
"Entahlah, tapi yang pasti kita harus memainkan game virtual nyata ini kalo nggak mau mati." Balas Bangchan
"Tapi kita nggak tau gimana cara main game ini hyung. Mana orang yang buat game ini nggak jelasin lagi ke kita cara mainnya." Kesal Jeongin
"Eh itu apa?" Tanya Ningning menunjuk ke layar yang tiba-tiba muncul
"Kepada semua peserta game virtual nyata, silahkan kalian pergi ke cahaya biru yang sudah diberikan. Waktu kalian kesana hanya lima menit."
"Cahaya biru? Dimana?" Bingung Seungmin
"Itu bukan sih Min?" Tebak Felix
"Mungkin iya, coba kita kesana." Usul Lee Know
Hyunjin dan yang lain pergi menuju ke cahaya biru. Mereka tiba di depan pintu.
"Pintu apa ini?" Tanya Changbin
"Coba oppa buka, siapa tau disana ada petunjuk lebih banyak." Balas Winter
"Okey."
Setelah pintu terbuka terlihat labirin yang rumit di depan mereka.
"Terus kita ngapain sekarang?" Tanya Jeongin
"Lihat itu, itu ada layar lagi." Tunjuk Giselle
"Karena kalian semua sudah berkumpul sekarang kalian akan bermain game labirin rumit. Setelah memainkan game ini gue akan menunjukkan tujuan dari kalian bermain. Silahkan ikuti dulu petunjuk untuk keluar dari labirin ini."
Petunjuk game labirin:
Pemain harus bisa keluar dari labirin dengan batas waktu yang ditentukan.
Batas waktu nya 25 menit jika pemain tidak bisa keluar maka pemain akan terjebak selamanya di labirin ini.
Akan ada rintangan pada saat ingin menemukan pintu keluar.
Kami akan memberikan beberapa senjata kepada peserta untuk melawan rintangan.
Jika kalian memaksa keluar dari labirin ini maka kalian akan mendapatkan sanksinya.
Silahkan senjata kalian pilih sesuka hati. Senjata sudah tersedia di meja sebelum kalian mulai bermain.
"Njir, banyak banget petunjuk game ini. Malas gue lama-lama main..." Ucap Han
"Woi jangan bilang gitu Han, nanti lo kena' sanksinya lagi..." Ucap Felix
"Ah gue nggak percaya sama gituan, gue mau pergi aja dari tempat ini deh.."
Saat Han hendak keluar dari labirin tiba-tiba sebuah belati menusuk tepat kepalanya. Sontak semua orang disana kaget dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
"Kan udah gue bilang ikuti petunjuk game ini. Apa masih ada yang ingin berakhir kayak Han?"
"Kalo tidak ada silahkan ikuti permainan dengan aturan tadi, jangan dilanggar lagi."
"Hyung ayo kita ke meja tempat senjata itu." Ajak Changbin
"Iya, ayo yang lain juga jangan bengong terus. Kalo disini terus kita akan mati." Tambah Bangchan
Di meja sudah terlihat beberapa senjata. Ada pedang ganda, tombak, dua belati, parang, pistol ganda, shotgun, basoka, dan pedang besar.
"Senjata nya cuma delapan doang?" Ucap Jeongin
"Yap betul sekali. Jadi hanya delapan orang yang akan memiliki senjata soalnya gue juga nggak punya senjata lebih."
"Bentar, kita berapa orang?" Tanya Hyunjin
"Kalo dihitung sih, gue, Hyunjin, Lee Know, Seungmin, Changbin, Felix, Jeongin, Karina, Winter, Giselle dan Ningning berarti ada 11 orang yah?" Tanya Bangchan
"Iya hyung." Jawab Seungmin
"Kalo gitu gue ambil pedang ganda aja deh." Ucap Seungmin lagi
"Gue ambil dua belati." Lanjut Hyunjin
"Kalo gitu gue ambil pedang besar." Ucap Jeongin
"Gue pistol ganda." Ucap Changbin
"Gue parang." Sambung Lee Know
"Gue basoka saja." Lanjut Bangchan
"Gue tombak saja hyung soalnya nggak pernah pake' shotgun."
"Oke. Terus kalian gimana?" Tanya Bangchan ke sepupunya
"Em, shotgunnya dipake' sama Giselle eonni saja karena dia lumayan tau alat gituan." Jawab Ningning
"Oh gitu, berarti kita bisa mulai kan hyung?"
"Karena sudah memiliki senjata sekarang kalian boleh mencari jalan keluar di labirin ini. Ingat waktu hanya 25 menit!"
"Terus gimana dengan rintangan dalam labirin nya? Nggak lo kasi' tau juga?" Teriak Winter
"Ah gue lupa, maaf. Jadi nanti akan ada semacam monster buatan gue yang akan menghalangi kalian untuk menemukan jalan keluar labirin ini."
"Senjata itu kusediakan untuk membasmi monster buatan gue. Setelah menyelesaikan setiap permainan kalian akan mendapat petunjuk tentang siapa gue."
"Hyung, kita lewat sini aja yuk." Ajak Hyunjin
"Emang ini beneran jalan menuju keluar?" Tanya Changbin
"Menurut feeling gue gitu."
Tak
__ADS_1
"Elah, lo jangan pake' feeling disini. Entar kalo kita ketemu sama monster gimana? Kan bahaya..." Kesal Karina
"Yeh gue kan cuma menyarankan, nggak memaksa kok..."
"Gue ikut Hyunjin deh soalnya dia kadang cukup beruntung." Ucap Seungmin
"Lo lebih beruntung ogeb!" Balas Felix
"Kalo gitu gue ikut Hyunjin sama Seungmin hyung." Sambung Jeongin
"Jangan mencar-mencar dong, mending kita sama-sama cari jalannya." Saran Giselle
"Jadi kita ikuti si Hyunjin dulu. Kalo ketemu sama monster yah lawan saja kan ada senjata..." Ucap Lee Know
"Enteng banget lo bicara hyung..." Ucap Changbin
"Yang jelas kita harus menjaga mereka." Ucap Bangchan sambil menatap cewek-cewek
Hyunjin dan yang lain menelusuri labirin mulai dari jalan ke depan, belok kanan, belok kiri tapi nggak dapat jalan keluar juga padahal sudah 10 menit berlalu.
"Woi ada musuh!" Teriak Hyunjin
"Musuh? Bukannya monster?" Bingung Felix
"Sama aja Lix!!" Kesal Hyunjin
"Terus gimana? Dilawan nih?" Tanya Hyunjin
"Ya iyalah, masa' lo mau liatin terus! Yang ada kita duluan tewas!" Balas Seungmin
"Tembak aja hyung." Ucap Felix ke Bangchan yang memiliki basoka
"Oke."
Bangchan menembakkan basoka ke segerombolan monster dan monster itu kemudian menghilang.
"Gampang banget." Ucap Felix
"Jalan lagi yuk hyung." Ucap Jeongin
"Iya."
"Waktu sisa 8 menit lagi. Cepat temukan jalan keluar jika tidak ingin terjebak disini selamanya!"
"Bentar dulu, itu monster yang ditembak sama Bangchan hyung kok kayak nggak ada yah..." Pikir Seungmin
"Gue setuju, kayak semacam ilusi doang supaya kita nggak lanjut kesana." Tambah Winter
"Jadi lo suruh kita untuk melawan semua monster? Gue nggak mau mati sia-sia ah!" Ucap Felix
"Elah, lo itu ikut aja Lix. Sekalian fotoin gue sama monsternya nanti biar bisa dijadiin kenangan." Balas Seungmin memberikan kameranya
"Sejak kapan lo bawa kamera?" Tanya Ningning
"Sejak keluar dari rumah kan gue memang bawa."
__ADS_1
"Ya udah ayo lanjut cari." Ajak Changbin
"Siap hyung."