
FLASHBACK OFF !!!
KAU ADALAH DETAK DI SETIAP NAFASKU.
-Aliysa Kanza Sinhawa
Setelah Yudha menceritakan semuanya pada Chaca', akhirnya mereka pulang ke rumah agar Chaca' bisa kembali beristirahat.
Chaca' benar-benar masih belum bisa menerima kenyataan. Ia benar-benar tak percaya dengan apa yang telah terjadi selama ia koma. Sepanjang perjalanan pulang, ia hanya diam sambil meneteskan air matanya. Yudha sengaja tak mengajaknya bicara agar ia bisa menenangkan dirinya.
KAU SELALU MELAKUKAN SESUATU YANG MEMBUATKU SEMAKIN MENCINTAIMU. KAU BENAR-BENAR APA YANG AKU PINTA PADA TUHAN. BANTU AKU UNTUK TETAP MERASA KUAT. BANTU AKU AGAR BISA BERDAMAI DENGAN KEADAAN. BANTU AKU UNTUK MELEWATI HARI KU TANPA RAGAMU. AKU SANGAT MENCINTAIMU
-Aliyza Kanza Sinhawa
~
AKU AKAN MEMBERIMU KEBAHAGIAAN. AKU TAK AKAN PERNAH MEMBIARKANKAU MERASAKAN SAKIT YANG PERNAH KAU ALAMI SEBELUMNYA. KAU ADALAH TAKDIR YANG TELAH TUHAN KIRIMKAN UNTUKKU.
-Yudha Nata Negara
.
.
.
Perlahan tapi pasti, Chaca' benar-benar mencoba berdamai dengan keadaan.
Ia benar-benar sebisa mungkin terbiasa tanpa Fasya.
Semua orang selalu ada si sekelilingnga. Teman-teman, keluarga, bahkan Yudha sekalipun. Clara dan teman-temannya bahkan juga selalu bersamanya sekarang. Ia benar-benar di kelilingi oleh semua orang yang penuh kehangatan untuknya.
Ketika ia merasakan Suka maupun duka, ia selalu memegang dadanya dan merasakan detak jantungnya dengan harapan Fasya juga bisa merasakannya
KITA AKAN SELALU MERASAKAN SUKA DUKA BERSAMA. SEPERTI JANJI KITA.
-Aliysa Kanza Sinhawa
Seketika Chaca' benar- benar tumbuh menjadi gadis yang Anggun, dewasa, dan ceria. Semua orang sangat bahagia melihatnya.
Akhirnya Chaca' lulus SMA, ia melanjutkan kuliahnya di Korea Selatan. Ia mengambil jurusan kedokteran. Ia menjalani hari-hari penuh semangatnya bersama orang-orang yang ia sayangi.
.
.
.
3 tahunpun berlalu, 1 tahun lagi ia akan menyelesaikan kuliahnya. Ia sangat bahagia dan bersemangat menjalani hari-harinya.
Di korea, ia tinggal bersama Clara, Cika, dan Indah. Mereka berempat ingin menjadi dokter. Lika, dan lulu berada di Amerika untuk sekolah Actrees. Sedangkan, Dika dan Varo juga berada di Amerika untuk sekolah bisnis.
Orang tua Chaca' dan Fasya bahkan memilih untuk menetap di Indonesia. Mereka benar-benar saling melengkapi sekarang.
Keluarga Nata Negara Bahkan sangat sering mengadakan pertemuan keluarga untuk membahas mengenai hubungan Yudha dan Chaca'.
Keluarga Nata Negara sangat setuju dengan keputusan Yudha untuk menjadikan Chaca' sebagai pendampingnya.
"Sebaiknya hal baik ini segera di jalankan" ucap Prabu Nata Negara, Ayah Yudha sekaligus pemilik Nata Negara Group.
__ADS_1
"Saya setuju. Chaca' sudah dewasa. Saya fikir ini saatnya mereka melangkah ke tahap yang lebih serius. Yudha bahkan sudah sangat layak" ucap Ayah Chaca'
"Benar, Chaca' sepertinya juga sudah mulai menerima keadaan. Ia benar-benar tumbuh menjadi gadis yang baik" ucap Sarah, mama Fasya
"Maka dari itu, kami berharap agar kedua keluarga dari Chaca' bisa menyetujui hal baik ini" ucap Regina maheswari, mamah Yudha
"Kami sangat yakin dengan keseriusan dan kedewasaan anak anda" ucap papah Fasya
"Dia benar-benar pria yang bertanggung jawab dan teguh pendirian" ucap Bunda Chaca'
"Terima kasih Bapak Ibu atas segala penilaian tentang anak kami. Maka dari itu kami benar-benar ingin menyatukan ketiga keluarga" ucap papah Yudha
"Kami setuju" ucap papah Chaca' tersenyum
.
.
.
Yudha sendiri sekarang tengah di sibukkan dengan urusan Bisnis keluarganya. Namun, ia selalu meberikan waktu khusus untuk Chaca' di setiap harinya. Ia bahkan rela terbang ke Korea Selatan dari negara manapun utuk menemui Chaca' hampir di setiap minggunya.
Ia benar-benar semakin dewasa. Ia sangat menjaga Chaca' dengan baik. Dia benar-benar sangat mencintai Chaca'.
Aldi juga bahkan sangat menjaga adiknya. Ia bahkan sangat protektif dan selalu mengkhawatirkan adiknya. Chaca' bahkan selalu bersikap manja kepadanya.
"Eh gays, ayo deh kita makan dulu sebelum pulang. Ini bahkan udah malam, pasti juga kalian mager buat masak" ucap Cika yang tengah berada di dalam mobil bersama Chaca', Clara, dan Indah.
"Yaudah, kita cari makan dulu. Gw rindu banget mau makan makanan Indo" ucap Chaca'
"Gw tau restoran Indo deket sini. Kita makan di sana aja" ucap Clara.
"Gogogo!" Teriak mereka berempat dengan penub kebahagiaan.
-Aliyza Kanza sinhawa
Itulah yang Chaca' fikirkan sambil memegang dada dan merasakan detak jantungnya. Akhirnya, merekapun makan dengan sangat lahap sebelum kembali ke rumah. Mereka tak lupa VC bersama Lika, Lulu, Dika dan Varo untuk memamer kegiatan mereka.
.
.
.
Setelah makan, akhirnya mereka pulang ke rumah megah milik Sinhawa Group yang ada di Korsel. Ketika ia masuk, mereka terkejut melihat Yudha yang sudah ada dan duduk di sofa.
"Kak Yudha udah lama nunggu?" Tanya Cika yang pertama masuk ke dalam rumah
"Mungkin sekitar 30 menit" ucap Yudha yang langsung berdiri.
"Kak Yudha" ucap Chaca' yang menghampiri Yudha sambil tersenyum gembira.
"Aku ingin mengajak mu ke suatu tempat" ucap Yudha sambil mengelus kepala Chaca'
"Ehemmmm, kalo ginikan jiwa kami yang lagi LDRan meronta-ronta" ucap Indah menggoda Yudha dan Chaca'
"Apaan sih kalian" ucap Chaca'. Mereka semua tertawa menggoda Chaca'
"Kalo begitu aku ganti baju dulu ya kak" ucap Chaca'
__ADS_1
"Tidak perlu Cha', kita bisa pergi sekarang" ucap Yudha menggenggam tangan Chaca'
"gays gw keluar dulu yah" ucap Chaca' kepada teman temannya
"Iya iya. Hati hati kak, Cha'" ucap Clara
"Kalian istirahatlah" ucap Yudha kemudian menggandeng tangan Chaca' dan berjalan keluar rumah.
.
.
.
Akhirnya, mereka sampai di sebuah gedung rumah sakit milik NN group yang ada di Korea. Chaca' tampak kebingungan melihat Yudha
"Kak, untuk apa kita kesini?" Tanya Chaca'
"Ayo masuk" ucap Yudha sambil merangkul Chaca' dan menuntunnya masuk.
Mereka akhirnya sampai di lantai paling atas. Tempatnya tempat pendaratan helikopter.
Chaca' terdiam melihat helikopter yang terparkir di sana. Ia mengingat sebuah kenangan yang benar-benar ia rindukan. Mata Chaca' seketika berkaca-kaca.
"Ayo masuk Cha'" ucap Yudha menuntun Chaca' untuk masuk ke dalam helikopter
"Loh kakak yang bawa helinya?" Ucap Chaca' yang sangat terkejut melihat Yudha duduk di Kursi kemudi
"Tentu saja, kau takut?" Tanya Yudha mengusap kepala Chaca'. Chaca' hanya tersenyum dan menatap Yudha sebagai tanda bahwa Chaca' merasa aman bersama Yudha.
Akhirnya mereka berada di atas ketinggian. Pemandangan lampu-lampu di malam hari sangat mengagumkan. Chaca' sanngat terkesima melihatnya.
AKU BENAR-BENAR BISA MERASAKAN KAU ADA DISINI BERSAMAKU DAN KAK YUDHA. KAI BENAR BENAR TERASA HADIR DI ANTARA KAMI. AKU MERASA MENEMUKAN KEBAHAGIAAN KU KEMBALI. TERIMAKASIH ATAS HAL TERBESAR YANG SELALU KAU BERIKAN KEPADAKU. KAU BAHAKAN MENEPATI JANJIMU AGAR MAMA SARAH BISA MENYAYANGIKU SEPERTI IA MENYAYANGIMU. AKU MENCINTAIMU
-Aliyza Kanza Sinhawa
Selama penerbangan, Chaca' memegang dadanya dan merasakan detak jantungnya yang berdetak kencang. Ia benar-benar sangat bahagia.
"Kau bahagia" tanya Yudha
"Tentu, aku benar-benar sangat bahagia" ucap Chaca' dengan antusias
"Kau sekarang telah berumur hampir 23 tahun" ucap Yudha tersenyum
"Iya kak, aku merasa telah mendapat banyak pelajaran hidup" ucap Chaca' dengan mata yang berkaca-kaca
"Menikahlah denganku. Hiduplah denganku sampai ajal menjemput kita" ucap Yudha dengan tatapan penuh harap
"Will you marry me?" Lanjutnya Lagi
"Yess, I will" ucap Chaca' sambil memegang dadanya dan membuat tangisnya pecah
Yudha dan Chaca' benar-benar sangat bahagia. Akhirnya, penantian Yudha selama bertahun-tahun benar-benar terbalaskan. Mereka sangat bersyukur dan taklupa selalu mengingat Fasya ketika mereka merasa bahagia. Mereka menganggap semua ini tak akan pernah terjadi tanpa kebesaran hati Fasya.
TERIMA KASIH TELAH MEMBERIKAN KAMI KEBAHAGIAAN YANG SEMPURNA. KAU AKAN SELALU MENJADI PRIA SEJATI DI MATAKU. AKU JANJI AKAN MENJAGANYA DAN MENEMANINYA HINGGA AJAL MENJEMPUT KAMI. TETAPLAH SELALU BERSAMA KAMI DALAM SETIAM DETAK JANTUNGMU BERSAMA CHACA'. AKU SANGAT MENCINTAINYA. TERIMA KASIH
-Yudha Nata Nega
~
__ADS_1
KU HARAP, KAU JUGA TURUT BAHAGIA DENGAN KEPUTUSAN KAMI. KU HARAP KAU SELALU ADA BERSAMAKU. KU HARAP KITA AKAN SELALU BAHAGIA. AKU TAK AKAN PERNAH MELUPAKANMU. CINTA PERTAMA YANG MEMBERIKU BANYAK KEHIDUPAN DAN KEBAHAGIAAN. AKU MENCINTAIMU
-Aliysa Kanza Sinhawa