Secret Game

Secret Game
Wake up


__ADS_3

"Kalian pikir kalian sudah menang? Tentu saja tidak. Gue akan meledakkan ruangan ini dalam sepuluh menit. Kalian nggak akan bisa keluar darisini karena ruangan ini akan terkunci." Ucap Jack dan menekan remote control.


Ruangan itu menjadi tertutup dan mengeluarkan asap. Winter dan Jihan menghampiri Seungmin dan Jinyoung yang pingsan.


Mereka berdua memapah Jinyoung dan Seungmin.


"Gimana ini eon? Ruangan ini terkunci dan kita nggak punya banyak waktu untuk pergi dari sini." Takut Jihan.


"....."


Lima menit kemudian.


"Gue ada ide Han!" Seru Winter.


"Apa?"


"Bom yang diambil oleh Seungmin tadi. Kita gunakan itu untuk meledakkan pintunya."


"Apa nggak bahaya eon?" Tanya Jihan.


"Gue nggak jamin Han. Tapi ini satu-satunya cara agar kita bisa keluar dari tempat ini."


"Ya sudah kalo gitu eon. Gue ikut saja."


Winter dan Jihan memasang bom di dekat pintu masuk. Mereka berdua mundur dan bersembunyi agak jauh dari pintu masuk.


Winter menekan tombol remote.


Boom


Bersamaan dengan itu waktu juga habis, mereka langsung lari keluar dari Last Room.


"Syukurlah kalian baik-baik saja. Gue sempat khawatir dengan kalian." Lega Karina.


"Jinyoung dan Seungmin kenapa eon?" Tanya Ningning ke Winter.


"Mereka berdua terluka parah. Kita harus segera mengobati mereka."


"Selamat karena telah menyelesaikan game kedua Jack The Ripper. Kalian pasti butuh istirahat sekarang untuk mengobati Seungmin dan Jinyoung."


"Saya sudah menyiapkan kamar untuk kalian. Hanya dua kamar, gunakan kamar itu untuk mengobati Seungmin dan Jinyoung serta memulihkan stamina kalian semua karena game ketiga akan segera dimulai tiga hari lagi."


"Dimana posisi kamarnya?" Tanya Karina.


"Ada di lantai tiga ini. Cari saja sendiri."


Mendengar itu Winter dan yang lain mencari kamar yang dikatakan oleh MC. Langkah mereka terhenti di sebuah ruangan dengan nomor 001 dan 002.


"Apa ini kamar yang dia maksud?" Tanya Winter.


"Entahlah, kita coba masuk dulu eon. Siapa tau memang ini." Jawab Jihan.


"Kalo gitu pembagiannya gimana?" Tanya Ningning.


Semua yang disitu melihat Karina.


"Kalian bertiga mau gue yang bagi?" Tebak Karina.


"Iya." Jawab ketiganya.

__ADS_1


"Oke. Kamar pertama isinya, Jihan, Jinyoung, dan Ningning. Kamar kedua sisanya."


Skip


Malamnya sebuah langkah kaki terdengar di lantai dua. Ia mendekat ke tubuh Renjun dan membawa tubuh itu pergi dari sana.


"Ugh, ini dimana?" Ucap seseorang di kamar kedua.


"Eh Bin, lo sudah sadar? Gimana keadaan lo?" Tanya Winter.


"Karina dimana? Dia baik-baik saja kan?"


"Lo sebegitu khawatir yah sama Karina eonni. Beruntung banget dia punya lo yang posesif."


"Karina eonni ke dapur sebentar. Mungkin lagi buatin kita makanan." Lanjut Winter.


"Lho Seungmin kenapa?" Tanya Subin.


"Tadi dia terluka saat melawan Jack." Ucap Winter.


"Jack sudah dikalahkan? Yang lain gimana? Baik-baik saja kan?"


"Iya, semua baik kok tapi Jinyoung juga terluka dan Renjun..."


"Renjun kenapa Win?" Subin merasa perasaannya tidak enak.


"Renjun telah terbunuh saat melawan Jack Bin. Dia tewas."


Subin tidak menyangka bahwa Renjun akan pergi secepat itu. Subin dan Renjun memang tidak akrab tapi Subin sangat menyayangi teman-teman nya. Baginya kehilangan Renjun seperti kehilangan anggota keluarga.


Cklek


"Hai Rin." Sapa Subin.


"Bin lo sudah baikan?" Tanya Karina.


"Seperti yang lo lihat, gue bahkan sudah bisa berbicara dengan lancar."


Di kamar 001.


"Ugh, Jihan." Lirih Jinyoung.


"Young lo sudah sadar, gimana keadaan lo? Sudah lebih baik nggak?" Tanya Jihan.


"Sudah. Seungmin gimana? Dia terluka parah nggak?"


"Dia belum sadar Young." Ucap Jihan.


"Eonni gue masakin bubur buat Jinyoung." Ujar Ningning sambil membawa nampan berisi bubur dan air putih.


"Lo nggak mau makan eon?" Tanya Ningning.


"Lo duluan saja Ning, gue mau suapin Jinyoung. Dia masih lemah."


"Ya udah gue tungguin lo eon. Nanti kalo sudah selesai lo bisa panggil gue." Ningning kembali memakai headphone.


"Sepertinya Ningning jadi agak berubah sejak kepergian Renjun. Gue harap dia akan kembali seperti dulu lagi Han." Ucap Jinyoung sambil memperhatikan Ningning.


"Gue juga berharap yang sama Young."

__ADS_1


Keesokan harinya, Ningning sudah terbangun lebih dahulu. Ia pergi ke dapur dan mulai memasak. Jihan terbangun dan mencari Ningning.


"Ning lo dimana?" Panggil Jihan.


"Gue disini eon, gue lagi buat sarapan untuk kita bertiga." Jawab Ningning di dapur.


Di kamar 002.


Seungmin juga sudah sadar. Winter membantu Karina memasak di dapur. Posisi dapur mereka berada di dalam kamar sama seperti kamar 001.


Luka-luka Seungmin dan Jinyoung juga mulai membaik walaupun masih terasa sakit.


"Kalian masak apa?" Tanya Seungmin.


"Hehe kita lagi buat spaghetti. Soalnya bahannya cuma mie dan roti." Balas Winter.


"Buat yang enak yah. Soalnya kalo nggak enak gue nggak makan." Ucap Subin.


"Gue dan Winter juga baru pertama kali masak Bin. Jangan banyak protes lo. Masih untung kita berdua masakin." Balas Karina.


"Yah kan gue nggak tau Rin." Ucap Subin sambil nyengir.


"Kalo nggak tau lo diam aja sana. Jangan banyak tingkah, baru juga sembuh sudah cerewet banget. Kalo lo cerewet terus nanti Karina nggak kasih lo makan gimana??" Ancam Seungmin.


"Jangan galak Min. Lo juga baru sembuh dari luka yang dibuat Jack." Sahut Subin.


"Daripada kalian berantem yang nggak guna lebih baik kesini bantuin kita berdua." Titah Winter.


"Bantu apa?" Tanya Seungmin dan Subin.


"Bantu bawa makanan yang gue dan Karina eonni masak. Biar lo dan Subin bisa makan."


"Oh itu toh, oke Win." Angguk Seungmin dan Subin.


"Woi kami juga ikut gabung dong!" Seru Jinyoung yang datang bersama Jihan dan Ningning dari kamar 001.


"Kalian ngapain kesini? Mau minta makan?" Tanya Seungmin.


"Benar banget, dikarenakan lauk gue, Jihan, dan Ningning cuma telur dan rumput laut gue kesini deh biar bisa makan enak." Sahut Jinyoung.


"Memangnya Ningning masakannya nggak enak?" Tanya Subin.


"Nggak gitu, cuma gue nggak mau makan rumput laut sama telur doang. Makanya gue ajak mereka kesini juga." Balas Jinyoung.


"Bilang aja kalo gue nggak pintar masak. Emang sih gue nggak pernah diajarin jadi wajar kalo nggak enak." Ucap Ningning.


"Gue coba yah masakan kalian." Ucap Jinyoung ke Karina.


"Boleh saja." Jawab Karina.


"Uhuk-uhuk. Anjir masakan Ningning lebih baik daripada kalian berdua." Omel Jinyoung.


"Makanya jangan rakus lo jadi orang Young. Sudah baik dimasakin sama Ningning eonni tadi, eh malah nggak mau makan." Ceramah Jihan.


"Yah kan gue cuma mau nambah lauk lagi. Apa salahnya sih Han? Gue lapar tau seharian habisin tenaga buat lawan tuh Jack gila." Rengek Jinyoung.


"Ya sudah, kita makan saja disini bareng-bareng selagi kalian datang. Untungnya gue dan Karina eonni masak yang lebih." Ucap Winter menengahi.


"Gue setuju sama Winter eonni. Daripada lo ribut disini mendingan lo makan yang baik tuh Young." Sambung Ningning.

__ADS_1


__ADS_2