Secret Game

Secret Game
Impossible


__ADS_3

"Aduh gue pakai kebelet segala lagi. Mana gue nggak bilang ke Seungmin dan yang lain tadi kalo mau pergi. Bodoh banget deh gue!" Umpat Subin ke dirinya.


"Harusnya lo nggak mengatai diri sendiri Subin. Sendirian doang lo disini?" Tanya seseorang.


"Siapa lo? Gue nggak kenal sama lo. Sok kenal banget jadi orang! Pergi sana ke tempat lain!" Usir Subin.


"Sepertinya mood lo nggak bagus. Yah sampai nanti, gue juga nggak bisa lama-lama disini." Pamit orang itu.


"Dasar orang aneh. Kesasar kali dia sampai kesini." Pikir Subin.


"Kasian juga dia buta arah, tapi kalo dilihat kok dia ganteng sih? Ganteng-ganteng tapi bodoh!" Ejek Subin.


Srek srek


"Astaga itu suara apa lagi? Jangan bilang itu suara orang yang tadi? Eh nggak mungkin deh, soalnya kan suara ini lebih ke suara hewan." Gumam Subin.


"Bentar, hewan? Jangan bilang itu suara serigala?? Gue masih mau hidup dulu kali. Kabur deh." Ucap Subin monolog.


Kring


"Mampus gue!" Umpat Subin ketika dihadapi dengan dua ekor serigala.


"Hehehe, gue datang ke toilet baik-baik kok. Nggak cari masalah sama kalian, jangan makan gue yah soalnya daging gue nggak enak. Makan dagingnya Jinyoung saja di tempat lain. Gue masih mau hidup." Kata Subin berbicara ke serigala.


"Lah kok gue malah bicara sama serigala? Memangnya mereka mengerti yang gue bilang panjang lebar tadi? Ah nggak apalah, namanya juga usaha biar gue nggak dibunuh."


Grrr grrr


Grr grrr


Subin akhirnya memilih lari dengan cepat. Sayangnya Subin hari ini tidak beruntung karena sekarang dia sedang di jalan buntu.


"Ya elah pakai buntu segala lagi ini lorong." Umpat Subin dalam hatinya.


Serigala itu mencoba mendekati Subin pelan. Subin hanya bisa menelan kasar salivanya.


Glek


"UWAAAA!"


"Kalian dengar itu nggak? Itu bukannya suaranya Subin?" Tanya Jinyoung.


"Iya gue dengar. Asalnya dari lorong itu." Tunjuk Ningning.


"Kita kesana untuk cek, siapa tau dia disitu. Tapi kita nggak boleh lengah."


Jinyoung dkk mendekati lorong buntu yang merupakan tempat terakhir Subin sebelum akhirnya dia berteriak.


Sayangnya tidak ada siapapun disitu selain baju yang sudah tersobek.


"Lah baju siapa ini?" Tanya Jinyoung.


"Itu kan baju Subin, dia nggak dimakan kan sama serigalanya? Tadi kan bel sudah berbunyi." Tebak Winter.


"Subin has been eliminated."


"Lah maksudnya apa?" Tanya Karina.

__ADS_1


"Maksud saya itu Subin sudah di eliminasi. Dia sudah kalah dari permainan ini. Sudah mengerti?"


"Jadi kita kehilangan Subin begitu? Sekarang gimana Min?" Tanya Jinyoung.


Seungmin hanya menghela nafasnya berat. Karina hanya terdiam. Winter, Ningning, dan Jihan juga tidak merespon pertanyaan Jinyoung.


"Kita lanjutkan cari pengendali serigala itu. Mumpung disini belum ada serigala itu." Usul Karina.


"Lo yakin eonni?" Tanya Winter.


"Iya, semakin cepat kita bergerak semakin cepat juga kita bisa menangkap pengendalinya."


"Lo sama sekali nggak kehilangan Subin? Dia kan paling dekat dengan lo. Yah walaupun lo selalu nolak dia." Ucap Seungmin.


"Seungmin lo lihat situasi dong kalo mau ngomong begitu!" Bentak Jihan.


"Dasar cowok nggak peka!" Timpal Jinyoung.


"Daripada berantem disini ayo cari dia sekarang." Ucap Ningning.


"Ningning benar, kita seharusnya nggak berantem disaat begini." Lanjut Winter.


"Lihat itu!" Tunjuk Jinyoung ke salah satu serigala yang datang ke arah mereka.


"Shut diam lo! Jangan berisik, nanti serigala itu bisa dengar kita dan datang kesini." Ucap Seungmin.


"Kalian bawa ponsel atau senter nggak?" Tanya Seungmin.


"Gue bawa ponsel Min." Balas Winter dan Ningning.


"Gue adanya senter doang, itupun cuma satu." Kata Jihan.


"Gue lupa bawa ponsel, tapi gue bawa korek. Korek ini ada senternya walaupun nggak terlalu terang." Ucap Jinyoung.


"Gue nggak bawa. Kelupaan tadi di kamar." Jawab Karina.


"Oke kalo gitu gue mau pinjam korek lo sebentar Young."


"Mau ngapain lo sama korek gue satu-satunya?"


"Udah pinjamkan gue bentar. Nanti gue ganti deh."


"Oke."


Seungmin mematikan lampu lorong.


"Ikuti gue pelan-pelan. Untuk ponsel yang dibawa Ningning dan Winter simpan dulu. Gue pinjam senter lo Han." Ujar Seungmin.


"Nih, lo harus ganti yah nanti."


Seungmin berjalan pelan dan dibelakang nya disusul Jinyoung, Winter, Karina, Ningning, dan Jihan.


Seungmin melempar senter ke arah depan. Mendengar suara itu, satu ekor serigala yang di dekat mereka langsung mendekat.


"Tenang. Gue punya rencana. Kalian perhatikan baik-baik, gue nggak tau ini akan berhasil atau tidak."


Seungmin melempar korek Jinyoung ke depan dan mengarahkannya ke serigala itu.

__ADS_1


Blash


Serigala itu langsung terbakar, Seungmin menyalakan kembali lampu tadi.


"Sepertinya percobaan gue berhasil." Bangga Seungmin pada dirinya.


"Lo tadi memancing serigala ke arah senter terus lo bakar dia pakai korek Jinyoung?" Tebak Winter.


"Bingo! Itu benar. Gue asal-asalan saja tadi punya ide itu. Sekarang kita tau kelemahan serigala ini, yaitu kegelapan dan api."


"Bukannya serigala itu punya penglihatan tajam di malam hari?" Tanya Jinyoung.


"Iya gue tau itu. Tapi dia lebih mengandalkan kemampuan mendengar nya." Jawab Seungmin.


Kring kring


"Oh bel sudah berbunyi dua kali. Ini kesempatan buat kita cari pengendali serigala-serigala jelek itu." Saran Karina.


Seungmin dkk naik ke lantai dua, mereka kaget melihat lantai dua sekarang terdapat banyak lorong yang membuat bingung.


"Ini kenapa jadi banyak lorong? Perasaan kemarin nggak begini lantai dua." Ucap Seungmin.


"Gue rasa salah satu dari lorong ini membawa kita ke pengendali serigala itu. Tapi masalahnya kalau sampai kita salah pilih, yang ada kita bertemu serigala." Sahut Jihan.


"Jadi sekarang kita harus ngapain?" Tanya Winter.


"Kita nggak punya banyak waktu lagi Min, sudah dua jam tadi berjalan selama kita nyari Subin dan mengalahkan satu ekor serigala tadi." Ucap Karina.


"Darimana lo tau?" Tanya Jinyoung.


"Gue tadi meminta Ningning untuk melihat jam di ponselnya."


"Ya sudah, mau nggak mau kita harus berpencar menjadi dua kelompok." Usul Seungmin.


"Kalo gitu Jihan, Jinyoung, dan Karina satu kelompok. Gue, Winter, dan Ningning juga satu kelompok. Untuk berjaga-jaga mari cari senjata di sekitar sini." Sambungnya.


"Oh belati. Gue punya dua buah belati yang waktu itu ditemukan untuk game Jack." Ucap Ningning.


"Ah benar juga. Selain senjata itu masih ada nggak yang lain Ning?"


"Ada tapi sisa dua. Sniper dan satu pedang." Jawab Ningning.


"Kalo gitu lo ambil sniper, gue ambil pedang dan dua belati itu Young."


"Oke. Hati-hati Min, nanti kita kumpul di lantai dasar lagi kalau kalian sudah selesai."


"Oke."


"Eon, ini buat lo jaga-jaga." Kata Ningning.


"Lo yakin Ning?Bukannya lebih bagus kalo belati itu ada dua untuk lo?"


"Iya, nggak apa. Lagian kita harus berbagi. Belati ini cukup panjang kok."


"Makasih Ning.


"Oi kalian cepat jalan, nanti bisa kehabisan waktu." Teriak Seungmin.

__ADS_1


Winter dan Ningning berlari menyusul Seungmin yang lumayan di depan.


__ADS_2