Sekali Saja

Sekali Saja
Aku selalu bersamamu


__ADS_3

FLASHBACK ON !


TAK ADA YANG PERLU KAU TAKUTKAN. AKU MEMASTIKAN KITA AKAN SELALU BERSAMA. AKU AKAN SELALU BERSAMAMU MERASAKAN SEMUA RASA SAKIT DAN BAHAGIA BERSAMAMU


-Fasya Al-gifary


Setelah Yudha membawa Chaca' ke rumah sakit Nata Negara, ia langsung mengadakan rabat baersama para dokter spesialis bedah dan jantung yang terkenal di beberapa negara. Ia langsung membahas tindakan operasi yang akan di lalukan untuk Chaca'


"Maaf tuan muda. saya fikir, hanya dengan pemasangan cincin pada jantungnya tidak membuat nona muda akan bertahan lama" ucap salah satu dokter yang mengikuti rapat


"Benar tuan. Jika kita lihat dengan jelas, jantungnya sudah nona muda sudah rusak parah dan harus menerima transplantasi jantung" lanjut dokter yang lain


"Yang benar saja! jika Chaca' tidak menjalankan operasi besok, itu akan membahayakan nyawanya. Jantungnya sangat tidak stabil" ucap Yudha yang sudah mulai emosional


Semua dokter sangat berhati-hati di ruang rapat. Ini pertama kalinya Yudha terlihat benar-benar frustasi. Ia benar-benar emosional memikirkan keadaan Chaca' yang semakin memburuk


"Kami akan segera mendapatkan jantung untuk nona muda malam ini tuan" ucap salah satu dokter


"Saya tidak mau tau besok, Chaca' sudah memiliki jantung baru" ucap Yudha yang langsung meninggalkan ruang rapat dan segera melihat keadaan Chaca'


Sesampainya di ruangan Chaca', Yudha berbicara dengan Om Ari mengenai keadaan Chaca'


"Besok, Chaca' akan segera di operasi Om. Malam ini, pihak rumah sakit akan berusaha mendapatkan jantung yang baru untuk Chaca'" ucap Yudha berusaha menenangkan Om Ari yang terlihat sangat frustasi


"Om sudah mengabari keluarga Chaca, Aldi juga mendapatkan keajaiban. Akhirnya Tumor Otak yang ia idap selama bertahun-tahun mulai sembuh. Mereka sekarang dalam penerbangan ke Indonesia" jelas Om Ari


"Om tenang saja, aku akan melakukan yang terbaik untuk Chaca'" ucap Yudha yang berusaha tenang.


Yudhapun melangkah mendekati Chaca' yang tengah terbaring dan tidak sadarkan diri. Ia koma dan hidupnya benar-benar dalam bahaya.


Yudha tak bisa menahan tangisnya. Ia menangis sambil menggenggam erat tangan Chaca' ia benar-benar akan melakukan segala cara agar Chaca' bisa hidup lebih lama. Ia benar-benar takut kehilangan perempuan yang sangat ia cintai itu. Meski, ia tidak sadar sejak kapan rasa cinta tumbuh di hatinya untuk gadis itu.


BERTAHANLAH SEBENTAR LAGI, AKU AKAN MELAKUKAN APAPUN AGAR MEMBUAT JANTUNGMU BISA BERDETAK LEBIH LAMA LAGI. AKU TELAH BERJANJI AKAN MEMBERIMU KEBAHAGIAAN YANG TAK AKAN PERNAH ADA HABISNYA. KUMOHON, BERTAHANLAH.


AKU MEMCINTAIMU.


-Yudha Nata Negara


Pukul 02.30 Fasya masih terjaga di depan ruang medis untuk menunggu Clara siuman. Ia benar-benar sangat kacau sekara. Ia merasa sangat bersalah kepada Chaca' karena telah menghianatinya.


AKU BENAR-BENAR MELUKAIMU. AKU BAHKAN TERLAH BERJANJI AGAR MEMASTIKANMU TETAP BAHAGIA. TAPI APA YANG AKU LAKUKAN, AKU JUSTRU MEMBERIMU LUKA YANG AKAN SELALU KAU INGAT SELAMANYA. AKU TIDAK AKAN PERGI DARIMU. AKU AKAN SELALU BERADA DI SAMPINGMU DAN TERUS MENCINTAIMU SEPERTI DETAK JANTUNGKU YANG TERUS BERDETAK. AKU MENCINTAIMU.


-Fasya Al-gifary


"Sya, apa yang lo lakuin di sini" ucap Dika dan Varo yang baru saja tiba dengan nafas yang terengah-engah

__ADS_1


"Kalian udah balik, kenapa kalia panik?" Jawab fasya dengan nada lemas


"Lo gila ya, Chaca' Sya Chaca'" teriak Varo


"Ada apa dengan Chaca'?" Tanya Fasya dengan ekspresi yang tidak bisa di artikan


"Kita tadi ketemu sama keluarga Sinhawa di bandara yang baru tiba di Indonesia. Lalu, mereka di kerumuni banyak wartawan. Lo tau apa yang buat mereka datang tiba-tiba, Chaca' mau di operasi Jantung besok. Sekarang dia koma dan ada di Rs.NN" jelas Dika sengan Nafas yang terengah-engah


"Apa maksudmu! Beberapa jam yang lalu aku bersama Chaca' di rest area" ucap Fasya yang tidak percaya


"Mereka gak bohong Sya, Chaca' benar-benar koma sekarang. Yudha yang membawa Chaca' ke rumah sakit" ucap Lika yang tiba-tiba datang bersama Indah menghampiri mereka dengan menangis tersedu-sedu


Tanpa bertanya lagi, Fasya langsung berlari menuju ke mobilnya. Ia benar-benar tak bisa memikirkan apa-apa selain keadaan Chaca' sekarang. Ia merasa mimpi dan tidak percaya dengan apa yang mereka jelaskan kepadanya.


Ia mengendarai mobil di tengah malam menuju ibu kota dengan kecepatam yang sangat tinggi. Ia benar-benar tak bisa mengendalikan dirinya. Sepanjang jalan ia hanya menangis dan memukul stir mobilnya berkali-kali.


AKU TELAH BERJANJI SELAMA AKU HIDUP, AKAN TERUS BERADA DI SAMPINGMU SAMPAI KAPANPUN. AKU AKAN MEMASTIKAN KAU TETAP BAIK-BAIK SAJA. AKU AKAN MEMBERIMU KEBAHAGIAN YANG TAK PERNAH TERNILAI. MAAFKAN AKU KARENA TELAH MELUKAI HATIMU. KAU INGAT, SAAT PERTA KALI KITA BERTEMU AKU LANGSUNG TERTARIK DENGANMU. AKU TERTARIK DENGAN MATAMU YANG PENUH KEBERANIAN DAN KECERIAAN. AKU TAK PERNAH PEDULI DENGAN APAPUN YANG ORANG KATAKAN TENTANGMU. YANG AKU TAU ADALAH, AKU BENAR-BENAR TERTARIK PADAMU. SAAT AKU MEMINTAMU UNTUK MENJADI KEKASIHKU DAN KAU MENOLAKNYA KAU MEMANG BENAR, AKU BELUM MEMILIKI RASA CINTA UNTUKMU SAAT ITU. NAMUN


SEIRING BERJALANNYA WAKTU, KAU BERHASIL MEMBUATKU JATUH CINTA PADAMU DAN MEMBERIKU KESEMPATAN UNTUK MENJADI KEKASIHMU. KAU INGAT, SAAT AKU MENGATAKAN KEPADAMU BAHWA AKU AKAN SELALU MENJADI MATAMU, TELINGAMU, DAN TIANGMU, AKU BENAR-BENAR SERIUS AKAN HAL ITU. KAU MUNGKIN MENGANGGAP ITU HANYA UCAPAN MANISKU, TAPI AKU BENAR-BENAR AKAN MELAKUKAN SEGALA CARA AGAR MEMBUATMU TETAP BAIK-BAIK SAJA. AKU PERNAH MENGATAKAN BAHAWA AKU AKAN MEMASTIKAN SUATU SAAT, MAMAH AKAN MENYAYANGIMU SEPERTI IA MENYAYANGIKU, AKU AKAN MEMASTIKAN ITU BENAR-BENAR AKAN TERJADI. AKU TERLALU BODOH TIDAK BISA MEMBACA MATAMU PADA SAAT KAU MENGATAKAN CINTA BERKALI-KALI PADAKU MALAM ITU. AKU ANGGAP KAU BENAR-BENAR BAHAGIA HINGGA TAK MENGIRA BAHWA KAU TELAH MENGETAHUI SEMUANYA TENTANGKU YANG TELAH MENGHIANATIMU. AKU SANGAT MENYUKAI SAAT KAU SELALU BERTERIAK MENYEBUT NAMAKU KETIKA KAU DALAM BAHAYA. AKU MERASA BENAR-BENAR MENJADI ORANG YANG SANGAT KAU CINTAI DAN KAU BUTUHKAN DI DALAM HIDUPMU. KAU TAU? AKU BAHKAN SUDAH MENEMUKAN CARA AGAR KITA BERAKHIR BAHAGIA BERSAMA. TUNGGULAH AKU, AKU AKAN  SEGERAI SAMPAI DAN MEMBERIMU BANYAK KEBAHAGIAAN.


AKU MENCINTAIMU SEPERTI ANGIN YANG TERUS BERHEMBUS. AKU MENCINTAIMU SEPERTI AIR YANG TERUS MENGALIR. AKU MENCINTAIMU SEPERTI DETAK JANGTUNGKU YANG TERUS BERDETAK BERSAMAMU. AKU MENCINTAIMU


ALIYZA KANZA SHINAWA


-Fasya Al-gifary


*BRUKKKKKKKKKKKKKKKK*


04.30 ketika Fasya sudah memasuki daerah ibu kota, mobilnya kehilangan kendali dan memghantam pohon besar. Keadaan Fasya benar-benar keritis dan langsung di larikan ke rumah sakit.


Aldo segera menghubungi keluarga Fasya. Keluarga Fasya sangat syok melihat kondisi Fasya yang benar-benar kritis.


"Bagaimana keadaan anak saya dok" ucap mamah Fasya yang menangis tersedu-sedu


"Maaf nyonya. Tapi, keadaan tuan muda benar-benar memprihatinkan. Kita hanya mengaharap keajaiban dari tuhan agar ia bisa melewati masa kritisnya" ucap dokter yang menangani Fasya


"Yatuhan anakku" ucap mamah Fasya yang hamlir pingsan dan segera di tahan oleh papah Fasya


"Saya mohon dok, lalukan apapun yang bisa membuat anak saya tetap bertahan" ucap papah Fasya yang juga sudah mulai putus asa mendengar penjelasan dokter


"Maaf tuan, hanya ini yang bisa saya lakukan. Ia mengalami pendarahan yang sangat hebat di bagian kepalanya" jelas dokter itu


06.20 Keadaan Fasya semakin memburuk. Ini benar-benar seperti mimpi buruk bagi keluarga Al-gifary.


Tiba-tiba, Mulut Fasya bergerak, mamah fasya yang melihat itu langsung memanggil dokter dan memeriksa keadaannya.

__ADS_1


"Tuang muda, apa tuan bisa mendengar saya" tanya dokter itu kepada Fasya


"Jantung" ucap Fasya yang sudah tidak terdengar jelas oleh dokter dan keluarga Fasya


"Ada apa dengan jantung anda tuan? Apa terasa sakit" tanya dokter itu lagi


"Berikan jantungku" ucap Fasya yang berusaha menyelesaikan ucapannya


Semua orang tampak kebingungan karena bekum memahami arti ucapan Fasya


"Sayang, apa yang kau katakan" ucap mamah Fasya yang mulai panik


"Jantungku untuk Chaca'" ucap Fasya lagi


"Nak, sadarlah. Apa yang kau katakan" teriak papah Fasya


"Aku sudah tidak kuat lagi. Aku mohon berikan jantungku kepadanya" ucap Fasya yang mulai menahan sakit yang sangat luar biasa


"Jangan berkata seperti itu nak" Tangis mamah Fasya semakir keras mendengar perkataan putra semata wayangnya itu


"Aku ingin jantungku tetap berdetak bersamanya" ucap Fasya yang mulai meneteskan air matanya


"Berjanjilah kepadaku, sayangi dia seperti kalian menyayangiku" lanjuntnya lagi


"Nak" ucap papahnya yang sangat syok


"Ku mohon, kalian tetaplah bagahia. Aku menyayangi kalian dan Chaca'. Segera jalankan operasi sebelum aku tiada. Aku masih bisa bertahan sebelum operasi" ucap Fasya yang nafasnya sudah mulai sesak


"Baik nak, jika itu kemauanmu" ucap papah Fasya menangis


"Mah, jika nanti operasinya berjalan lancar, terimalah kepergian ku dengan tabah dan ikhlas. Sayangi dia seperti kau menyayangiku. Aku telah berjanji kepadanya. Terima kasih telah menjadi Orang tua yang hebat untuk ku. Aku sangat beruntung lahir karena cinta kalian. Terima kasih. Jelaskan semuanya kepada Opah dan Omah secara perlahan agar mereka bisa Ikhlas" ucap Fasya yang mulai tidak stabil


"Iya nak, mama janji" ucapnya sambil menangis tersedu-sedu


"Saya akan menghubungi pihak transplantasi oragan sekarang tuan. Mereka memang masih mencari pendonor untuk nona muda atas titiah tuan Yudha. Jika nona tidak di operasi hari ini, itu bisa membahyakan nyawanya" ucap dokter dengan suara beratnya


"Baik dok, jalankan semuanya sesuai perintah anak kami sebelum ia tiada" ucap papah Fasya.


"Mas, ini sangat menyakitkan. Merelakan kepergian anak kita setelah mendonorkan jantungnya. Itu benar-benar sangat berat untukku" Sarah menangis semakin keras ketika ia keluar dari ruang ICU


"Sayang, terimalah semuanya. Ini adalah keputusan terbaik meski terasa berat. Kita juga tidak bisa memaksakan kehendak dan melihat Fasya merasakan sakit terlalu lama. Anak kita adalah pria sejati yang memperjuangkan cintanya sampai mati. Kita harus bangga karena telah memilikinya. Meski terasa sangat berat, percayalah  ini semua telah di atur oleh Tuhan" ucapnya sambil memeluk istrinya yang menangis tersedu-sedu bersama.


Akhirnya, dengan sangat berat hati, Orang tua Fasya menyetujui hal itu. Mengingat kondisi Fasya yang semakin memburuk, mereka juga ingin jangtung anaknya tetap berdetak meski ditubuh orang lain, wanita yang sangat ia cintai.


AKU TIDAK PERNAH PERGI DARIMU. AKU SELALU ADA BERSAMAMU.

__ADS_1


AKU MENCINGAIMU


-Fasya Al-gifary


__ADS_2