
AKU TAK PERNAH MEMINTA SOSOK PENDAMPING SEMPURNA. CUKUP DIA YANG SELALU SABAR MENEMANI. NAMUN, TUHAN MENGHADIRKAN KAMU WANITA TERHEBAT. KUAT, TAK PERNAH MENGELUH. BAHAGIAKU JIKA KAU BENAR BENAR TAKDIRKU. BERTAHANLAH SEBENTAR LAGI, AKAN KU BERIKAN BAHAGIA YANG PALING KAU RINDUKAN.
-Yudha Nata Negara
Makan siangpun tiba, mereka kembali berkumpul di rest area untuk makan dan beristirahat.
"Dika, Fasya mana?" Tanya Lika ketika mereka baru saja duduk di meja makan mereka
"Dia ada urusan di Al-gifary group" jawab Chaca'
"Loh kok lo tau? Jangan jangan tadi lo bolos yah sama Fasya" ucap Lika mencubit pipi Chaca'
"Apaan sih" ucap Chaca' mengelus pipinya. Indah terlihat bingung melihat Dika yang tiba tiba memandang wajah Chaca' dengan cara yang tidak biasa
"Cha' apa lo baik baik aja?" Tanya Dika
"Tentu, apa aku terlihat sakit?" Tanya Chaca'
"lo terlihat seperti bayi haha" ejek Varo.
Mood Indah tiba tiba berubah melihat Dika mengkhawatirkan Chaca'
"Ayo kita ambil makanan" ucap Lika
"Bisa minta tolong ambilin gw sedikit?" Ucap Chaca' meminta tolong karena tenaganya benar benar lemah sekarang
"Tidak ada yang akan di perlakukan khusus di sini" ucap seorang pria yang tiba tiba muncul dari belakang Chaca' dan teman temannya. Ia adalah Yudha, ia mengajukan perkataannya sambil menatap Chaca' dan membuat semua orang terdiam.
Chaca' tidak menggubris perkataan Yudha dan tidak berkata apa pun. Kemudian ia berjalan meninggalkan rest area tanpa memandang wajah Yudha sedikit pun. Kemudian, Dika tiba tiba berdiri dan mengejar Chaca'. Indah, Lika, dan Varo yang melihat itu tiba tiba kebingungan.
.
.
.
"Cha' stop!" Teriak Dika sambil mengejar Chaca'
"Cha' gw mau bicara sama lo, Cha'!" Teriak Dika. Chaca' pun mengentikan langkahnya di sebuah kursi taman yang berada di dekat perkebunan teh.
"Apa yang ingin lo bicarain" ucap Chaca'
"Are you oke" Tanya Dika menatap lembut Chaca'
"Tentu saja!" Teriak Chaca'
__ADS_1
"You not oke! Kalo lo baik baik aja, nggak akan meninggikan suara" ucap Dika dengan nada keras dan memegang pundak Chaca'
"Gw takut Fasya benar benar ninggalin gw" ucap Chaca' menangis dan refleks memeluk Dika. Dika seakan akan paham dengan perkataan Chaca', ia tau bahwa Chaca' mengetahui sesuatu.
"lo tenang aja, semuanya akan baik baik aja. Dia benar benar menyayangi lo" ucap Dika menenangkan Chaca'. Dika telah menganggap Chaca' sebagai sahabat dekatnya, karena mereka sangat akrab.
"Indah tunggu!" Teriak Lika yang yang berteriak kepada Indah yang meninggalkan tempat itu. Chaca' sadar, ia telah membuat Indah salah paham dan pergi meninggalkan mereka.
"Kejarlah dia" ucap Chaca'
"Aku akan menemuimu lagi nanti dan mendengar semuanya" ucap Dika yang langsung berlari menyusul Indah.
Namun sayangnya, Indah tidak ingin mendengar penjelasan Dika sedikit pun. Akhirnya, Dika memutuskan untuk memberi waktu kepada Indah agar merasa tenang dan akan menjelaskannya nanti.
.
.
.
Ketika Chaca' berada di rumah pohon, tiba- tiba ia merasa ada seseorang yang menaiki tangga dan terus mendekat
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Chaca' terkejut ketika melihat Yudha yang tiba tiba datang
"Makanlah ini, jika kau mati kelaparan aku yang akan di tuntut" ucap Yudha sambil memberikan Chaca' makanan
"Halo kakak" ucap seorang anak kecil yang tiba-tiba muncul di rumah pohon
"Hei! Apa yang kau lakukan. Jika terlalu berat rumah pohon ini akan roboh" ucap Chaca yang sangat kaget
"Haha aku fikir kau tak takut mati kan. Hei anak kecil berlompatlah, kakak ini tidak takut mati" ucap Yudha yang tertawa melihat tingkah Chaca'
"Apa yang kau lakukan! Ini sama sekali tidak lucu. Fasyaaaaaaa tolong aku" teriak Chaca' histeris
"Fasya? Siapa dia? Apa Fasya nama ibu kakak?" Tanya anak kecil itu
"Bukan, dia pacarku" jawab Chaca'
"Aku kira semua orang jika dalam kesulitan ia menyebut nama ibunya" ucap anak itu kebingungan
"Terserah orang dong mau nyebutin nama siapa" tantang Chaca'. Yudha tiba tiba menatap lekat mata Chaca'
'Aku melihat kesedihan itu kembali' ucap Yudha di dalam hati.
"Baiklah, aku kan menyanyikan lagu untukmu agar kau tau maksud ku kakak" ucap anak kecil itu
__ADS_1
HARTA YANG PALING BERHARGA,
ADALAH KELUAGA. ISTANA YANG PALING INDAH, ADALAH KELUARGA. PUISI YANG PALING BERMAKNA, ADALAH KELUARGA. MUTIARA TIADA TARA ADALAH KELUARGA.
Anak itu tiba tiba saja bernyanyi dan membuat Yudha dan Chaca' terdiam.
"Apa kau paham maksudku kakak?" Ucap anak itu.
"Sayang ayo turun nak kita pulang" teriak ibu anak kecil itu dari bawah
"Kakak aku pulang dulu yah" ucap anak itu kemudian turun dari rumah pohon.
Yudha menatap Chaca' dengan sangat lekat. Chaca' tiba tiba terpatung dan matanya berkaca kaca sekarang.
"Kesedihan memang seperti aib yang harus di tutupi. Namun terkadan kita harus meluapkannya agar tidak tersa sangat berat. Menangislah" ucap Yudha menatap lembut Chaca'. Chaca' pun menangis dengat sangat keras. Ia merindukan keluarnya, namun di sisi lain ia sangat membencinya. Yudha mengusap kepala Chaca' dan berusaha menenangkannya.
"Kau tau? Terkadang kita memang harus terlihat kuat di depan semua orang. Namun, semakin kita berusaha menutupinya kita semakin merasa terluka" ucap Yudha. Chaca' menatap Yudha. Ia merasa kebingungan dengan semua perkataan Yudha. Ia merasa Yudha mengetahui apa alasan yang membuatnya menangis.
"Mengapa kau bisa tau tentang ku? Masalahku yang mana yang kau ketahui" Ucap Chaca' menatap Yudha
"Semuanya" Yudha tersenyum lembut kepada Chaca'.
"Bagaimana kau bisa tau semuanya?" Tanya Chaca'. Yudha hanya tersenyum dan menatap Chaca'
'Sial! Aku lupa kalo dia gampang dapetin informasi tentang keluargaku dan Fasya. Secara, diakan memiliki semuanya' umpat Chaca' di dalam hati.
"Apa kau percaya bahwa kelak aku yang akan memasangkan cincin di tangan mu?" Ucap Yudha. Chaca' yang mendengar itu tiba tiba terkejut dan membulatkan matanya
"Apa maksudmu?" Tanya Chaca'
"Aku hanya berbicara tentang takdir" ucap Yudha tersenyum kepada Chaca'.
"Sakitt!" Ucap Chaca' yang tiba tiba memegang dadanya.
"Apa kau baik baik saja?" Ucap Yudha panik
"Iya, dadaku hanya tiba tiba sakit sebentar" ucap Chaca' mengelus dadanya.
"Ayo kita kembali ke penginapan, sebentar lagi malam" ucap Yudha. Merekapun kembali ke penginapan.
.
.
.
__ADS_1
Setibanya di penginapan, ia bermaksud untuk mendatangi Indah dan menjelaskan semuanya. Namun, indah mengunci pintu kamarnya dari dalam. Chaca' pun kembali ke kamarnya dan akan menjelaskannya di rest area nanti ketika makan malam.