
"Eung? Dimana ini?" Ucap Seungmin membuka keduanya matanya
"Min, lo sudah bangun? Kita dimana sih?!" Balas Karina
"Hoam~"
"Ning, Win."
"Kenapa eon?" Jawab Ningning dan Winter
"Kalian ada mimpi sesuatu nggak?" Tanya Karina
"Iya, mana mimpinya menyeramkan lagi. Masa' gue lihat tinggal kita berempat doang yang hidup. Semuanya mati karena sebuah permainan di dunia virtual."
"Itu bukan mimpi Win, itu kenyataan." Balas Seungmin
"Maksud lo?"
"Kita sekarang kembali ke dunia asli, tapi nggak dengan mereka." Ucap Seungmin dan melihat ke arah depan
Winter, Karina, dan Ningning terkejut mendapati seluruh sahabat dan sepupu mereka tak bernyawa di depan mereka
"Gue kira itu mimpi. Ternyata itu semua kejadian."
"Kalian ingat kan kata Hyunjin?" Tanya Seungmin
"Iya kami ingat."
"Kita harus menjalani hidup kita tanpa mereka semua. Gue harap kalian juga bisa sedikit demi sedikit melupakan mereka."
"Walaupun nggak mudah." Lanjut Seungmin
"Kalo gitu kita balik ke rumah dulu." Ajak Seungmin
"Naik apa? Kendaraan kita nggak ada Min." Balas Karina
"Naik taksi. Pasti ada di sekitar sini."
"Ya udah."
Keempatnya pergi dari tempat itu dan mencari kendaraan. Tidak ada yang tau kalo semua yang Seungmin, Karina, Winter, dan Ningning alami itu. Karena semuanya sudah diatur oleh Game Master.
Setibanya di rumah...
"Gue siapkan makanan dulu untuk kalian, walaupun gue nggak sehebat Lee Know hyung tapi masih bisa untuk masakan rumahan." Kata Seungmin dan ke dapur
"Gue kangen Lee Know oppa dan Bangchan oppa."
"Lo sabar yah Ning, semuanya sudah takdir."
"Gue mau mandi dulu, kalian nggak mau mandi?"
"Mau eon. Tunggu sebentar."
Srek srek
__ADS_1
Tiga puluh menit kemudian turunlah Karina, Winter, dan Ningning dengan harum seperti bunga. Maklum mereka sudah mandi nggak seperti Seungmin yang masih kotor.
"Nih masakan gue. Cicip dulu."
"Lo masak nasi goreng? Nggak ada yang lain?" Tanya Karina
"Nggak, untuk sementara. Soalnya bahan makanan mulai kosong."
Mereka berempat makan, tapi tidak ada satupun yang berbicara dan sibuk dengan dunia sendiri.
"Ehem."
"Semangat dong makannya, gue kan jadi merasa masakan gue nggak enak."
"Enak kok, tapi suasananya nggak enak. Nggak seperti dulu lagi Min." Balas Winter
"Biar suasananya bagus, gimana kalo kita makan diluar? Supaya kalian juga nggak mikirin disini mulu."
"Ide bagus Min, gue setuju." Sambung Karina
Mereka berempat menuju ke restoran tempat biasanya kumpul.
Bruk
"Maaf gue nggak sengaja." Ucap seorang pemuda
"Nggak papa, lain kali jalan lihat-lihat dulu." Balas Winter
"Ada apa?" Tanya seorang gadis yang baru datang
"Gue nabrak dia, untungnya nggak luka."
"Yah nggak papa, gue duluan." Ucap Winter
"Permisi, mau pesan apa yah?" Tanya salah seorang pemuda yang merupakan pelayan
"Kita mau rabokki sama cheker pedas. Jangan lupa hamburger."
"Banyak juga lo pesan Min, lo traktir?"
"Iya dong Rin, sekali-kali."
"Ning!!" Panggil Karina
"Eh iya eon? Kenapa?"
"Melamun terus lo, dimakan tuh makanannya."
"Lah sudah ada?"
"Daritadi Ning, lo nya sih nggak perhatikan."
"Makan nih, dasar bayi!" Ejek Winter
"Gue bukan bayi, gue sudah besar tau. Lo tuh yang sudah besar tapi masih seperti bayi."
__ADS_1
"Eh kok lo manggil gue lo? Nggak sopan banget sih Ning. Ngambek nih gue."
"Dasar tukang ngambek, bocah!"
"Kalian tuh berdua berantem mulu, nggak bosan?" Tanya Seungmin
"Nggak!" Jawab Winter dan Ningning
Selesai makan, keempat kembali ke rumah. Namun, di perjalanan si sopir menurunkan Seungmin, Karina, Winter, dan Ningning di sebuah lapangan dan hari sudah sangat malam.
"Ini kenapa jadi disini turunnya?! Kesal banget gue sama tuh sopir."
"Sabar Rin, kita jalan dulu cari taksi di depan."
"Sabar gimana Min? Masa' anak-anak seperti kita diturunin di tengah lapangan gini tengah malam pula."
"Halo semuanya!! Ketemu lagi dengan saya MC dari permainan yang telah kalian mainkan di dunia virtual. Nah sekarang gue akan memberitahukan siapa GM dari permainan ini dalam 5 detik."
"5..."
"4..."
"3..."
"2.."
"1, 1/2..."
"0!!"
"Silahkan keluar GM!!" Seru MC
Game master keluar dan betapa terkejutnya mereka berempat ketika mengetahui Game Master itu adalah pelayan yang selalu melayani mereka di restoran.
"Lo kan..."
"Iya gue, nama gue Shotaro. Gue Game Master yang menciptakan permainan virtual menegangkan dan yang membuat kalian kehilangan sahabat."
"Kenapa lo melakukan itu semua ke kami?!" Kata Seungmin mulai emosi
"Gue sebenarnya pernah melihat kalian, waktu itu gue jalan-jalan dan mencari target selanjutnya untuk memainkan game virtual nyata gue."
"Kalian yang ada di restoran tempat gue kerja menarik perhatian. Karena itu kalian semua gue undang ke game itu. Seru bukan?"
"Oh iya tujuan gue mengungkapkan diri yaitu karena kalian yang tersisa akan maju ke babak selanjutnya. Bedanya cuma dua, sekarang game akan dibawa ke dunia nyata dan sekarang kalian sudah tau siapa gue."
"Oh gue lupa, kalian nggak berempat doang. Ada beberapa anak-anak yang gue masukkan kesini. Selamat berjuang sampai akhir!" Ucap Shotaro dan pergi menghilang
"Kalian sudah lihatkan GM nya, sekarang mari kita lanjutkan game di dunia nyata ini!"
"Sepertinya ini nggak berakhir Rin." Ucap Seungmin
"Mau nggak mau kita harus ikut Min, kalo nggak bisa mati kita."
"Jangan ada lagi yang mati, kita semua harus selamat sampai akhir!" Seru Seungmin
__ADS_1
"Mari mulai petualangan game kedua kita yang menegangkan, gue juga berharap begitu Min." Balas Winter
"Let's go!!" Seru Seungmin