
Setelah menghabiskan banyak waktu bersama dengan Karina. Hyunjin sangat senang.
"Rin. Gue mau ngomong sesuatu ke lo sekarang." Ucap Hyunjin.
"Ngomong apa?" Tanya Karina.
"Sebenarnya gue sudah menyukai lo selama ini. Gue mau lo jadi pacar gue tapi sepertinya itu nggak bisa terwujud. Sekarang gue dan lo sudah berbeda dunia." Ungkap Hyunjin.
"Maksud lo apa Jin? Gue benar-benar nggak paham."
"Gue mencintai lo Karina. Gue senang bisa menghabiskan waktu sebentar bersama dengan lo. Gue nggak bisa bersama dengan lo."
"Kenapa? Gue juga sayang sama lo Jin. Kenapa kita nggak bisa bersama?"
"Tutup mata lo sekarang dan bangunlah. Lo akan tau jawabannya jika lo melakukan yang gue minta." Balas Hyunjin.
Karina menutup matanya, saat ia kembali membuka matanya yang ia lihat pertama kali adalah Subin.
"Hai Rin." Ucap Hyunjin.
"Hyunjin? Lo kenapa memakai jubah hitam itu?" Tanya Karina.
"Gue adalah lawan lo sekarang Rin. Lo harus melawan gue bersama dengan Seungmin dan Subin."
"Tapi kenapa?"
"Itu karena gue diselamatkan oleh Shotaro. Sebagai balasannya, gue hanya menuruti kemauannya untuk berpartisipasi dalam game ketiga ini. Menjadi lawan kalian berempat." Jelas Hyunjin.
"Tapi kenapa harus lo Jin?!" Bukan Karina yang membentak tapi itu Seungmin.
"Lo marah Min? Gue rasa memang sudah takdir untuk kita saling bertarung saat ini."
Kemudian Lino juga kembali dan Ningning mulai tersadar.
"Eugh? Gue dimana?" Tanya Ningning.
"Lo sudah sadar?" Tanya Subin membantu Ningning bangun.
"Iya, Lino oppa? Kenapa lo disana? Kenapa lo memakai jubah merah itu?"
"Gue lawan lo Ning. Gue rasa nggak perlu lagi kita menjelaskan lebih ke kalian. Kalian pasti sudah mengerti." Ucap Lino.
"Lagian Hyunjin pasti sudah menjelaskan semuanya kan? Jadi lebih baik kita akhiri saja langsung." Sambungnya.
"Jadi lo mau gue, Karina, Ningning, dan Subin melawan kalian berdua?"
"Iya Min. Jangan sungkan, soalnya gue juga nggak sungkan untuk menyerang kalian semua."
"Bin, gue akan mengurus Hyunjin sendirian. Lo nggak usah ikut campur di pertarungan ini." Pinta Karina.
"Tapi Rin-"
"Nggak usah bantah Bin! Gue mau berbicara empat mata juga sama Hyunjin."
__ADS_1
"Baiklah. Gue nggak maksa kalo itu mau lo tapi hati-hati. Jangan lengah." Ucap Subin mengingatkan.
"Gue juga mau sendirian mengurus Lino oppa Min. Gue minta lo dan Subin nggak ikut campur untuk saat ini." Pinta Ningning.
"Oke kalo itu mau lo. Tapi lo hati-hati, jangan baper."
Ningning dan Karina melangkahkan kakinya ke Hyunjin dan Lino.
"Kalian berdua doang?" Tanya Hyunjin.
"Iya. Gue rasa dengan kehadiran gue sudah cukup untuk melawan lo Jin."
"Oke. Gue nggak masalah."
"Tolong bunuh gue secepatnya Rin. Gue nggak mau nyakitin lo dan yang lain. Gue sengaja bicara dengan lo dengan cara ini karena jika gue ngomong langsung nantinya Shotaro akan marah. Gue mohon sama lo untuk bunuh gue sekarang." Titah Hyunjin ke Karina lewat telepati nya.
"Lo nggak bercanda kan Jin? Gue nggak mungkin melakukan itu ke lo." Balas Karina.
"Nggak Rin. Ini demi kebaikan kita semua. Gue nggak seharusnya hidup lagi, gue lebih tenang kalo bisa bersama Bangchan hyung dan yang lain daripada harus hidup menjadi boneka Shotaro."
"Tapi-"
"Jangan bicara lebih banyak lagi Rin. Waktu kita nggak banyak. Bunuh gue sekarang!" Titah Hyunjin.
Karina menuju Hyunjin dan menodongkan pistolnya. Ia menembak Hyunjin tepat di kepala.
Dor
Hyunjin tersenyum ramah dan tumbang di dekat Lino, bersamaan dengan itu Ningning juga menembak ke Lino.
Dor
"Terima kasih atas kebersamaan nya. Gue senang bisa memanjakan lo dan mengajarkan lo memasak lagi." Ucap Lino.
Hyunjin dan Lino berhasil dikalahkan oleh Karina dan Ningning. Seungmin menghampiri Ningning sedangkan Subin mendekati Karina.
"Gue nggak tau apa hubungan dia sama lo sampai lo begitu sedih kehilangan dia. Tapi gue akan selalu ada buat lo Rin, jadi jangan merasa sedih lagi. Ada gue disini." Ucap Subin dan memeluk Karina.
"Ning gue tau lo sangat sedih saat ini karena kehilangan Lino hyung. Gue nggak tau harus menenangkan lo dengan cara apa tapi jangan nangis Ning. Masih ada gue, Winter, Karina, Jihan, Jinyoung dan Subin." Ucap Seungmin memeluk Ningning juga.
Karina dan Ningning hanya bisa menangis kehilangan Hyunjin dan Lino lagi. Seungmin dan Subin membawa Karina dan Ningning keluar ruangan itu.
Winter, Jihan, dan Jinyoung yang melihat keempatnya keluar langsung menghampiri.
"Kalian baik-baik saja? Kenapa dengan Karina dan Ningning?" Tanya Jinyoung.
Winter dan Jihan yang mengerti hanya terdiam melihat Karina dan Ningning yang masih menangis.
"Selamat karena berhasil menyelesaikan game yang ketiga. Gue akan memberikan kalian dua petunjuk tentang game virtual ini."
"Kenapa cuma dua? Bukannya tadi hadiahnya tiga?" Tanya Subin masih memeluk Karina.
"Bukannya hadiah kedua sudah kalian dapatkan? Hadiahnya kan bertemu dengan Hyunjin dan Lino lagi. Masa gitu saja sudah lupa?"
__ADS_1
"Wah lo mau mempermainkan perasaan gue dan yang lain yah? Ngajak ribut lo?!" Kesal Seungmin.
"Eits nggak kok. Daripada bahas orang yang sudah nggak ada lebih baik bahas dua petunjuk tadi. Petunjuk pertama adalah angka tiga. Petunjuk kedua adalah Jepang dan Korea."
"Hah? Apa sih maksudnya?" Bingung Jinyoung.
"Hanya itu kan? Kalo nggak ada lagi yang perlu dibicarakan gue mau istirahat sama yang lain. Capek gue habis bermain game ketiga tadi." Ucap Seungmin.
Seungmin menarik Ningning disusul Subin dan Karina. Jinyoung, Jihan, dan Winter pergi paling akhir.
"Seungmin peduli banget sama Ningning. Ah harusnya gue nggak berpikir aneh-aneh, Ningning kan habis kehilangan Lino oppa. Gue harus bersikap dewasa." Batin Winter.
"Eonni ayo!" Teriak Jihan yang sudah agak jauh di depan.
"Iya."
"Shotaro!!" Teriak seseorang memanggil Shotaro.
"Ada apa? Mereka sudah menyelesaikan game ketiga nya?" Tanya Shotaro.
"Sudah. Game keempat nanti kita menggunakan dia kan?" Tanyanya.
"Iya. Gue nggak sabar bagaimana reaksinya mereka semua nanti. Lo sudah menyiapkan game keempatnya kan?"
"Sudah. Jangan khawatir Taro. Gue bisa diandalkan kok."
"Bagus. Gue harap ini akan membuat semuanya lebih menarik."
Di kamar 001. Seungmin dkk sedang berkumpul.
"Rin lo belum selesai nangis?" Tanya Subin.
"....."
"Yeh gue malah dikacangin. Tau gitu gue nggak usah nanya tadi." Kesal Subin.
"Bwahahahaha. Enak yah dikacangin? Kasian banget sih dikacangin sama gebetan sendiri." Ledek Jinyoung.
"Jinyoung! Lihat situasi dong, jangan bercanda dulu sekarang." Bentak Jihan.
"Yah maaf Han. Gue nggak tau harus gimana lagi." Sesal Jinyoung.
"Gue mau tidur dulu." Kata Ningning dan mengambil selimut nya.
"Gue juga." Ucap Karina ikut-ikutan.
Seungmin dan Subin hanya saling menatap.
"Ehm kalo gitu karena Karina dan Ningning tidur disini gue dan Jinyoung ke kamar sebelah yah. Siapa lagi yang mau ikut?" Tanya Jihan.
"Gue juga ikut Han." Ucap Seungmin dan Winter bersama.
Keempatnya pergi meninggalkan kamar 001. Subin yang bosan hanya duduk di samping Karina yang tidur.
__ADS_1