
"Selesaikan ini dengan cepat, kita nanti dicari sama hyung dan yang lain." Ucap Hyunjin kepada Seungmin, Winter dan Karina
"Kalo itu mau lo ayok! Makanya jangan bercanda mulu lo Jin!" Balas Karina
Robot besar itu melancarkan serangan pertamanya yaitu mengambil sebuah tombak yang persis seperti tombak Thor. Robot itu menyerang Winter dan Winter terlempar ke pintu gudang.
"Lo nggak papa Win?" Tanya Seungmin
"Nggak, cuma lecet doang Min."
"Min!! Mending lo jagain Winter, gue sama Karina bakal kerja sama untuk mengalahkan robot ini. Siapa tau dia punya kelemahan..."
"Oke Jin, gue serahin itu sama lo. Hati-hati lo sama Karina."
Robot itu menciptakan sebuah petir besar untuk diarahkan ke Hyunjin dan Karina.
"Rin, lo buat petir juga gih." Titah Hyunjin
"Hah? Ngapain?"
"Udah buat aja cepet!"
"Ya udah."
Karina menfokuskan agar bisa menciptakan petir besar yang sama kayak robot itu. Karina kemudian melancarkan petirnya dan...
Boom
Seketika itu Hyunjin langsung menyerang robot itu dengan pedangnya.
"Pride Flare!!" Teriak Hyunjin
Kekuatan Hyunjin ini mengeluarkan sebuah tebasan yang langsung membelah tanah. Sayangnya kekuatan ini mampu dihindari robot besar itu dengan pelindungnya.
"Yah dihindari..., Gue kan mau lihat gimana kalo robot itu terkena serangan kuat gue."
Karina kemudian kembali menyerang robot itu dengan serangan topan miliknya.
"Endless whirl!"
Sebuah topan besar menangkap robot itu dan memutarnya dengan kuat. Seungmin juga tidak tinggal diam dan menggunakan kecepatan nya untuk menyerang robot itu. Seungmin menggunakan enchacment untuk membuat penjara api yang mengelilingi robot itu.
Hyunjin yang melihat itu langsung menyerang dengan fosilization, jurus ini akan membuat lawan menjadi batu jika mengenai pedangnya.
"Yey berhasil!!" Teriak Hyunjin karena robot itu berhasil menjadi batu seutuhnya
"Selamat karena memenangkan quest ketiga, kalian akan saya antar ke teman-teman kalian yang bingung mencari kalian dimana."
Buk
"Suara apa itu hyung?" Tanya Jeongin
__ADS_1
"Jangan-jangan musuh lagi?! Coba lo cek Bin..." Titah Lee Know
"Eh gue? Kenapa gue?"
"Udah deh, gue aja yang kesana. Kalian tunggu disini bentar." Ucap Bangchan
"Hati-hati hyung." Kata Felix
"Lho? Seungmin? Hyunjin? Karina? Winter?" Bingung Bangchan
"Hyunjin?! Kalian semua darimana sih tadi?!" Tanya Bangchan
"Yah kita dikasi' game baru lagi sama moderator nya hyung." Jawab Hyunjin
"Tapi kalian baik-baik saja kan?" Tanya Changbin
"Oh iya dong, fine." Balas Hyunjin dengan ngewink
"Nyesel gue nanya ke lo Jin." Ucap Changbin lagi
"Winter? Ini kenapa lo lecet?" Tanya Giselle
"Oh ini tadi waktu di game eon, tapi nggak papa kok."
"Nggak papa gimana, ini gue langsung obatin aja. Ikut gue." Ucap Giselle membawa Winter ke hotel
"Saya lupa kalo kartu ketiga sudah ada. Ini dia..."
"Ayo makan, gue sudah lapar nih..." Sahut Felix
"Makan aja otak lo Lix! Pantas kagak berkembang!" Ejek Lee Know
"Yeh bukan nggak berkembang hyung, tapi terlalu berkembang." Balas Felix
"Ya terserah lo deh Lix, nggak ada habisnya kalo gue ngomong sama lo."
Semalaman ini Bangchan dkk hanya makan dan gantian berjaga di perkemahan.
"Hyung!!" Panggil Seungmin
"Kenapa Min?" Tanya Bangchan
"Nggak kembali ke hotel saja? Winter perlu diobati."
"Hmm, iya juga. Kalo gitu lo duluan gih sama Winter, Karina, Ningning dan Giselle."
"Gue ajak Jeongin dan Hyunjin juga yah hyung."
"Oke, gue akan nyusul. Gue disini dulu buat jagain Changbin, Lee Know dan Felix. Mereka baru aja istirahat."
"Oke deh hyung, gue duluan. Yuk Win..." Ajak Seungmin
__ADS_1
"Kemana?"
"Ke hotel."
"Ngapain?"
"Yah obatin luka lo lah, nanti takut infeksi. Kan bahaya.."
"Ciee dramatis lo Min." Ejek Hyunjin
"Lo lebih dramatis kalo ini terjadi sama Karina Jin. Gue tau lo suka kan sama Karina?" Tebak Seungmin
"Lo suka sepupu gue hyung?" Tanya Jeongin
"Yah gitu deh Jeong, lo restuin nggak nih?"
"Boleh aja, tapi itu tergantung Karina noona."
"Hmm, gimana Rin? Terima gue jadi pacar lo nggak?"
"Nggak lah! Gue mana mau sama buaya kayak lo!"
"Skakmat!! Hahahaah!" Ledek Ningning
"Pdkt lo belum mulus yah Jin." Ucap Ningning
Setelah itu Hyunjin, Seungmin, Karina, Winter, Ningning, dan Giselle kembali ke hotel duluan meninggalkan Bangchan, Felix, Changbin, dan Lee Know.
"Selamat datang di game balapan atau disebut racing game, Bangchan, Felix, Changbin dan Lee Know kalian terpilih sebagai para pembalap."
"Game lagi?" Tanya Felix
"Aturannya jelasin aja langsung! Jangan basa-basi deh!" Ancam Lee Know
"Santai dong Know, jadi gini kalian akan balapan di sirkuit yang gue sediakan. Game ini adalah game yang harus memiliki taktik dan kelicikan jika ingin menang. Juara pertama sampai ketiga akan keluar, juara empat atau yang kalah akan mati otomatis."
"Mati otomatis? Maksud lo?" Tanya Bangchan
"Jadi nanti akan ada helm yang kalian gunakan, helm itu akan otomatis membunuh kalian jika kalian mendapatkan juara terakhir."
"Agar menyenangkan gue sudah membuat mobil balap khusus yang akan melancarkan serangan jika pembalap meminta. Serangan itu cuma bisa digunakan 2 kali. Pergunakan itu sebaik mungkin. Jadi itu bisa kalian manfaatkan untuk menjadi juara satu."
"Sudah jelas bukan? Kalo begitu mari kita lakukan ini dengan cepat. Helm sudah kalian pakai."
Dan benar saja, helm itu sudah ada di kepala Bangchan, Felix, Lee Know dan Changbin.
"Kalo kalian menolak main helm itu otomatis akan membunuh kalian. Jadi usahakan bermain yah..., Selamat main balapan!"
Di depan Bangchan, Felix, Lee Know, dan Changbin tiba-tiba berubah menjadi sirkuit balapan. Sudah ada empat mobil tersedia. Bangchan memilih mobil Lamborghini Gallardo, Felix memilih Ferrari Spider, Lee Know memilih BMW i8, dan Changbin dengan mobil porsche Cayman.
Mereka tengah bersiap dan memasuki mobil masing-masing. Mereka hanya bisa berharap menjadi juara satu, tidak ada lagi kata tim dan kekompakan. Hanya ego masing-masing dari mereka untuk bisa selamat.
__ADS_1