
Bangchan bersembunyi di ruangan 2 yang pertama kali ia sembunyi bersama Felix. Jauh dari situ terlihat dua orang yang berbicara.
"Gimana sekarang? Siapa target kita sekarang?" Tanya orang pertama
"Hm, gue juga masih bingung. Lo ada ide nggak?" Tanya orang kedua kembali
"Kalo kita targetkan salah satu dari Lee Know atau Bangchan?"
"Kenapa mereka?" Tanya orang kedua
"Mereka tadi kan berantem, kalo salah satu dari mereka ada yang mati di babak ini otomatis yang dicurigai pasti yang satunya lagi."
"Benar juga, jadi siapa target kita?"
"Lee Know saja, gue lihat dia tadi pergi berdua sama Ningning."
"Begitu, oke. Gue akan urus Lee Know. Lo lebih baik pergi sembunyi supaya nggak dicurigai."
"Gue serahin dia sama lo. Jangan terlalu lama."
"Oke."
Focus: Jeongin dan Felix
Sebuah langkah mendekati tempat Jeongin bersembunyi. Jeongin kembali gugup dan sedikit membuka jendela. Jeongin sembunyi dibalik jendela dengan tirai cukup besar untuk menutupi dirinya.
"Itu siapa yang mendekat kesini?" Batinnya
"Gue sasarannya kah?"
"Duh gue sembunyi disini saja deh, kayaknya aman juga." Ucap seseorang yang suaranya sangat berat itu
"Itu kan suaranya Felix hyung? Dia cuma mau sembunyi disini?"
"Gue lihat dulu deh situasinya, kalo dia nggak mencurigakan baru gue keluar."
Beberapa menit kemudian...
"Lee Know telah menjadi target dan dibunuh oleh penyihir, yang lain kembalilah kesini secepatnya."
"What?! Lee Know hyung dibunuh?! Apa jangan-jangan Bangchan hyung yang bunuh?" Gerutu Felix ke dirinya
"Gue nggak nyangka Lee Know hyung jadi target selanjutnya." Ucap Jeongin keluar dari balik jendela
"Lah Jeongin? Lo daritadi disini?" Tanya Felix
"Iya, gue ngumpet disini."
"Kok lo nggak keluar waktu gue datang?"
"Itu karena gue nggak percaya sama hyung." Balas Jeongin polosnya
"Kalo gitu kita kembali dulu ke tempat semula, pasti yang lain akan curiga kalo kita lambat."
"Oke hyung."
Setibanya disana...
"Kalian berdua barengan sembunyi?" Tanya Karina
"Iya, kami berdua barengan. Kenapa emangnya Rin?"
__ADS_1
"Nggak, Lee Know oppa dibunuh dan Ningning dibuat pingsan. Sekarang kita harus gimana?"
"Gue rasa itu Bangchan hyung, tadi kan lo berantem sama Lee Know hyung. Lo juga pergi sendirian kan?" Ucap Seungmin
"Gue memang pergi sendirian, tapi gue sembunyi. Bukannya malah menargetkan Lee Know."
"Hyung bisa buktiin kalo hyung nggak salah?" Tanya Jeongin
"Gue nggak bisa Jeong, gimana caranya coba."
"Tuh kan, lagian yang paling mencurigakan memang hyung. Gue vote hyung deh..." Kata Seungmin
"Gue juga sama kayak Seungmin." Lanjut Felix dan Hyunjin
"Gue ikut juga vote hyung." Sambung Jeongin
"Baru empat yang vote, gimana yang lain?"
"Gue ikut Seungmin." Ucap Winter
"Gue ngikut aja sama Giselle kayak yang lain." Ucap Karina
"Kalian nggak percaya sama gue?! Harusnya kita tunggu dulu Ningning bangun terus dia ceritain yang terjadi." Ucap Bangchan
"Ningning pingsan, dia nggak bisa ikut vote dulu. Lagian kalo Ningning nggak vote hyung juga bakal naik ke podium." Balas Seungmin
"Tapi-"
"Waktu vote habis, Bangchan lo naik ke podium sendiri."
"Gue nggak mau elah, gue nggak salah."
"Tapi lo yang terpilih paling banyak, naik atau gue yang paksa!"
Sebelum ditembak dengan pistol oleh Hyunjin, seseorang tengah tersenyum melihat Bangchan. Bangchan yang menyadari itu tambah kesal.
"Ternyata itu ulah lo, pantas tadi lo begitu semangat vote gue."
Dor
Cipratan darah dari kepala Bangchan mengenai wajah dan baju Hyunjin.
"Sayangnya Bangchan bukanlah penyihir itu, kalian salah memilih. Silahkan kembali bersembunyi di tempat aman."
"Jadi kita salah pilih?" Ucap Jeongin
"Terus siapa penyihirnya?" Ucap Hyunjin
"Ini semua gara-gara lo Min! Kalo lo nggak bilang Bangchan hyung penyihir nya kita nggak mungkin buat hyung naik ke podium." Kesal Felix
"Gue juga nggak tau Lix, kan Bangchan hyung yang berantem sama Lee Know hyung. Gue kira itu Bangchan hyung." Ucap Seungmin menunduk ke bawah
"Stop deh! Ini bukan waktunya bertengkar!" Kata Karina menengahi
"Petunjuk penyihirnya mana? Bukannya kalo warga mati diberikan petunjuk?" Ucap Winter
"Ternyata lo ingat itu Winter, petunjuknya itu dia anak yang murah senyum."
"Elah semua orang juga murah senyum kali, nggak ada yang lebih spesifik?" Tanya Jeongin
"Kan ini juga petunjuk, tebak aja nanti. Kalian kalo pintar juga pasti tau jawabannya."
__ADS_1
"Kembali bersembunyi sekarang!"
"Min gue sama Karina eonni aja deh." Ucap Winter
"Kenapa Win? Lo curiga sama gue?"
"Nggak kok, cuma kali ini gue mau sama Karina eonni."
"Terserah lo saja Win, gue sama Jeongin kalo gitu."
"Jeong barengan yuk!" Ajak Seungmin
"Gue sudah sama Felix hyung. Hyung sama Hyunjin hyung aja."
"Ya udah, hati-hati."
Focus: Karina, Giselle, dan Winter
"Ningning dimana?" Tanya Winter
"Ningning sama Hyunjin dan Seungmin. Gue nitip sama mereka." Balas Karina
"Kalian berdua curiga sama siapa?" Tanya Giselle
"Gue curiga sama Seungmin dan Felix." Ucap Karina
"Gue curiga sama Seungmin dan Jeongin malah." Balas Winter
"Lo sendiri gimana?" Tanya Karina
"Sama Hyunjin sih..."
"Lah kenapa dia?"
"Cuma pake'perasaan doang Rin, tebak-tebakan."
"Kirain lo beneran ada alasannya."
"Kalo gue sebenernya lebih ke Felix, dia selalu menyudutkan. Contohnya kayak Lee Know yang pertama kita pilih kan? Dia dukung Bangchan untuk menuduh Lee Know."
"Terus tadi dia bantu Seungmin menyudutkan Bangchan lagi. Padahal pertama dia kan di pihak Bangchan."
"Tapi eonni, Felix kan diserang sama penyihirnya. Nggak mungkin kan kalo dia."
"Gimana kalo penyihirnya itu ada dua?" Tebak Karina
"Atau bisa jadi penyihirnya punya asisten gitu untuk membantu dia?"
"Oh kalo itu bisa jadi. Tadi kan MC nya nggak bilang penyihir nya ada berapa. Kalo gitu kita harus hati-hati sama Seungmin, Felix dan Hyunjin." Ucap Winter
"Kalian berdua tunggu disini, gue mau ke suatu tempat." Ucap Giselle
"Kemana lo?"
"Gue mau ngikutin penyihir itu, siapa tau gue bisa tebak siapa dia."
Ketika Giselle hendak pergi, Karina memanggilnya lagi.
"Bawa ini Gis, jaga-jaga." Ucap Karina memberikan handphone
"Untuk apa ini?"
__ADS_1
"Heheh lo bawa itu terus fotoin siapa pelakunya diam-diam."
"Ide bagus, gue pergi dulu."