkan gue dan Sungchan asli Korea. Dan yang terakhir adalah tahun lahir kami masing-masing yaitu 1999,2000, dan 2001. Tahun ini memang sengaja dibalik menjadi 100200029991." Jelas Subin panjang lebar.
__ADS_1
"Satu lagi yang paling penting. Gue, Shotaro, dan Sungchan sebenarnya hanya ingin berteman. Kami semua kesepian tapi cara kami mengajak kalian semua berteman itu salah. Maaf karena telah mengundang kalian ke permainan berbahaya dan tidak berguna ini." Sesal Subin.
Semuanya terdiam. Ada rasa kecewa karena telah dibohongi, rasa marah karena Subin adalah pembuat gamenya, tapi ada juga rasa kasihan karena melihat Subin yang seperti ini.
"Lo memang benar-benar salah Bin. Nggak seharusnya berteman itu dengan cara begini. Ini benar-benar nggak masuk akal, gue nggak mengerti bagaimana pemikiran kalian bertiga." Balas Seungmin.
"Maka dari itu, sebagai permintaan maaf gue hanya bisa membuat kalian keluar dari dunia fiktif ini Min. Game kedua ini sudah selesai, kalian boleh kembali ke dunia asli, yang benar-benar asli." Ujar Subin.
"Pakai mesin itu. Mesin itu akan mengembalikan kalian semua ke dunia asli dan kalian tidak akan mengingat apapun disini. Hanya aku, Shotaro, dan Sungchan yang akan mengingat hal ini. Tapi untuk kehilangan teman-teman lo Min, gue nggak bisa membuat lo lupa."
"Terus bagaimana dengan lo? Apa lo akan ikut juga?" Tanya Jinyoung.
"Nggak. Gue akan bersama kedua saudara gue yang sudah menunggu di ruang utama." Jawab Subin.
"Hyung, gue ada kabar buruk!" Seru Sungchan di earphone Subin.
"Kabar apa Chan?" Tanya Subin.
"Tempat ruang bawah tanah sebentar lagi akan meledak. Shotaro hyung berniat membunuh hyung dan yang lain!"
"Apa?! Dia dimana sekarang?" Panik Subin.
"Gue sudah membuat Shotaro hyung pingsan. Kalian semua harus keluar dari tempat ini secepatnya!"
Tut
"Cepatlah masuk! Tempat ini sebentar lagi akan meledak." Titah Subin.
Seungmin dan yang lainnya pun masuk ke mesin waktu. Ningning berhenti dan mendekati Subin lagi.
"Lo nggak ikut Subin oppa?" Tanya Ningning.
"Tidak. Kapasitas dari mesin ini hanya enam orang. Dan itu gue buat untuk kalian, bukan untuk gue."
"....."
"Nggak ada waktu Ning. Cepatlah kedalam dan gue akan mengarahkan kalian ke dunia asli."
Ningning menggeleng lalu ia mendorong Subin. Sebelum pintu tertutup ia berbisik pada Subin.
"Jaga Karina eonni untukku." Bisik Ningning.
Blam
Pintu tertutup rapat Ningning kemudian menyalakan tombol hijau di samping mesin itu.
__ADS_1
"Semoga kalian bisa selamat sampai ke dunia itu." Batinnya.