
TERIMAKASIH KARENA TELAH MENCINTAI KU, TELAH MENJADI MATAKU, DAN MENJADI TIANG UNTUK TEMPAT KU BERDIRI TEGAK.
TETAPLAH MENYAYANGIKU, DAN KU PERSEMBAHKAN CINTA YANG PALING TULUS KEPADA MU DI ALAM SEMESTA INI.
-Aliyza Kanza Azzahra
Malam pun telah tiba. Mereka harus bersiap-siap menuju ke rest area untuk makan malam bersama.
*toktoktok*
"Cha' kamu udah siap?" Ucap Fasya di depan pintu kamar Chaca' sambil mengetuk pintu. Chaca', Fasya, Indah, Lika, Dika, dan Varo tinggal di vila yang sama.
"Iya sya sebentar" ucap Chaca' sambil berjalan keluar kamar.
"Maaf yah aku buat kamu nunggu lama" ucap Chaca'. Fasya hanya senyum dan mengelus kepala Chaca'
"Ayo kita turun. Yang lain udah nunggu kita, biar bisa barengan ke rest area" ucap Fasya
"Iya" mereka pun turun dari lantai atas untuk menghampiri Lika, Indah, Varo, dan Vika.
Setelah mereka sampi di rest area, mereka menjadi pusat perhatian karena kepopuleran mereka. Mereka duduk di meja yang berada di bawah pohon dan di penuhi dengan lampu-lampu yang indah.
"Kamu mau aku ambilin makanan apa?" Tanya Fasya kepada Chaca'
"Terserah kamu Sya" seperti biasa, Alvaro, Dika, dan Fasya berdiri untuk mengambilkan mereka makanan.
Tiba-tiba seorang pria datang dari arah belakang Chaca' dan menjadi pusat perhatian di rest area.
"Sepertinya kamu tidak mengingat wajah ku hari itu" ucap pria tampan yang berdiri di belakang Chaca'. Chaca pun refleks berbalik dan membulatkan matanya melihat pria dingin yang sedang menatapnya lekat. Ya, dia adalah Yudha yang di ikuti oleh Kefin sekertaris sekaligus asisten pribadinya.
"Yudha Nata Negara" lagi lagi Yudha memperkenalkan nama dengan wajah dinginnya kepada Chaca' yang hanya terdiam membeku.
"Aliyza kanza Shinawa" Chaca' pun membals salam dari Yudha
"selamat belajar tentang arti kehidupan yang sesungguhnya Aliyza kanza sinhawa" ucap Yudha yang tersenyum sinis kemudian membelakangi Chaca' juga kedua temannya dan pergi meninggalkan mereka.
"Kamu kenal sama Kak Yudha?" Tanya Fasya yang tiba-tiba datang membawa makanan dan kedua temannya.
"Tidak" ucap Chaca singkat dan masih terpaku melihat punggung Yudha yang berjalan meninggalkannya. Begitupun Indah dan Lika yang sangat syok.
Semua orang menatap chaca' tanpa terkecuali, sebab iya baru saja di datangi oleh Yudha. Semua orang bertanya - tanya apa hubungan mereka berdua.
"Cha' habis ini kita ngobrol-ngobrol yuk di kamar kamu" ucap Lika sambil menghabiskan makanannya di meja makan. Ia memberi kode kepada Chaca' yang harus menceritakan tentang Yudha
"Maaf Lik aku minta waktu berdua sama Chaca' sebentar. Ada yang ingin aku katakan padanya" ucap Fasya. Chaca' yang mendengar itu sontak menjadi sangat tegang.
'Apa yang akan kau katakan' umpat Chaca di dalam hati yang mengira Fasya akan bertanya mengapa Yudha bisa mengenalnya.
__ADS_1
"Yaudah deh, tapi jangan kelamaan yah. Ada yang ingin ku tanyakan juga kepadanya" ucap Indah.
Chaca' sangat kebingungan dengan situasi itu.
.
.
.
Setelah makan, Fasya mengajak Chaca' ke taman di puncak tertinggi.
"Kenapa mata aku ditutup Sya" ucap Chaca' sembari turun dari mobil dan di bantu oleh chaca'. Fasya memang sengaja menutup mata chaca' sebelum turun dari mobil. Seakan iya ingin memperlihatkan sesuatu kepada chaca'
"Setelah kita sampai, kamu akan lihat" ucap Fasya
"Aku buka yah" ucap Chaca' sambil membuka penutup matanya yang merasa langkah Fasya telah berhenti
"Indahkan" ucap Fasya sambil menatap pemandangan dari atas puncak.
"Sya indah sekali" ucap Chaca yang tidak berkedip menatap pemandangan dari atas puncak yang melihat lampu-lampu kota dari kejauhan. Fasya pun merangkul Chaca' dan mereka terdian menatap pemandangan itu bersama.
"Ini persis ketika kamu membawaku dengan helikopter" ucap chaca yang terus memandang indahnya lampu lampu itu.
"I love you" bisik Fasya di telinga Chaca' yang membuat Chaca' diam terpaku
"Aku akan menjadi matamu, menjadi tiang mu, dan menjadi kompasmu. Aku tidak akan meninggalkan mu, apapun itu" ucap Fasya mengelus kepala Chaca'
"Terima kasih karena telah hadir dan memberiku banyak kebahagiaan" ucap Chaca'. Mereka pun berpelukan sangat lama
'Tetaplah bersamaku. Aku tak bisa bayangkan jika aku kehilangan mu, Kamulah alasan ku untuk tetap kuat. Ku mohon jangan pernah membuat ku bersedih seperti keluargaku, tetaplah menjadi orang pertama yang ada di saat aku terluka'
ucap chaca' di dalam hati yang masih memeluk fasya.
Setelah cukup lama berada di sana, mereka memutuskan untuk kembali ke vila dan beristirahat.
.
.
.
Sesampainya di vila, Lika, Indah, Varo, dan Dika tampak menunggu mereka sambil ngemil di ruang tengah vila itu.
"Chaaaaa' akhirnya lo datang" ayo ke kamar. Ucap Lika
"Aku ke kamar yah" ucap Chaca' yang berbalik melihat Fasya
__ADS_1
"Istirahatlah" ucap Fasya sambil mengelus kepala Chaca'
"Pasti mau gosip tuh" ledek Varo
"Emang iya haha" ucap Lika
Chaca, Lika, dan Indah masuk ke kamar milik Chaca' dan mulai mengintrogasi Chaca'
"Chaaaaa jelasin sekarang kenapa Yudha bisa kenal sama lo" teriak Lika
"Berisik banget sih lo, ntar Fasya denger gimana" kesal Chaca' yang refleks menutup mulut Lika
"Memang kalian beneran kenal Cha'?" Tanya Indah
"Gw pernah ketemu sama dia di rumah sakit, tapi sumpah gw beneran gak tau kalo dia itu pewaris tunggal NN" ucap Chaca' yang membayangkan kejadian itu
"Hah! Lo beneran gak kenal yuda" ucap Lika
"Gw kan udah bilang sama kalian pas di rumah gw" ucap Chaca'
"Terus? Dia ajak lo kenalan gitu?, bukan bukan atau jangan jangan dia godain lo" Ucap Indah kebingungan
"Eh enak aja lo. Lo galiat apa dia sedingin itu. Mana mungkin sayangnya aku gombalin chaca'" ucap Lika
"Jijikk!!!" Teriak Chaca' dan Indah
"Berisikkkkkk, tidur sana" teriak Varo yang mendengar suara teriakan mereka sampai ke lantai bawah. Mereka hanya tertawa dan kembali fokus membahas Yudha
"Kalo bukan itu terus apa? Cerita dong Cha" ucap Indah memelas
"Gw terlibat konflik sama dia, dia bahkan ngatain gw rendahan" ucap Chaca' yang melebih-lebihkan cerita. Sebenarnya Yudha tidak mengucapkan rendahan di hari itu, hanya saja iya mengatakan kata rendah hingga membuat Chaca' salah paham.
"What rendahan!!!" Ucap Lika dan Indah
"Udah deh, gw gak mau bahas tentang dia. Udah sana-sana masuk ke kamar kalian masing masing, gw mau bobo" ucap Chaca sambil menarik Indah dan Lika keluar dari kamarnya.
"Huh padahal kita belum selesai, yaudah dah cup cup gue bali ke kamar" ucap Lika sambil mencium pipi Chaca' dan Indah kemudian menuju ke kamarnya.
"Ihhh jijik banget" ucap Chaca'.
Indah hanya tertawa melihat tingkah ke dua sahabatnya itu.
"Yaudah, gw balik ke kamar gw juga. Eh tapi pembahasan tadi belum selesai yah, lo belum cerita tentang konfliknya" ucap Indah
"Iya bawel" ucap chaca'
Mereka pun memutuskan untuk beristirahat di kamar masing masing guna mengumpulkan tenaga untuk awal kegiatan esok hari.
__ADS_1