Secret Game

Secret Game
Jealous


__ADS_3

Pletak


"Bisa-bisanya lo cari kesempatan cium gue Bin?!" Kesal Karina dan menampar Subin.


"Aduh perih tau Rin, gue kan nggak sengaja. Jinyoung nih yang main dorong aja, nggak lihat situasi." Ucap Subin menyalahkan Jinyoung.


Jinyoung nya cuma nyengir nggak bersalah.


"Oh lihat! Langit sudah merah lagi, karena tersisa dua lebih baik kita berpencar nya berempat-empat. Dan pasangannya seperti tadi." Titah Seungmin.


"Gue sih setuju kata Seungmin." Lanjut Jinyoung.


"Gue juga." Timpal Subin.


"Itu karena kalian mau sama Karina dan Jihan. Gue? Gue kan nggak berharap sama Ningning." Ucap Renjun.


"Heh lo kira gue juga mau gitu sama lo?! Nggak mau elah! Lebih baik gue sendirian!" Bentak Ningning.


"Berantem lagi deh kalian. Lama-lama gue jodohin juga kalian berdua." Ucap Seungmin.


"Nggak sudi!" Kompak Renjun dan Ningning.


"Cie ngomongnya bersamaan. Jodoh beneran kalian deh."


"Gini aja kalo Renjun nggak mau sama Ningning biar Seungmin yang sama Ningning terus gue sama dia. Gimana?" Saran Winter.


Raut wajah Seungmin langsung berubah karena perkataan Winter.


"Oke, gue nggak keberatan." Ucap Renjun.


"Lo gimana Min?" Tanya Winter lagi.


"Hm iya."


Karina dan Jihan menyadari raut wajah Seungmin yang tiba-tiba berubah, mereka seakan tau isi hati Seungmin yang sebenarnya.


"Sepertinya Seungmin nggak mau pisah sama Winter. Menarik nih." Batin Jihan.


"Melihat reaksinya tadi sepertinya Seungmin cemburu." Batin Karina.


"Yuk Ning, kita pergi." Ajak Seungmin dan pergi secepatnya.


"Eh Min tungguin gue dan Jihan!" Teriak Jinyoung menyusul Seungmin yang mulai menjauh.


"Kenapa dia? Gue salah ngomong yah?" Tanya Winter ke Renjun.


"Entahlah, gue nggak tau. Sepertinya nggak ada yang salah, mungkin dia kelelahan."


"Itu sih karena Seungmin cemburu ke Renjun, nggak peka juga Winter." Gumam Karina.


"Lo kenapa Rin?" Tanya Subin yang memperhatikan Karina daritadi.


"Bantuin gue yuk Bin. Gue butuh bantuan lo." Bisik Karina.


"Bantu apa?" Tanya Subin.

__ADS_1


"Bantuin gue supaya Seungmin dan Winter jadian. Mereka kan cocok."


"Hah?! Nggak salah?!" Teriak Subin.


Renjun dan Winter kaget dengan sikap Subin.


"Kenapa lo? Masih sakit? Mau pingsan lagi?" Ejek Renjun.


"Enak saja! Gue nggak papa, urusin sana urusan lo!"


"Terus gimana caranya bantuin mereka jadian Rin? Gue kan bukan pakar cinta. Gue aja nggak pernah pacaran, gimana mau kasi lo solusinya." Bisik Subin ke Karina.


"Nanti gue yang susun rencananya. Lo tinggal ikutin aja kode dari gue." Balas Karina sambil smirk.


"Mengerikan juga." Batin Subin.


"Kalian berdua bisa nggak sih nggak bisik-bisik terus? Gue dan Renjun mau terus dikacangin?" Kesal Winter.


"Memangnya lo ada ngomong sesuatu yah Win?" Tanya Subin.


"Yah nggak, tapi daritadi kalian bisik-bisik mulu. Kita berdua nggak mau jadi nyamuk disini."


"Yah makanya cari pacar sana! Biar lo bisa menikmati berduaan juga. Seperti gue dan Karina." Balas Subin.


"Heh gue dan lo sejak kapan jadian?! Gue aja nggak suka sama lo!"


"Nanti juga lo suka sama gue. Gue jamin itu." Pede Subin.


Di tempat lain, Seungmin, Jinyoung, Jihan, dan Ningning mencari liontin di mall.


"Cari aja deh Young, lo itu kalo bicara cuma buat pusing. Diam mungkin lebih baik." Ucap Seungmin.


"Tapi-"


"Shut! Lo nggak lihat wajah Seungmin sudah mau meledak? Mendingan lo diam deh daripada cari masalah lagi." Potong Jihan.


Jinyoung pun mengangguk dengan terpaksa.


"Dasar bucin!" Ledek Ningning.


"Winter dan Karina tadi dapat liontin nya dimana?" Tanya Seungmin ke Ningning, Jihan, dan Jinyoung.


"Kata Karina eonni sih di hutan waktu dia berpencar sama Subin oppa. Terus Winter eonni tadi kan dekat air mancur." Jelas Ningning.


"Gue dan Jihan sudah cari di dekat semak-semak dekat air mancur. Terus nggak dapat apa-apa." Ucap Jinyoung.


"Sepertinya disini juga nggak ada, kemana lagi kita carinya?" Bingung Seungmin.


"Jangan nyerah dulu kali Min, tenang. Masih ada harapan." Ujar Jinyoung.


"Bagi gue nggak ada lagi harapan nya."


"Nih anak lama-lama buat gue naik darah nih." Kesal Jinyoung.


Tak

__ADS_1


"Ingat jangan buat ribut lagi!" Ancam Jihan.


"Iya deh, gue nurut." Pasrah Jinyoung.


Ketika keempatnya hendak pergi dari mall, Ningning melihat benda bersinar yang berada di bawah meja kayu.


"Yey dapat!" Heboh Ningning.


"Lo dapat dimana?" Bingung Jinyoung.


"Tadi ada di bawah meja ini. Nggak sengaja ketangkap sama penglihatan gue." Tunjuk Ningning ke arah meja kayu.


"Memang sih gue dan Jihan nggak cari disitu. Tapi perasaan sudah dicari sama Seungmin. Benar nggak Han?"


"Iya, sudah tadi. Lo nggak lihat Min?" Tanya Jihan.


"Hah? Apa?" Tanya Seungmin balik.


"Bisa nggak sih lo fokus sedikit sama tujuan kita?! Daritadi cuma kerjaannya melamun terus, cari barang juga nggak ketemu. Kalo bukan karena Ningning mungkin kita keluar tanpa apa-apa!" Kesal Jinyoung dan memukul Seungmin.


"Stop deh! Kalian ini jangan berantem, sedikit-sedikit kerjaannya berantem. Selesaikan masalah dengan baik-baik." Lerai Jihan.


"Iya nih, lagian kan gue sudah dapat liontinnya. Tinggal cari satu lagi." Ucap Ningning.


Jinyoung dan Seungmin terdiam, akhirnya Jihan menarik Jinyoung dan Ningning menarik Seungmin. Mereka berempat keluar dari mall.


Tak disangka, keempatnya bertemu dengan vampir. Seungmin meminta Ningning dan Jihan pergi membawa liontin untuk diberikan ke Winter dan Karina.


"Tenang saja, gue dan Jinyoung akan mengulur waktu supaya kalian bisa dengan mudah ke Winter. Setelah itu kalian cari secepatnya yang satunya." Teriak Seungmin dari kejauhan.


Jihan dan Ningning buru-buru pergi ke arah Winter. Setelah beberapa menit, mereka akhirnya sampai dan memberikan pecahan ketiga liontin tadi sekaligus memberitahu jika Seungmin dan Jinyoung berhadapan dengan vampir.


"Aduh gawat kalo gitu. Kita harus segera menemukan pecahan terakhirnya." Pikir Renjun.


"Masalahnya kita belum menemukan pecahan terakhirnya." Bingung Subin.


"Waktu tersisa 15 menit sampai ronde terakhir selesai. Temukan liontin itu secepatnya jika tidak mau mati di tangan vampir sia-sia." Ucap MC mengingatkan.


"Bacot lo! Kalo nggak membantu jangan buat orang tambah panik bego!" Umpat Karina.


Semuanya sibuk mencari pecahan terakhir.


"Tersisa 5 menit sebelum ronde terakhir berakhir."


Di tempat lain, Jinyoung dan Seungmin mati-matian melawan vampir dengan cara menghindari setiap serangan.


"Min, tusuk jantungnya! Mungkin nanti di nggak bangun lagi!" Saran Jinyoung.


"Heh dia ini vampir bodoh! Vampir kan abadi!" Teriak Seungmin.


"Yah nggak ada salahnya dicoba, lo mau mati tanpa perlawanan gitu? Nggak keren amat." Ejek Jinyoung.


Seungmin terpaksa menuruti Jinyoung dan menusuk jantung vampir itu. Tapi tak lama vampir itu kembali bangun dan langsung mencakar kedua bahu Seungmin.


"Seungmin!" Teriak Jinyoung dan menghampiri Seungmin.

__ADS_1


Vampir kembali menyerang Jinyoung dan Seungmin, tapi tiba-tiba ia berhenti seperti patung.


__ADS_2