
"Lebih menegangkan? Perasaan dari awal juga game ini sudah menegangkan. Mau menegangkan gimana lagi sih?" Tanya Subin.
"Yah mungkin lebih menegangkan daripada game yang tadi."
"Gue akan jelaskan peraturan dan nama gamenya. Nama game kali ini adalah Jack The Ripper. Peraturan nya mudah."
"Apa aturannya? Dijelaskan sama lo? Nggak biasanya. Kan yang jelasin selalu MC. Kenapa jadi lo sekarang?" Bingung Ningning.
"Tenang teman-teman, saya yang akan menjelaskan semua aturannya. Jadi jangan khawatir, lagian saya juga cuma suruhan dari Shotaro, mau dia atau saya yang jelaskan tetap sama aja."
Aturannya yaitu:
Kalian akan berhadapan dengan pembunuh paling sadis di dunia, yah Jack The Ripper. Jack akan muncul tiba-tiba, tidak ada tanda dia akan muncul atau dia akan menghilang.
Jack The Ripper biasanya lebih menargetkan gadis-gadis, jadi sebisa mungkin kalian lindungi para gadis dan diri kalian sendiri jika bertemu dengan dia.
Sebelumnya kalian mengalahkan vampir dengan memberikan pecahan liontin ke saya, kali ini kalian juga akan mencari senjata untuk mengalahkan Jack dengan telak.
Seperti biasa, setiap game memiliki waktu. Game ini waktunya 6 jam. Jika belum menghabisi Jack dalam kurun waktu yang diberikan, gadis-gadis kalian akan ditiadakan.
Misi yang ada di setiap ruangan pastinya berbeda.
"Sampai sini kalian sudah mengerti belum? Ada yang mau ditanyakan?" Tanya MC.
"Senjatanya disembunyikan di sekitar sini juga?" Tanya Seungmin.
"Benar, lebih tepatnya di delapan ruangan ada satu senjata. Jika kalian menyelesaikan misi di ruangan itu maka kalian akan mendapatkan satu senjata disana. Begitu juga dengan ruangan lainnya."
"Oh pantas saja waktunya lumayan banyak. Harus menyelesaikan misi yah kalo mau satu senjata, ribet amat aturannya!" Keluh Subin.
"Sayangnya kami nggak menerima protes dari kalian. Jadi apa kalian semua sudah siap?"
"Ya iyalah sudah siap, ini mah siap nggak siap tetap juga mulai tau!" Kesal Renjun.
"Oke langsung saja kita mulai!" Seru MC.
__ADS_1
Seluruh rumah Shotaro yang cantik dan mewah berubah menjadi rumah lama yang tak terpakai.
"Oh iya, tenang saja. Untuk tingkatan rumahnya nggak berubah kok, masih berlantai tiga. Dan masih ada liftnya juga, hanya rumah mewah yang berubah jadi rumah lama mengerikan." Jelas Shotaro.
"Oh jadi dari tiga lantai ini lo minta kita keliling gitu untuk nyari semua ruangannya? Terus kalo menemukan satu ruangan kita harus selesaikan misi di dalamnya baru bisa dapat senjata? Dan itu hanya satu? Gitu?" Tanya Jihan berturut-turut.
"Yap, benar sekali. Ternyata pacar Jinyoung ini pintar juga, persis seperti Jinyoung." Puji Shotaro.
"Gue mau bertanya nih." Ucap Karina mengangkat tangannya.
"Yah dipersilahkan, kami masih menerima pertanyaan. Tapi jangan banyak-banyak seperti Jihan tadi."
"Em gini, kalo misalnya kita masuk ke salah satu ruangan terus lagi jalanin misinya itu Jack juga bisa ikut masuk yah? Atau nggak? Kan bisa bahaya kalo dia juga ikut masuk sementara kami menyelesaikan misi." Pikir Karina.
"Oh soal itu sih, tergantung pemikiran Jack. Dia mau masuk atau nggak, yang pasti saat kalian menjalankan misi nanti akan ada semacam tanda kalo ruangan itu telah dimasuki seseorang. Contohnya saat ruangan itu kosong tandanya merah, kalo ruangan itu ada orangnya berarti hijau. Nah kalo kalian berhasil menyelesaikan misi, ruangannya bertanda hitam. Tapi kalo gagal, yah merah lagi." Jelas Shotaro panjang lebar.
"Gue juga mau bertanya nih Taro." Ucap Winter mengangkat tangannya.
"Apalagi sih? Masih belum jelas yah?"
"Iya, belum. Gue mau tanya satu lagi sih, kan kalo gagal berarti tandanya masih merah. Terus untuk masuk ke ruangan itu lagi memakan waktu berapa?"
"Nggak ada lagi kan? Sudah bisa dimulai?" Tanya Shotaro memastikan.
"....."
"Diam berarti iya, gue mulai gamenya!" Teriak Shotaro.
"Gue pikir karena ada delapan ruangan yang ada, dan Jack pasti mengincar para cewek. Satu kelompok lebih banyak mungkin lebih baik." Saran Jinyoung.
"Gue setuju sih, tapi berapa satu kelompok? Kelompok nya dibagi dua atau empat?" Tanya Seungmin.
"Dibagi dua ajalah, biar lebih cepat kelar. Karena kalo dibagi empat belum tentu dua orang bisa menyelesaikan satu misi. Secara logika lebih bagus kalo satu kelompok banyak." Balas Subin.
"Oh iya yang pintar dalam hitung-hitungan disini siapa saja?" Tanya Jihan.
"Ngapain? Memangnya nanti kita berhitung?" Bingung Ningning.
"Yah siapa tau ada soal sulit nanti. Kan biar lebih bagus, setiap kelompok ada yang pintar gitu dalam pengetahuan."
__ADS_1
"Seungmin deh mungkin. Seungmin kan selama bersama dengan gue, Winter, dan Ningning dia paling bijak dan pintar." Jawab Karina.
"Gue ngaku kalo nggak pintar." Jujur Subin.
"Kalo kalian gimana?" Tanya Winter menatap Renjun dan Jinyoung bergantian.
"Gue sebenarnya selalu dapat peringkat waktu SMA. Tapi nggak pintar dalam olimpiade." Ucap Jinyoung.
"Nggak tuh, dia bohong. Lo itu kan paling selalu juara dalam olimpiade. Apalagi lo itu pernah sekolah di luar negeri." Bantah Jihan.
"Gue rasa Jihan yang benar. Tuh lihat si Jinyoung nggak berkutik sekarang." Ucap Karina.
"Padahal kan gue nggak mau berpikir lagi. Terlalu malas." Keluh Jinyoung.
"Gimana dengan lo Jun?" Tanya Seungmin.
"Gue memang pintar dalam kelas, tapi cuma dalam sains. Selebihnya nggak terlalu Min."
"Ya udah, itu lebih baik daripada Subin yang nggak tau apa-apa." Ejek Seungmin.
"Cih gue lagi yang jadi perbandingan nya, yang lain kek Min. Nggak adil lo!" Gerutu Subin.
"Kita bagi jadi dua tim saja. Pertama tim Jinyoung, Jihan, Subin, dan Karina. Kedua gue, Winter, Renjun, dan Ningning."
"Bentar kok gue ada sama Subin terus Min?! Gue nggak mau ah sama dia terus!" Protes Karina.
"Nggak ada waktu Rin, lagian lo lumayan dalam pengetahuan untuk membantu Jinyoung nanti."
"Gue dan Renjun bareng Winter sama Ningning soalnya mereka masih terlalu kekanak-kanakan. Kali ini aja deh Rin, besok-besok gue pindahin lo ke kelompok lain yang nggak bareng Subin." Sambung Seungmin.
"Ya udah, kali ini terakhir Min."
Focus Seungmin, Winter, Renjun dan Ningning.
"Sekarang kita berempat kemana Min?" Tanya Renjun.
"Sesuai kesepakatan tadi, telusuri lantai pertama ini dulu Jun, habis itu baru ke lantai dua dan tiga."
"Gue takut kita nggak bisa menyelesaikan semuanya dengan tepat waktu Min." Ucap Winter.
__ADS_1
"Tenang saja Win, selama ada gue dan Renjun lo nggak usah khawatir. Kita berdua akan jaga lo dan Ningning. Lagipula tim kita juga hebat kok, jangan negatif thinking dulu Win." Balas Seungmin memberi semangat.