
Setelah berdiskusi kami pun pergi ke hotel dekat hutan itu. Hotel itu dikelilingi kabut putih lebat.
"Permisi, kami ingin memesan kamar. Apakah disini masih punya empat kamar?" Tanya Bangchan
"Ya, silahkan ikut ke lantai empat." Ucap petugas hotel itu dengan dingin
Petugas itu membawa kami menuju lantai empat dengan menggunakan lift yang sepertinya sudah tua dan lama. Setelah tiba dia memberikan empat kunci ke kami dan turun ke lantai bawah.
"Anjir, di lantai empat ini cuma empat kamar juga?" Tanya Seungmin
"Mana hawanya kurang enak lagi." Sambung Han
"Iya, bulu-bulu gue merinding." Ucap Jeongin
"Udah ah jangan lebay. Ini kan musim salju wajar kalo cuaca dingin."
"Emang lo nggak takut Jin?"
"Nggak, biasa saja."
"Hyung, mending daripada disini terus kita bagi kamar." Usul Lee Know
"Benar juga, kalo gitu gue, Changbin, Lee Know dan Felix sekamar. Hyunjin, Seungmin, Han dan Jeongin. Gimana?" Tanya Bangchan
"Ya udah mumpung satu kamar punya dua ranjang besar. Gue tidur sama Jeongin, Hyunjin dan Han tidur berdua."
"Oke, nggak masalah." Jawab Hyunjin dan Han bersama
"Kalian gimana?" Tanya Bangchan
"Gue dan Karina eonni satu kamar. Giselle eonni dan Ningning satu kamar." Jawab Winter
"Jaga diri baik-baik. Kalo ada apa-apa kalian panggil kita saja. Ok?"
"Iya oppa."
"Tepat tengah malam pukul 12.00. Hyunjin tengah terbangun dari tidurnya karena haus. Betapa kagetnya Hyunjin melihat kamar yang ia tempati. Ia pun mencoba membangunkan Han.
__ADS_1
"Woii Han." Panggil Hyunjin tapi tidak dibalas
"Woii Han!!" Teriak Hyunjin
"Em,kenapa Jin? Ini kan masih malam. Jangan ganggu gue, gue mau tidur." Balas Han setengah sadar
"Bentar dulu deh, itu kamar kita coba lo liat dulu." Bisik Hyunjin
"Emang kenapa dengan kamar kita Jin?"
Saat membuka matanya, Han kaget melihat kamar hotel yang mereka tempati sudah lumutan dan sangat tua seperti tidak pernah ditempati lagi.
"Woii Seungmin, Jeongin!!" Panggil Han sedikit teriak
"Kenapa sih? Kita berdua masih ngantuk."
"Coba liat kamar kita dulu deh..."
"Kenapa dengan kam-"
"Mana gue tau! Makanya gue suruh lo bangun, bangunin Seungmin juga tuh..."
"Hyung, bangun woii!! Ada kebakaran!"
"Kebakaran? Mana mana?!" Teriak Seungmin
"Hahahaha, luknut lo emang Jeong tapi ide lo brilian!" Puji Hyunjin
"Lah kamar kita kenapa?"
"Mana gue tau, tunggu deh..." Ucap Jeongin
"Kenapa Jeong?" Tanya Hyunjin
"Kalo kamar kita begini artinya kamar yang lain juga begini semua."
"Ya udah, kita cek kamar yang lain."
__ADS_1
"Pencar aja, gue sama Seungmin. Lo sama Hyunjin." Usul Han
"Ya udah, gue dan Hyunjin hyung ke kamar para hyung. Hyung berdua ke kamar Winter dan Karina."
"Setuju."
Han dan Seungmin keluar dan menuju ke kamar Winter dan Karina. Mereka mengetuk pintu kamar Winter dan Karina setelah itu baru nanti Ningning dan Giselle. Sementara Jeongin dan Hyunjin pergi ke Bangchan, Lee Know, Felix dan Changbin.
Ting tong ting tong
Keduanya membunyikan bel ke masing-masing kamar.
Ting tong ting tong
"Kenapa sih?" Tanya Winter yang terbangun
"Woii bukain dulu napa!"
"Bicara aja deh Seungmin, gue masih mau lanjut tidur."
"Buka dulu napa Win, gue mau ngomong serius sama kalian didalam!" Teriak Seungmin
"Ya udah deh, gue bukain.."
"Lah kok? Ini pintunya macet Min."
Dari jauh terlihat sesosok makhluk menyeramkan yang melihat Seungmin dan Han Seperti ingin datang ke mereka.
"Woii bukain Win!! Cepetan!" Titah Han
"Iya ini mau dibukain tapi masih macet."
"Cepetan woy! Kita mati nih kalo lo nggak buka sekarang!"
"Hah? Jangan main-main deh Min."
"Uwaaaaa!!" Teriak Han dan Seungmin
__ADS_1