Secret Game

Secret Game
Bidder


__ADS_3

"Woi Young! Bangun lo! Ini kita lagi di tempat yang nggak bagus. Tidur mulu lo." Ucap Seungmin memukul Jinyoung.


"Aduh sakit tau Min! Kalo kita berdua nggak sama Winter dan Jihan sudah gue umpat lo pakai seribu bahasa alien gue!" Ancam Jinyoung.


"Lo berdua nggak terluka?" Tanya Winter yang berada di penjara lain bersama Jihan.


"Nggak, kalian gimana? Terus ini tempat apaan?" Tanya Jinyoung.


"Gue dan yang lain nggak tau Young. Perasaan gue nggak tenang, kita harus keluar dari sini secepatnya." Pikir Seungmin.


"Itu tidak akan terjadi anak-anak. Saya akan melakukan ritual untuk menambah kekuatan dengan mengorbankan kalian semua. Hahaha." Tawa si nenek.


"Eh si nenek ajaib. Jadi lo yang buat kami berada disini? Jangan bilang lo itu penyihir?" Tebak Seungmin.


"Oh dugaan yang benar. Sepertinya di antara kalian berempat yang paling pintar itu kamu yah." Ucap si nenek menghampiri Seungmin.


"Kamu bisa saya korbankan supaya kekuatan saya tambah besar." Lanjut si nenek.


"Sebelum itu, gue mau bertanya sama lo nek. Lo siapa sebenarnya?" Tanya Jinyoung.


"Saya? Identitas saya tidak boleh dibocorkan. Kalian bisa panggil saya nenek."


"Psst." Bisik Jihan ke Winter.


"Kenapa Han? Lo sakit?"


"Bukan itu, gue ada ide Win. Gue punya kawat untuk bisa bebasin kita berdua dari penjara disini. Habis itu kita selamatkan Jinyoung dan Seungmin." Ucap Jihan.


"Memangnya lo bisa pakai gituan?" Ragu Winter.


"Hehe gini-gini gue juga jago kali. Lo nggak usah khawatir."


Malam hari tiba, nenek penyihir pergi keluar rumah. Jihan dan Winter langsung menjalankan aksinya untuk menyelamatkan Jinyoung dan Seungmin.


Jihan dan Winter memutar-mutar kawat kecil itu dan akhirnya setelah beberapa menit pintu penjara itu terbuka. Buru-buru keduanya menghampiri Seungmin dan Jinyoung.


"Woi Young!" Teriak Jihan.


"Kenapa sayang?" Tanya Jinyoung ngewink.


"Bukan waktunya untuk bercanda Young. Lo mau terjebak disini terus?" Tanya Jihan.


"Eh nggak Han, lo mau ngomong apa?"


"Nih buat lo dan Seungmin. Kalian pakai itu untuk lolos dari penjara itu."


Jinyoung dan Seungmin mencoba membuka penjara itu namun belum juga terbuka.


"Buruan tau Young!" Teriak Winter.


"Iya ini gue lagi berusaha Win. Sabar dong."


Cklek


Jinyoung dan Seungmin langsung keluar. Mereka berempat berkumpul dan saling menjaga.

__ADS_1


"Sekarang kita ngapain? Kita nggak tau misi apa di rumah ini." Ucap Seungmin.


"Kalian cukup mengalahkan nenek itu dan keluar secepatnya." Titah seseorang.


"Lo siapa?" Tanya Seungmin.


"Saya kan Profesor yang kalian temui di Bidder Room. Cepatlah bergerak!"


"Kalian mau kemana?" Tanya si nenek yang sudah berada di hadapan Seungmin dkk.


"Kalian nggak akan bisa menang melawan penyihir seperti saya. Itu hanya keberuntungan jika kalian bisa keluar darisini." Lanjutnya.


"Pasti ada sesuatu yang membuat nenek itu lemah. Kita harus mencari kelemahan nya." Kata Seungmin.


"Tapi kelemahannya apa Min?" Tanya Winter.


"Jihan dan Winter kalian berdua keluar darisini dulu. Biar gue dan Jinyoung yang akan melawan nenek tua itu." Titah Seungmin.


"Memangnya lo punya rencana apa?" Bisik Jinyoung.


"Ikutin saja instruksi gue Young."


Jihan dan Winter saling menatap dan akhirnya memutuskan keluar dari sana.


"Hei kalian mau kemana?!" Teriak si nenek penyihir.


"Mereka nggak akan kami serahkan. Biar kami berdua yang akan mengurus lo nenek tua!" Ejek Seungmin.


Penyihir itu marah dan menyerang Seungmin. Seungmin tersenyum dan mengeluarkan sebuah semprotan merica dan ia semprotkan ke wajah si penyihir.


"Young, sekarang lo dan gue serang dia dengan semua ramuan yang ada disini!" Titah Seungmin.


"Lakukan saja Young!"


"Oke Min."


Semua botol ramuan yang ada di ruangan sang penyihir diambil oleh Jinyoung dan Seungmin. Mereka berdua melempar ramuan itu satu-persatu sampai sebuah ramuan membuat penyihir itu mengerang kesakitan.


"Akhhh!" Teriaknya.


"Kalian barusan melemparkan saya apa?!" Kesal nenek penyihir itu.


"Bukan apa-apa. Hanya ramuan yang lo teliti sendiri." Balas Seungmin.


"Maju sini kalo berani!" Tantang Seungmin.


"Lo kan tadi mau makan gue dan Jinyoung. Jadi nggak sih?"


"Min lo mau ngapain? Kalo dia marah gimana?" Takut Jinyoung.


Seungmin hanya diam dan tersenyum. Penyihir itu marah dan menghampiri Seungmin perlahan-lahan.


Drap drap drap


"Young sekarang!" Titah Seungmin.

__ADS_1


"Oke."


Jinyoung mendorong nenek itu ke pembakaran dan membuat nenek itu terbakar hangus.


"Pintar juga ide lo Min. Nggak kepikiran gue tadi." Puji Jinyoung.


Flashback on


"Young nanti kalo gue pancing dia ke tempat gue yang dekat dengan pembakaran lo harus dorong dia masuk. Dengan begitu dia akan mati terbakar. Tunggu aba-aba dari gue saja." Bisik Seungmin dan diangguk Jinyoung.


Flashback off


"Ayo pergi dari sini. Disini sudah tidak aman lagi." Ucap Seungmin.


Seungmin dan Jinyoung berlari keluar, rumah permen itu mulai bergoyang. Seungmin dan Jinyoung mempercepat langkah mereka.


Saat batu hampir terjatuh ke arah mereka, keduanya langsung melompat keluar dari rumah permen itu.


"Kalian baik-baik saja kan?" Tanya Winter dan Jihan.


"Tentu, apa kita bisa kembali?" Tanya Jinyoung.


"Selamat karena sudah menyelesaikan misi di kapsul waktu ini. Kalian akan saya kirim kembali kesini."


Citttt


Telinga Seungmin dkk berdengung sangat keras. Keempatnya pingsan seketika.


Saat membuka mata, Seungmin melihat Profesor itu sedang menyiapkan sesuatu.


"Win, Han, Young bangun. Kita sudah kembali." Kata Seungmin membangunkan ketiganya.


"Seperti janji saya tadi, ini adalah ramuan untuk menyembuhkan teman kalian. Dan ini adalah bom untuk mengalahkan Jack nanti." Ucap Profesor itu.


"Pergilah, tidak ada lagi yang bisa kalian lakukan disini." Sambungnya.


Seungmin dkk keluar dari ruangan Bidder Room. Lampunya menjadi hitam.


"Oh iya Subin. Kita harus segera ke tempat Subin dan yang lain." Ucap Seungmin.


Keempatnya masuk ke lift dan menuju lantai dua. Betapa kagetnya mereka ketika Renjun tergeletak tak berdaya di samping Ningning, Karina, dan Subin.


"Apa yang terjadi disini?" Tanya Jinyoung.


"Hiks hiks, tadi kami bertemu dengan Jack. Dia mau membawa gue dan Karina eonni tapi Renjun mencoba untuk menghalangi jadi- jadi dia-"


"Lo yang tenang dulu Ning, ceritakan semuanya dari awal supaya kami berempat bisa mengerti apa yang terjadi waktu kami pergi tadi." Ucap Jinyoung.


"Sebenarnya..."


Flashback on


Ketika Seungmin, Jinyoung, Winter, dan Jihan pergi untuk menyelesaikan dua ruangan terakhir Jack datang menghampiri Karina, Ningning, Renjun, dan Subin yang masih tak sadarkan diri.


"Wah wah sepertinya teman kalian sudah k.o." Ejek Jack.

__ADS_1


"Mau apa lo kesini?" Tanya Karina.


"Oh jangan marah dong, gue kesini tentu saja untuk membawa salah satu dari kalian. Untuk dijadikan mangsa." Jawab Jack sambil tertawa.


__ADS_2